Hidup Adalah Pilihan (Part II)


partySebuah cerita dari seorang teman yang sedang berulang tahun. Seorang teman ini mengajak teman-teman kantornya untuk makan malam bersama di sebuah restaurant Italia. Retha adalah salah seorang yang terundang untuk acara makan malam tersebut. Seorang teman ini ingin teman-temannya dapat menikmati menu makanan kesukaannya masing-masing, sehingga seorang teman ini meminta teman-temannya untuk memilih sendiri menu makanan yang diinginkan.

Saat teman-teman yang lain memilih menu makanan yang disukai, Retha justru memilih menu makanan dan minuman yang paling mahal di restaurant tersebut. Singkat cerita, menu makanan dan minuman yang dipesan oleh Retha memang yang paling special dan menarik cara penyajiannya, tetapi sayangnya tidak sesuai dengan selera Retha. Sehingga Retha tidak dapat menghabiskannya dan mengeluh karena merasa tidak puas dengan menu makan malam pilihannya sendiri.

Seorang teman yang berulang tahun sebenarnya bukan orang yang kaya raya, melainkan hanya berusaha untuk menjadikan hari ulang tahunnya sebagai hari yang istimewa bersama rekan-rekan kerja yang selama ini dianggapnya telah memberikan dukungan dalam pekerjaannya. Jadi sebenarnya, saat melihat Retha ternyata tidak menghabiskan menu makanan yang mahal dan justru mengeluh karena merasa tidak puas, justru membuat perasaan seorang teman ini menjadi kecewa.

Tidak semua orang dapat kita senangkan dan tidak semua orang dapat menyenangkan hati kita. Tetapi sebenarnya kita memiliki pilihan untuk tidak peduli pada orang lain dan tidak peduli pada diri sendiri, atau peduli pada orang lain dan peduli pada diri sendiri, atau bila kita bingung, maka paling tidak kita bisa memilih untuk tidak peduli pada orang lain dan peduli pada diri sendiri.

Pilihan yang kita tentukan didalam kehidupan ini pasti berkaitan dengan diri kita sendiri. Tetapi juga akan berkaitan dengan orang lain saat kita harus membuat pilihan yang ada hubungannya dengan orang lain. Bila kita membuat pihan yang ada hubungannya dengan orang lain, maka kebanyakan orang akan terlebih dahulu memikirkan keuntungan untuk dirinya sendiri. Alangkah baik bila bisa menguntungkan orang lain juga. Tetapi bila salah satu dirugikan maka biasanya orang akan berpikir untuk mengorbankan orang lain saja.

Sayangnya, saat kita memilih agar orang lain yang dirugikan, maka biasanya seringkali kita yang justru akan dirugikan atau bernasib sial (Amsal 26:27 “siapa menggali lobang akan jatuh ke dalamnya, dan siapa menggelindingkan batu, batu itu akan kembali menimpa dia“). Itu sebabnya, ada kalanya kita perlu menentukan pilihan dengan memikirkan kondisi orang lain terlebih dahulu.

Seperti didalam cerita tersebut diatas, mengapa kita harus memilih yang berharga mahal hanya karena ada seorang teman yang rela membayarkan untuk kita? Saat kita tidak menyukai menu makanan tersebut, justru kita yang dirugikan karena tidak dapat menikmatinya. Atau mungkin ada juga orang yang bersikap memilih berbagai menu makanan agar dikenyangkan, tetapi realitanya menjadi sangat kekenyangan dan perut mungkin akan terasa sakit.

Pilihan untuk menjadi serakah mungkin akan merugikan orang lain yang sudah dengan rela hati mau memberikan untuk kita, tetapi percayalah bahwa keserakahan hanya akan membuat kita sengsara dan malu. Berbeda saat kita memilih untuk kebutuhan maka kita akan tercukupi.

Hidup adalah pilihan. Setiap sikap kita adalah hasil dari pilihan kita, termasuk bersikap egois juga merupakan pilihan. Sikap yang sudah kita pilih akan menentukan sikap kita didalam memperlakukan orang lain. Saat kita mau memilih untuk bersikap memahami kondisi orang lain dan memilih untuk bersikap menghargai orang lain, maka paling tidak kita dapat memilih untuk bersikap baik dan wajar didalam memperlakukan orang lain.

Tetapi saat kita memilih untuk mendahulukan diri kita sendiri dan berharap orang lain akan selalu menghormati kita, sehingga kita bersikap berpura-pura baik (tidak tulus), selalu mengambil keuntungan, dan bersikap berlebihan terhadap orang lain, maka kita tak perlu heran bila akhirnya seseorang takkan pernah mampu bersikap untuk menghormati kita (Amsal 26:27 “walaupun kebenciannya diselubungi tipu daya, kejahatannya akan nyata dalam jemaah“).

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/search?q=cartoon+picture+of+respect&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ei=zlA9UbWiHNGIrAfmxYHQDA&ved=0CCsQsAQ&biw=1280&bih=707#tbm=isch&sa=1&q=cartoon+picture+of+party&oq=cartoon+picture+of+party&gs_l=img.3…10605.11141.0.11399.5.5.0.0.0.0.0.0..0.0…0.0…1c.1.5.img.N3arpoMpsIo&bav=on.2,or.r_qf.&bvm=bv.43287494,d.bmk&fp=e2185caf1f41a762&biw=1280&bih=707&imgrc=nww6yj_kKl-xfM%3A%3BsvPJ13hNmuaYjM%3Bhttp%253A%252F%252Fbeauxandbelles.net%252Fwp-content%252Fuploads%252F2012%252F12%252Fbd-party2-cartoon.jpg%3Bhttp%253A%252F%252Fbeauxandbelles.net%252Fhow-to-enjoy-your-own-party%252F%3B360%3B279

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s