Bukan Kuat Dan Gagahku


Pada suatu hari Senin malam, salah seorang pimpinan sewaktu saya masih bekerja dulu mengirimkan pesan singkat kepada saya. Inti dari pesan tersebut kurang lebih ingin menginformasikan bahwa ada sebuah lowongan pekerjaan di tempat dia bekerja saat ini dan dia membutuhkan bantuan saya apabila ada teman yang mungkin sedang membutuhkannya.

Saya tidak memberikan janji tetapi saya mencoba untuk menyebarkan pesan tersebut ke beberapa orang teman, yang mungkin membutuhkan, atau mungkin mereka punya teman yang membutuhkannya. Saya tidak berharap dapat membantu banyak, karena sepengetahuan saya, kebanyakan teman memang sudah memiliki pekerjaan.

Tak disangka, seorang teman menanggapi pesan dari saya itu, karena sebenarnya beberapa waktu yang lalu dia sempat mengirimkan surat lamaran ke perusahaan yang sama, tetapi belum mendapatkan respon. Dan dia sebenarnya sudah mengajukan surat pengunduran diri karena dia tidak mendapatkan peningkatan seperti yang dijanjikan, ditambah dengan pekerjaan yang melampaui kemampuannya.

Singkat cerita, seorang teman itu menjalani proses interview pada keesokan harinya, yaitu hari Selasa, dan malam harinya seorang pimpinan yang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan saya itu mengatakan bahwa teman saya itu diterima, tetapi masih perlu menjalankan beberapa prosedur.

Seorang pimpinan itu mengatakan bahwa saya selalu dapat bekerja dan memberi respon dengan cepat. Teman saya juga senang karena dia merasa gembira dengan bantuan saya. Proses kehidupan yang saya jalani, membuat saya senang karena sebagi seorang pemercaya, saya dipercaya oleh Tuhan untuk melakukan sebuah kebaikan.

Sebenarnya, posisi yang ditawarkan oleh seorang pimpinan itu adalah salah satu posisi yang saya mimpikan. Didalam hati kecil saya berkata “sungguh beruntung teman saya mendapatkan posisi tersebut“. Tetapi saya memilih untuk bersyukur, karena saya dapat memberikan posisi bagus itu untuk seorang teman dan walau pun saya sudah tidak bekerja, saya masih dapat membantu salah seorang pimpinan saya itu.

Tidak ada sesuatu pun yang terjadi secara kebetulan. Seandainya saya tidak mengirimkan ulang pesan yang diberikan oleh seorang pimpinan itu mungkin seorang teman itu masih tetap bisa diterima di perusahaan itu dengan cara yang lain. Tetapi sungguh bersyukur bila saya yang dipilih oleh Tuhan untuk menjadi perantara dengan maksud dan tujuan yang baik.

bully_cartoonDari kisah tersebut diatas, kita dapat belajar bahwa sesungguhnya segala sesuatu yang baik yang terjadi didalam kehidupan kita ini bukanlah oleh kuat dan gagah kita, melainkan atas anugerah Tuhan. Kita dapat berubah menjadi lebih baik itu karena pertolongan Tuhan. Kita dapat melakukan kebaikan bagi sesama juga karena kesempatan yang diberikan oleh Tuhan.

Seringkali kita berpikir seseorang tidak akan mengalami keberhasilan atau keberuntungan apabila saat itu kita tidak datang untuk menolong. Padahal belum tentu juga bila kita tidak datang maka tidak ada orang lain yang dapat menolong seseorang itu. Semua orang selalu memiliki kesempatan untuk memberikan bantuan kepada orang lain. Tetapi sekali lagi, semuanya bukan karena kuat dan gagah kita.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s