Perpisahan Untuk Kebaikan


Seorang teman yang baru saja lulus kuliah mengatakan bahwa dia ingin keluar kota untuk melanjutkan pendidikan, sekaligus sebagai tempat dia mencari kerja. Dia memilih untuk keluar kota itu sebagai pijakan langkah pertama untuk meraih mimpinya. Kedepan, dia sudah dapat membayangkan bahwa ada beberapa tempat yang lain juga untuk menjadi langkah berikutnya hingga dia tiba pada mimpinya.

Dia menceritakan mimpinya itu kepada beberapa orang termasuk kepada senior pelayanan di gereja, dengan harapan dia memperoleh dukungan, saran yang terbaik, dan doa. Tetapi ternyata senior pelayanan di gereja itu sebagai satu-satunya orang yang melarang kepergiannya, dengan mengatakan agar dia segera mengganti mimpinya sehingga dia tidak perlu keluar kota.

Di satu sisi, seorang teman ini mengerti bahwa gereja di kota dia sekarang sedang membutuhkan kehadirannya untuk melayani, mengingat tak banyak pelayanan Tuhan yang ada didalam gereja. Tetapi disisi lain dia juga sudah merencanakan perjalanan untuk meraih mimpinya itu sejak lama dan dia sudah berdoa.

Sejauh ini Tuhan selalu melindungi dan menjawab setiap doanya untuk meraih mimpinya itu. Sungguh tak disangkanya seorang senior di gereja itu bisa tampak begitu sangat kecewa dengan cita-citanya dan melarangnya untuk pergi. Walau pun dalam kondisi bingung dan tak ingin memberikan perlawanan kepada senior di gereja, dia tetap menyerahkan segala keputusannya kedalam tangan Tuhan.

Singkat cerita, akhirnya seorang teman ini tetap pergi. Kepergian seorang teman ini membuat sedih seluruh keluarga dan teman-teman dekatnya. Tetapi demi meraih mimpinya, dia harus rela meninggalkan semua kenyamanannya dan semua orang yang berada didekatnya pun tetap berusaha memberikan dukungan dan doa untuknya.

Perpisahan itu selalu menyedihkan. Ada perpisahan untuk selamanya, ada perpisahan untuk putus dengan kekasih, dan ada perpisahan untuk mengejar cita-cita, yang sifatnya hanya sementara. Bila Tuhan mengijinkan perpisahan terjadi, itu berarti ada kebaikan yang hendak diberikanNya bagi kita.

Seperti kematian Tuhan Yesus, membuat murid-muridNya bersedih karena harus ditinggalkanNya. Dunia menjadi gelap dan seolah-olah tak ada pengharapan lagi didalam Tuhan. Tetapi kematianNya itu justru untuk menebus seluruh dosa, pelanggaran, dan sakit penyakit kita semua. Itu berarti memberikan sebuah kebaikan untuk kita.

Seringkali kita ingin mencegah seseorang untuk pergi karena kita takut akan kehilangan seorang teman dan kehilangan waktu-waktu bersama, tanpa memikirkan mimpi dan masa depan yang harus diraihnya. Saat kita mencegah seseorang untuk pergi seolah-olah semua untuk kebaikan, tetapi realitanya kita hanya membuatnya memenuhi harapan kita saja.

albert-einstein-quotesBila kita ingin mencegah seseorang untuk berpisah dengan kita, maka sebaiknya kita benar-benar berdoa, agar Tuhan yang menjalankan rencanaNya atas kehidupan kita semua, jangan sampai kita berbicara karena keegoisan kita saja!

‘Ada pertemuan, ada perpisahan’ adalah salah satu kalimat yang tak asing lagi bagi kita semua. Kebanyakan perpisahan selalj menyedihkan. Tetapi bila memang diharuskan, maka kita harus dapat melihat kebaikan didalamnya, baik untuk diri kita sendiri, mau pun untuk kebaikan orang lain. Bila kita masih dapat memberikan dukungan dan doa, maka berikanlah dukungan dan doa kita untuk orang-orang yang kita kasihi dengan setulus hati.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://beckert-itservice.de/content/wp-includes/css/albert-einstein-quotes-god

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s