Anak Dan Bukan Anak


Sebuah cerita dari seorang teman, sebut saja namanya Zach, yang merupakan seorang anak tunggal dari seorang Ayah dan seorang Ibu yang keduanya sangat baik hati dan kaya raya. Zach baru saja lulus kuliah dan bekerja di salah satu perusahaan Ayah-nya, sebagai staff biasa, posisi yang sama seperti teman-temannya yang lain, yang sama-sama baru lulus kuliah, yang juga melamar, dan sudah di terima bekerja di salah satu perusahaan milik Ayah-nya itu.

Ayah-nya memberikan perintah kepada semua Pimpinan yang ada di perusahaannya itu untuk memperlakukan anak tunggalnya, Zach, sama seperti mereka memperlakukan staff yang lain. Sejak hari pertama bekerja, Zach merasa bingung, karena dia tak menyangka bila harus mengenakan baju seragam yang sama seperti para pekerja yang lain. Selanjutnya, Zach berpikir bahwa dia akan menduduki jabatan sebagai salah satu Pimpinan di perusahaan tersebut, tetapi ternyata dia hanya sekedar duduk sebagai seorang staff biasa.

Zach merasa tidak terima dengan perlakuan tersebut, tetapi Zach mencoba untuk berpikir positif, “mungkin Ayah tak ingin teman-temanku merasa iri denganku sehingga aku diperlakukan sama seperti mereka“. Saat tiba waktu makan siang, Zach ternyata juga harus menikmati menu di kantin, sama seperti teman-temannya yang lain. Walau pun dengan berat hati, Zach berusaha untuk menikmati menu makanan yang berbeda dengan sajian menu makanan di rumahnya.

Singkat cerita, sudah satu bulan lamanya Zach bekerja, dan saat Zach memeriksa rekening di bank, Zach kembali harus menerima kenyataan bahwa ternyata gaji yang diterimanya juga sama seperti jumlah gaji yang diterima oleh teman-temannya. Setibanya di rumah, Zach bertanya kepada Ayah-nya “Ayah, bukankah aku masih dapat uang saku dari Ayah setiap bulan?“. Zach berpikir selain gaji yang diterimanya di kantor, dia tetap mendapatkan uang saku, sehingga Zach pikir semua aman.

Dengan santai sang Ayah menjawab “Bukankah kamu sudah bekerja? Tentu saja gaji itu yang kamu pergunakan sebagai ganti uang saku setiap bulan mulai sekarang“. Dengan hati yang sangat kecewa Zach berteriak kepada Ayah-nya “Ayah, aku bekerja sebagai staff biasa, dengan baju seragam yang sama dengan staff yang lain, menu makan siangku juga sama seperti staff yang lain, dan aku juga diperlakukan sama seperti staff yang lain, sekarang upah yang aku terima juga sama seperti staff yang lain. Lalu apa beda aku sebagai anak Ayah dan teman-temanku yang bukan anak Ayah?“.

Sang Ayah hanya tersenyum dan menepuk pundak Zach, kemudian pergi meninggalkan Zach seorang diri. Ingin rasanya Zach berontak dan pergi meninggalkan rumah, tetapi akhirnya Zach tetap bekerja di perusahaan milik sang Ayah, walau pun dengan berat hati.

Tak terasa, satu tahun berlalu semenjak Zach mulai bekerja. Zach melihat beberapa orang temannya mulai mencari pekerjaan di perusahaan yang lain untuk mendapatkan peningkatan.

Pada saat masih jam kerja, tiba-tiba sang Ayah memanggil Zach untuk datang ke ruang kerjanya. Sang Ayah bertanya “Apakah kamu juga akan seperti teman-temanmu yang mencari pekerjaan di perusahaan lain?“. Zach menjawab “tidak Ayah“. Saat sang Ayah bertanya mengenai alasannya, Zach menjawab “karena ini perusahaan milik Ayah dan aku percaya pada suatu hari Ayah akan mengijinkanku untuk menjalankan perusahaan ini“.

father_sonSang Ayah tersenyum dan berkata “itulah beda anak Ayah dan bukan anak Ayah“.

Seperti dalam cerita tersebut diatas, saat kita sedang dalam posisi terpuruk, dan melihat kondisi orang lain lebih baik, mungkin kita akan bertanya-tanya pada Tuhan, apa beda kita dengan orang lain bila didalam hidup ini ternyata kita harus berjuang keras, sama seperti orang lain yang tidak mengenal Tuhan, dan bahkan mungkin kita harus berjuang jauh lebih keras? Tak jarang juga kita diperhadapkan pada situasi dimana kita selalu gagal, dan orang lain selalu beruntung.

Saat orang lain yang tidak mengenal Tuhan mengalami kondisi yang berat, mungkin mereka tidak tahu lagi harus berharap pertolongan kepada siapa, dan akhirnya mereka memilih untuk bunuh diri atau mengambil jalan pintas yang tidak seharusnya dilakukan. Sedangkan kita yang mengenal Tuhan, tentu didalam hati kecil kita tahu bahwa Tuhan masih bisa diandalkan.

Iman kita kepada Tuhan rupanya dapat membawa sebuah perbedaan antara kita yang mengenal Tuhan dengan orang yang tidak mengenal Tuhan. Saat kita tidak mendapatkan mujizat tetapi kita masih mau memutuskan untuk memercayai Tuhan sebagai Pribadi yang penuh kasih dan tak mungkin meninggalkan kita, maka keputusan kita itu yang akan membawa kita kepada perkenanan Tuhan. Perkenanan Tuhan itu tidak hanya sekedar dalam hal jawaban doa, tetapi kepastian bagi kita untuk masuk didalam Kerajaan Surga sebagai tempat persinggahan terakhir hidup kita.

Roma 4:18 “Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu” … Roma 4:22 “Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran“.

Roma 4:23-25 “Kata-kata ini, yaitu ‘hal ini diperhitungkan kepadanya’, tidak ditulis untuk Abraham saja, tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kita pun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, yaitu Yesus yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita“.

Mari kita berjuang tidak hanya didalam pergumulan hidup sehari-hari, tetapi juga didalam perjuangan untuk tetap memiliki kepercayaan kepada Tuhan, sekali pun mungkin tampaknya Tuhan tidak juga menjawab doa kita! Karena perkenanan Tuhan atas hidup kita, lebih kepada iman kita kepadaNya.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://dumbreviews.blogspot.com/2010/10/review-father-son-relationship.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s