Siapa Dibalik Semua Ini?


Pada suatu hari, Tuhan Yesus memberikan sebuah perintah agar dua orang muridNya membawakan seekor keledai untukNya, dikatakanNya “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan disitu kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepadaKu. Dan jikalau ada orang yang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya“.

Beberapa saat kemudian, dua orang murid Tuhan Yesus itu kembali kepada Tuhan Yesus dengan membawa keledai sesuai dengan perintahNya itu. Melihat hal itu, Tuhan Yesus langsung naik keatas keledai itu dan masuk ke kota Yerusalem. Saat Ia masuk ke kota Yerusalem itu, ternyata sudah ada begitu banyak orang yang rupanya sudah menanti-nantikan kedatanganNya.

Orang banyak itu kemudian memberi jalan kepada Tuhan Yesus sambil bersorak-sorai mengelu-elukan atau memuji-muji Tuhan “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!“.

Kisah tersebut diatas tercatat didalam Injil Matius 21:1-10.

Sebuah pertanyaan yang tiba-tiba terlintas didalam benak saya, “Seandainya keledai itu dapat berpikir dan dapat berbicara, kira-kira apa yang sedang ada didalam pikirannya saat melihat ada begitu banyak manusia yang tiba-tiba memberinya jalan dan bersorak-sorai sambil melihat kearahnya, dan setelah itu, apa yang akan diceritakannya kepada teman-temannya untuk menggambarkan peristiwa yang dialaminya tersebut?“.

Saya pikir, kemungkinan yang pertama, keledai itu bisa saja berpikir bahwa ada sebuah keajaiban yang terjadi pada dirinya, yang membuat ada begitu banyak manusia yang memberinya jalan dan bersorak-sorai memuji-muji dirinya. Tanpa disadarinya, sebenarnya dipunggungnya duduk sebuah sosok Tuhan Yesus, Sang Raja, yang telah membuat banyak orang itu membuka jalan dan bersorak sorai memuji-muji Dia.

Tetapi kemungkinan yang kedua, bisa saja keledai itu menyadari bahwa dipunggungnya telah duduk sosok Seseorang yang sangat istimewa, yang membuat semua orang mengelu-elukanNya. Walau pun mungkin keledai itu tidak tahu persis siapa Tuhan Yesus sebenarnya.

Saat kita berhasil mencapai sesuatu yang membuat begitu banyak orang kagum pada diri kita, kira-kira apa yang ada didalam benak kita?

Kemungkinan yang pertama, kita bisa saja merasa begitu bangga setelah sekian lama kita berusaha, ternyata hasil kerja keras kita itu mendapatkan pengakuan dari banyak orang. Mungkin setelah beberapa bulan lamanya kita berhasil melakukan diet atau mungkin setelah sekian lama kita bekerja akhirnya kita mendapatkan penghargaan. Kemudian ada begitu banyak orang menjadi kagum pada penampilan dan pencapaian kita. Maka akhirnya kita berpikir semua karena kerja keras kita semata-mata.

Kemungkinan yang kedua, kita bisa saja menyadari bahwa semua pencapaian itu adalah hasil dari perkenanan Tuhan atau berkat Tuhan atas hidup kita, sehingga walau pun kita senang saat mendapatkan pujian, namun kita tetap rendah hati.

Didalam hidup ini, pernahkan kita mengusahakan segala sesuatu agar bisnis kita mengalami kemajuan atau mengusahakan segala sesuatu untuk menjadi sembuh dari penyakit, tetapi ternyata semua usaha itu tidak berhasil sehingga kita akhirnya tidak tahu harus berbuat apa lagi dan akhirnya menyerah?

Saat semua usaha berakhir dengan kegagalan atau saat semua jalan tertutup, mungkin saat itu kita baru akan menyadari bahwa sesungguhnya, Tuhanlah Sang Pembuka Jalan itu.

Bukankah seringkali kita datang kepada Tuhan saat semua upaya sudah kita lakukan tetapi tidak membuahkan hasil?

god_angelSelama ini mungkin kita pikir kita dapat berjalan dan melihat bahwa ada begitu banyak orang yang sedang mengagumi kita, memuji-muji kita, dan menghormati kita, karena pribadi kita yang cakap. Kita pikir mungkin kita sedang beruntung saat bisa terlepas dari segala kesusahan dan jauh dari niat jahat orang lain.

Tak disangka bahwa ada Tuhan Yesus yang sedang berjalan di belakang kita, menjagai kita, mengangkat kita, dan menyertai kita, sehingga kita mendapati jalan selalu terbuka untuk kita dan kemana pun kita pergi kita bisa terluput dari bahaya.

Sebenarnya, bukan kita yang sedang dipuji-puji dan dihormati oleh orang-orang disekitar kita, melainkan Tuhan Yesus yang ada dibalik semua kisah hidup kita. Ada Tuhan Yesus yang sedang berdiri dibelakang pribadi kita, sehingga bukan kita yang layak menerima pujian, melainkan Dia, Tuhan, yang telah melakukan segala kebaikan didalam hidup kita.

Tuhan memberkati.

**picture taken from:
http://pictures.linkmesh.com/angels/god_angel.php

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s