Bukan Manusia Super


Seorang teman bertanya kepada saya “Bagaimana caranya supaya saya bisa selalu berhikmat?“. Tak lama kemudian seorang teman itu kembali bertanya “Bagaimana caranya supaya saya bisa selalu bersikap sabar?“. Dan di hari-hari berikutnya seorang teman itu juga bertanya “Bagaimana caranya agar saya selalu tertawa, dapat bersikap santai, dan positif?“.

Pada awalnya saya sedikit kebingungan menjawabnya, karena seorang teman itu tidak bersama saya setiap waktu, dan sebenarnya saya juga bisa merasakan bahwa saya tidak sempurna seperti yang dia katakan, sehingga saya tidak bisa memberikan tips seperti yang dia harapkan.

Beberapa saat saya merenungkan pertanyaan seorang teman itu, tiba-tiba teringat saat saya juga pernah mengagumi seseorang. Sama seperti seorang teman saya itu, saya juga berpikir bahwa seseorang yang saya kagumi itu adalah seseorang yang sangat ramah, sangat sabar, sangat bijaksana, sangat lembut, sangat cantik, sangat berhikmat, sangat berwibawa, dan sangat luar biasa.

Sampai pada saat saya mendapatkan kesempatan untuk berada bersama seseorang yang saya kagumi itu selama beberapa hari, akhirnya saya tahu bahwa seseorang itu tidak sempurna seperti dugaan saya. Seseorang yang saya kagumi itu bukan seorang manusia super seperti yang saya pikirkan. Seseorang yang saya kagumi itu juga punya kelemahan.

Sama seperti saya dan teman-teman semua, siapa saja yang kita kagumi, mereka bukanlah manusia super, melainkan juga memiliki kekurangannya masing-masing.

Seberapa sering kita menjadi kecewa dengan sosok seseorang yang kita kagumi saat kita mengetahui mereka memiliki kelemahan?

Cant stop thinkingSedangkan pada saat kita mengagumi seseorang, dengan atau tanpa sadar, seringkali kita juga ingin menjadi seperti mereka. Kemudian saat kita merasa tidak bisa menjadi seperti mereka, maka akhirnya kita menjadi frustasi.

Semua manusia selalu memiliki kelemahan. Semua orang bisa saja marah, semua orang bisa saja merasa kecewa, semua orang bisa saja mengecewakan, semua orang bisa saja menangis, semua orang bisa saja mengalami panik, semua orang bisa saja merasa curiga, dan semua orang bisa bersikap negatif. Semua tergantung dari kejadian yang dialami oleh seseorang, tergantung dari niat hati seseorang, dan juga tergantung dari sudut pandang kita, sebagai penonton yang melihat atau menilainya.

Kelemahan bukan berarti tidak bisa diubah menjadi sesuatu hal yang baik.

Bila kita ingin berhikmat maka keseluruhan kitab Amsal dapat menjadi panduannya (tertulis didalam Amsal 1:1-7). Bila kita ingin bersikap sabar maka kita belajar untuk dapat memahami orang lain dan mau bersikap aktif didalam bekerjasama untuk menyelesaikan segala sesuatu. Bila kita ingin selalu tertawa maka kita tidak perlu terlalu banyak menjadi khawatir. Bila kita ingin hidup santai maka kita harus belajar untuk tidak banyak menunda. Bila kita ingin bersikap positif maka kita harus memulainya dengan selalu memiliki pikiran yang positif.

Untuk menjadi lebih baik kita perlu menggali hal-hal baik dengan selalu mau belajar. Kemungkinan untuk mengalami kegagalan akan selalu ada, tetapi selama kita masih memiliki kesempatan untuk hidup, maka itu berarti kita masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki dan juga punya kesempatan untuk menjadi lebih baik.

Mari kita belajar bersama-sama untuk menjadi lebih baik!

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.bamz.us/search?updated-max=2012-09-24T06:00:00-07:00&max-results=13&reverse-paginate=true

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s