Bukan Terbiasa Melainkan Menemukan Solusi


Ada seorang anak laki-laki, yang setiap hari selalu dimarahi oleh ibunya atau selalu mendapatkan omelan mulai dari akibat kesalahan-kesalahan kecil yang dia buat hingga kesalahan yang memang benar-benar bisa membuat jengkel banyak orang.

Pada suatu hari, seorang guru melihat seorang anak laki-laki ini memberikan sebuah kotak yang berisi makan siangnya pada seorang pengemis tua yang minta sedekah padanya sewaktu dia baru saja turun dari mobil.

Seorang guru itu keheranan melihat tingkah laku anak laki-laki yang selama ini terkenal sangat nakal. Namun akhirnya, seorang guru itu memanggil seorang anak laki-laki itu dan bertanya “Nak, Ibu tahu, sebenarnya kamu adalah anak baik, tetapi mengapa kamu selalu berbuat nakal? Apakah kamu tidak merasa lelah bila mendengar Ibu kamu selalu memarahimu?“.

Dengan santainya, seorang anak laki-laki ini berkata “Ah … Kalau Ibu saya marah itu sudah biasa, setiap hari mau saya berbuat baik atau berbuat nakal, Ibu pasti punya alasan untuk memarahi saya“.

Cerita tersebut diatas mungkin sudah sering kita dengar, atau mungkin kita sendiri pernah menghadapi orang-orang yang selalu memiliki alasan untuk menyakiti hati orang lain, sehingga akhirnya kita sendiri dan teman-teman merasa sudah terbiasa dengan seseorang yang seperti itu.

Hampir dua tahun saya tinggal di sebuah perumahan yang memilih masalah dengan air, mungkin dapat membuat saya terbiasa dengan situasi ini. Kalau dulu awalnya saya mungkin bisa menjadi sangat tertekan dan bisa dibuat emosi dengan masalah krisis air, sekarang mungkin hanya beberapa menit saja saya merasa kesal, namun di menit berikutnya saya dapat bersikap seolah-olah semua sedang baik-baik saja.

Mungkin saya dapat dikatakan sudah terbiasa dengan kondisi krisis air karena memang masalah ini sering terjadi, tetapi sebenarnya saya juga tidak ingin hidup seperti ini terus menerus, sehingga saya tidak ingin membiasakan diri dengan kondisi krisis air. Tetapi karena saya masih harus menghadapi keadaan ini, maka saya harus menemukan solusinya. Jadi, saya bisa bersikap lebih santai saat harus menghadapi masalah krisis air ini, karena sebenarnya saya sudah menemukan solusinya.

Seringkali masalah membuat kita berada didalam kondisi yang tidak nyaman, susah, dan tidak menyenangkan. Tetapi seringkali juga Tuhan seolah-olah memaksa kita untuk tetap tinggal didalam situasi itu untuk membuat kita menjadi lebih dewasa dan lebih baik, yang pasti tidak membuat kita menjadi terbiasa.

Menjadi terbiasa sama artinya tidak memiliki pemikiran untuk keluar dari situasi yang tidak menyenangkan itu, sehingga kita memutuskan untuk bersikap pasrah pada keadaan, akan berada pada keadaan itu dalam waktu yang lama, dan bahkan tanpa kita sadari, kita mungkin saja akan memutuskan untuk tinggal selamanya pada kondisi seperti itu.

ideaMenemukan solusi sama artinya dengan tidak ingin berada pada situasi yang tidak menyenangkan secara terus menerus dan berusaha untuk membuat diri sendiri menjadi lebih baik dengan cara untuk menghadapi kondisi yang tidak menyenangkan itu. Sehingga pada akhirnya Tuhan akan membawa kita keluar dari situasi yang tidak menyenangkan itu, dan membawa kita pada sebuah peningkatan kehidupan yang lebih baik.

Teman-teman, menjadi terbiasa mungkin sebuah kata yang tepat untuk menggambarkan suatu keadaan yang sering terjadi didalam hidup kita, tetapi menemukan solusi jauh lebih tepat untuk membuat diri kita menjadi lebih dewasa.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://sketchblogstars.blogspot.com/2010/11/blink-me-idea-bulb.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s