Pembeli Adalah Diri Kita Sendiri


Semenjak lulus dari Perguruan Tinggi, Nita meneruskan usaha orang tuanya, yaitu sebuah toko yang menjual berbagai peralatan kendaraan bermotor. Saat hari libur, Nita memiliki kesempatan untuk bertemu teman-temannya, dan Nita selalu menceritakan kepada teman-temannya, betapa sulit berhadapan dengan konsumen yang datang ke tokonya.

Menurut Nita, kebanyakan konsumennya selalu memiliki permintaan yang beragam dan selalu ada keluhan yang disampaikan. Nita merasa segala hal yang diperbuatnya, konsumen akan selalu menemukan kekurangan atau selalu ada kesalahannya.

Tak heran bila Nita mengalami hal itu. Semua orang yang ada di sekitar Nita tahu bahwa Nita sendiri tidak pernah merasa puas dengan pelayanan yang orang lain berikan untuknya, sehingga pada saat orang lain dilayani oleh Nita juga akan selalu merasa tidak puas.
complain
Kondisi yang berbeda dialami oleh Silva. Silva juga memiliki sebuah toko yang menjual berbagai peralatan rumah tangga. Menurut Silva, tidak semua konsumen bisa mendapatkan layanan yang terbaik, karena Silva hanya memiliki dua orang yang membantu usahanya ini. Belum lagi produk-produk yang dimilikinya ada juga yang kualitasnya mungkin kurang bagus.

Tetapi Silva merasa sangat bersyukur karena tidak pernah ada konsumen yang mengeluhkan layanan dan produknya. Bahkan kebanyakan konsumen selalu senang berbelanja di toko Silva, karena merasa puas dengan layanan dan produk yang di berikan oleh Silva.

Semua orang yang ada di sekitar Silva tak meragukan kondisi yang dialami Silva itu, karena sebagai konsumen, mereka tahu bahwa Silva hampir-hampir tidak pernah mengeluh mengenai layanan dan produk yang diberikan oleh orang lain padanya.

Ternyata hukum tabur tuai juga berlalu pada dunia bisnis. Pembeli adalah diri kita sendiri, hal itu berarti sebagaimana saat kita menjadi konsumen bagi orang lain, demikian pula orang lain saat menjadi konsumen bagi kita.

Hal ini bukan berarti kita tidak boleh komplain saat kita mengetahui seorang penjual sengaja lalai atau tidak jujur dengan produk yang dijualnya, melainkan kita akan selalu bisa menemukan kekurangan selama kita selalu mencari kekurangannya.

Berhentilah untuk selalu melihat sisi yang kurang!

Selama kita menuntut orang lain untuk memenuhi segala sesuatu seperti yang kita inginkan, maka sebaliknya kita akan selalu dituntut untuk memenuhi segala sesuatu seperti yang orang lain inginkan.

Akhir kata, jangan terburu-buru mengeluh bila orang lain selalu komplain tentang segala sesuatu yang ada pada kita! Mungkin saja selama ini kita telah bersikap selalu komplain tentang segala sesuatu yang ada pada orang lain.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://gapingvoid.com/2011/12/05/successful-2/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s