Sempurna Di Tangan Tuhan


Ada beberapa barang yang dibutuhkan oleh suami saya, dan saya sengaja membelikannya sebagai hadiah di hari ulang tahunnya. Tetapi pada hari h saat suami saya berulang tahun, saya benar-benar tidak ingat untuk membelikannya kue tart, sebagaimana biasanya kue tart selalu ada sebagai tanda seseorang sedang berulang tahun hari itu.

Didalam hati kecil saya berharap, salah seorang saudara kami mengingatnya dan membawakannya untuk suami saya. Tetapi ternyata tak seorang pun membawakannya untuk suami saya.

Suami saya sama sekali tidak terlihat kecewa tanpa adanya kue tart di hari ulang tahunnya, sehingga saya dan suami, bersama keluarga terdekat, tetap dapat menikmati makan siang kami dengan suasana yang menyenangkan.

TartDua hari kemudian, sepulang dari kantor, tiba-tiba suami saya pulang dengan membawa kue tart. Saat saya bertanya, suami saya memberikan penjelasan bahwa dia mendapatkan kue tart itu dari kantor, tempat dia bekerja.

Saat mendengar ceritanya, didalam hati saya ada perasaan yang begitu gembira, karena menurut saya, Tuhan sudah menyempurnakan hari ulang tahun suami saya, dengan memberinya kue tart.

Kelihatannya sangat sepele dan tidak terlalu penting, hanya sekedar kue tart yang tidak harus ada saat kita berulang tahun, tetapi karena Tuhan sangat sayang kepada suami saya, maka Dia memberikan kue tart yang lezat itu di hari ulang tahun suami saya.

Inilah yang saya katakan sebagai salah satu berkat Tuhan.

Tuhan memerhatikan hal-hal kecil didalam hidup kita, yang bahkan mungkin kita sendiri tidak peduli atau tidak pernah memikirkannya, dan Tuhan membuat hidup kita menjadi sempurna.

Saat ini, cobalah lihat segala sesuatu yang sudah kita miliki! Mungkin tampaknya masih saja terlihat ada yang kurang, misalnya saja kita memiliki handphone, tetapi belum memiliki blackberry, atau belum memiliki android. Atau kita sudah memiliki yang ini dan yang itu, tetapi masih belum memiliki yang lain-lain.

Cobalah untuk tidak melihat barang-barang yang belum kita miliki! Tetapi lihatlah dari sudut pandang yang mana barang-barang yang kita miliki tersebut sudah melengkapi kebutuhan hidup kita, dan paling tidak, pikirkan bahwa sampai sejauh ini kita sudah bisa mempergunakan barang-barang yang sudah kita miliki. Kita sudah bisa berkomunikasi dengan menggunakan handphone yang kita miliki misalnya.

Cobalah lihat orang-orang terdekat yang ada di sekeliling kita! Mereka memiliki banyak kekurangan, ada yang walau pun baik hati tetapi sikapnya tidak pernah memikirkan orang lain, ada yang pintar tetapi suka merendahkan orang lain, ada yang cantik tetapi sangat suka mengatur orang lain, ada yang ganteng tetapi kelakuannya aneh, dan ada yang bahkan kita tidak tahu apa kebaikannya.

Mari kita berdiri di sudut pandang yang lain! Cobalah lihat orang-orang terdekat yang ada disekitar kita itu, mereka sudah melengkapi hidup kita. Tanpa mereka, mungkin selama ini kita tidak akan pernah tahu tempat-tempat menarik di Indonesia. Tanpa mereka, mungkin kita tidak akan mencicipi makanan-makanan yang enak. Tanpa mereka, mungkin kita tidak akan pernah mengalami kesuksesan. Dan tanpa mereka, mungkin karakter kita tidak akan menjadi lebih baik.

Kita tidak akan pernah biaa menjadi sempurna. Segala sesuatu yang kita miliki takkan pernah terlihat sempurna. Kita akan selalu bisa menemukan kekurangannya. Tetapi, cobalah belajar untuk mengijinkan Tuhan menyempurnakan segala kebutuhan dan keinginan kita!

Hal-hal yang kecil, hal-hal yang sepele, hingga hal-hal yang besar, dan hal-hal yang paling penting, yang tidak pernah kita pikirkan, selalu disediakan Tuhan, untuk menyempurnakan segala kebutuhan kita. Dan saat kita dapat melihat campur tangan Tuhan itu, maka kita akan mampu bersyukur atas kebaikan Tuhan.

Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” (I Korintus 2:9)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s