Pikiran Kita, Kotak Kita


Eric sedang jatuh cinta dengan Clarissa, dan tanpa diketahuinya, Clarissa ternyata juga suka dengan Eric. Sudah begitu lama Clarissa menanti-nantikan Eric menyatakan cinta padanya.

Tetapi di sisi lain, Eric seringkali berpikir “jangan-jangan, Clarrisa tidak suka denganku“. Saat Clarissa memberi responnya yang baik padanya, Eric berpikir “jangan-jangan dia juga baik dengan semua pria“. Saat Clarissa tidak menghubunginya, Eric berpikir “benar dugaanku, Clarissa hanya menganggapku teman biasa“.

Cerita yang lain lagi berasal dari seorang pekerja bernama Ria. Ria adalah seorang pekerja yang sangat rajin, pintar, cekatan, dan memiliki kepribadian yang baik.

Saat ini, sebenarnya keluarga Ria sedang memiliki masalah ekonomi, dan untuk mengatasi masalah tersebut, Ria sebenarnya berharap agar Pimpinan Perusahaan dapat memberi Ria kesempatan untuk ikut serta dalam tes kepemimpinan. Barangkali saja, bila Ria lulus tes tersebut, Ria kemudian bisa dipercaya untuk menduduki posisi satu tingkat diatas posisi Ria saat ini, sehingga Ria bisa ikut membantu mengurangi beban keluarganya,

Tetapi, sebelum memberanikan diri untuk mengatakan niatnya itu, Ria berpikir “jangan-jangan selama ini pekerjaanku kurang maksimal, sehingga aku takkan layak untuk mengikuti tes tersebut“. Saat Pimpinan memberikan pengumuman kepada semua staff bahwa mereka juga boleh mengikuti tes tersebut, Ria justru berpikir “jangan-jangan nanti aku dianggap tidak tahu diri“.

Amsal 15:22 berkata “rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak“. Berpikir dan membuat pertimbangan itu baik. Tetapi seperti sebuah pepatah mengatakan bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, maka bersikap terlalu berlebihan didalam berpikir dan terlalu berlebihan didalam mempertimbangkan, apalagi bila ditambah dengan menggunakan pikiran yang selalu menduga-duga tentu dampaknya tidak baik.

positive thinkPikiran kita, kotak kita“, itu berarti pikiran kita bisa membuat langkah kita terhenti, karena pikiran kita membuat kita tiba-tiba bisa berada didalam sebuah kotak, sehingga membuat kita tak mampu melangkah lebih jauh lagi.

Realitanya, seringkali ketakutan dan prasangka kita, belum tentu benar.

Kita berpikir seseorang tidak menyukai kita, sedangkan yang sebenarnya terjadi adalah seseorang itu baru saja mengalami musibah, sehingga tak bisa banyak bicara dan tak bisa tersenyum ramah pada kita. Kita berpikir seseorang sedang ingkar janji pada kita, sedangkan yang sebenarnya terjadi adalah seseorang itu baru saja berpikir ingin memberikan yang jauh lebih baik untuk kita.

Daripada kita ternyata salah sangka, bukankah lebih baik bila kita memikirkan hal-hal yang lebih baik? Daripada kita terbelenggu dengan ketakutan, bukankah lebih baik bila kita menghadapinya terlebih dahulu?

Tuhan itu yang menciptakan kita, Tuhan lebih tahu batas kemampuan yang kita miliki. Realita yang akan terjadi takkan lebih buruk, karena kita memiliki batas kekuatan yang sudah Tuhan persiapkan bagi kita untuk menanggung segala resiko.

Orang tua kita saja, tentu takkan membiarkan kita mengalami kesusahan. Seandainya, orang tua kita bisa selalu membantu kita, maka mereka tentu akan selalu mengulurkan tangannya untuk membantu kita. Apalagi Tuhan, Dia jauh lebih ingin membela dan memberikan pertolonganNya bagi kita.

Jadi, pikirkanlah hal-hal yang baik, pikirkanlah sebuah ide, lihatlah peluang, milikilah niat yang baik, dan pikirkanlah solusi! Semua itu akan membuat kita melangkah maju dan meningkat. Daripada kita terus menerus berpikir hal-hal yang belum tentu dipikirkan orang lain dan menjadi sebuah ketakutan yang merugikan diri sendiri!

Filipi 4:8 “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu“.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.searchquotes.com/quotes/about/Belief/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s