Hati VS Pikiran


Mr.Frank adalah seorang pengusaha bisnis di bidang property, yang sudah lama berdoa agar Tuhan membukakan jalan untuk bisnisnya yang lain, karena dia ingin melebarkan sayap dengan memiliki beberapa bisnis.

Hampir sepuluh tahun lamanya, Mr.Frank mencoba berbagai bisnis, mulai dari bisnis makanan, bisnis travelling, hingga bisnis perbankan, dan mencoba untuk menekuninya, tetapi selalu mengalami kegagalan.

Hingga akhirnya memasuki tahun ke sebelas, Mr.Frank menyerah, dan memutuskan untuk fokus pada bidang property yang menurut Mr.Frank, bisnis property ini yang Tuhan inginkan untuk dikerjakan oleh tangannya.

Walau pun Mr.Frank sudah memutuskan untuk menekuni bidang property, tetapi Mr.Frank tidak meninggalkan begitu saja pekerjaan di bidang lain yang sudah di rintis sebelumnya. Mr.Frank tetap mengerjakan yang dapat dikerjakannya, Mr.Frank tetap bersyukur, dan Mr.Frank tetap menjalankan bisnisnya dengan sukacita.

Beberapa bulan setelah Mr.Frank berusaha melupakan bisnisnya yang lain, tiba-tiba Tuhan membukakan jalan keberhasilan bagi bisnis Mr.Frank yang lainnya, yang masih dijalankannya itu. Beberapa klien mulai memercayainya dan keuntungan mulai meningkat.

Seharusnya Mr.Frank gembira dengan jawaban Tuhan ini. Tetapi rupanya Mr.Frank sedang memiliki sebuah rencana untuk mengakhiri bisnisnya yang lain itu, dan sudah mulai dalam proses hendak dialihan ke pihak lain. Mr.Frank menjadi bingung, dari sisi mana dia harus melihat kejadian ini? Apakah ini berkat Tuhan untuknya atau akan menjadi masalah baru?

Segala hal yang ada didalam kehidupan kita, dapat kita lihat dari berbagai sudut pandang. Kita bisa memandang sesuatu itu sebagai persoalan, kita bisa memandang sesuatu itu sebagai hal yang tidak penting atau sangat penting, dan kita bisa melihat sesuatu itu sebagai beban atau berkat.

heart and brainHati yang gembira, ternyata juga berasal dari sudut pandang dan cara berpikir yang benar. Ketika kita memiliki sudut pandang yang benar, maka pikiran kita akan memikirkan hal-hal yang baik, dan hati kita akan menjadi gembira dengan pemikiran kita yang baik itu.

Walau pun kita sedang diperhadapkan dengan sebuah persoalan, saat kita mampu berdiri pada sudut pandang yang benar dan memiliki pola pikir yang benar, maka persoalan itu tidak akan mampu membuat hati kita susah terus menerus.

Langkah awal untuk bisa berada pada posisi dimana kita bisa mendapatkan pola pikir yang benar adalah dengan cara bersyukur. Bersyukur mengarahkan kita pada pemikiran bahwa segala sesuatu itu baik (Mazmur 43:5 “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!”).

Beriman dan khawatir sebenarnya tidak jauh berbeda, karena beriman itu menyakini sesuatu yang baik terjadi sebelum kita melihatnya, dan khawatir itu menakutkan sesuatu yang buruk terjadi sebelum kita melihatnya. Jadi langkah yang kedua adalah memilih untuk beriman bahwa sesuatu yang baik sedang dan akan terjadi walau pun kita belum melihatnya, daripada kita memilih untuk bersikap khawatir.

Tetap semangat! Dan Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://footage.shutterstock.com/clip-1833311-stock-footage-pan-down-a-cartoon-bull-fight-sign.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s