10 Kegagalan Untuk 1 Keberhasilan


Selain senang dengan menulis artikel rohani, saya juga sering berpikir bagaimana cara untuk mengembangkan talenta yang Tuhan berikan ini. Pada awalnya, saya ingin membuat buku, tetapi ternyata membuat buku tidak semudah seperti yang saya bayangkan, sehingga saya memerlukan waktu dan proses untuk membuat buku.

Lalu saya mulai mencoba dengan hal-hal yang kecil terlebih dahulu, seperti menjadi penulis lepas pada salah satu website yang menyajikan tulisan tentang wisata kuliner. Dan selanjutnya, saya juga mengikuti beberapa lomba menulis.

Tahun 2012 saya pernah mengikuti sebuah lomba menulis dan karya tulis saya berhasil menjadi salah satu artikel yang diterbitkan untuk menjadi satu buku bersama artikel terbaik lainnya.

Tetapi pada saat tahun 2013 saya kembali berjuang untuk mengikuti berbagai lomba menulis, ternyata diantara 10 (sepuluh) lomba yang saya ikuti, hanya ada 1 (satu) artikel milik saya yang berhasil diterbitkan menjadi satu buku, beserta kumpulan artikel-artikel dari peserta lainnya.

failed and successBila kita merenungkan, didalam kehidupan kita ini, mungkin kita akan mengalami kegagalan, kesulitan, dan kesedihan lebih banyak, bila dibandingkan dengan pengalaman kita akan kesuksesan dan kesenangan.

Proses pembuatan emas, ternyata begitu rumit dan memerlukan waktu. Bila kita melihat wujud emas yang asli, mungkin sebagian besar di antara kita tidak ada yang tahu bahwa benda itu adalah sebuah emas. Tetapi setelah melewati dapur pemurnian dengan proses yang begitu rumit, maka kita akan melihat sebuah emas yang berkilau dengan harga yang sangat mahal.

Demikian pula hidup kita ini, sebenarnya seperti sebuah emas yang sangat berharga, tetapi tanpa adanya proses kehidupan, baik orang-orang disekitar kita, mau pun diri kita sendiri, mungkin tidak akan pernah tahu bahwa betapa indah dan sangat berharganya hidup ini.

Kesuksesan dan kegagalan sama-sama dapat menghancurkan hidup kita, tergantung dari cara kita menghadapinya.

Kesuksesan dapat menghancurkan kita, biasanya karena tanpa kita sadari, kesuksesan (baca: harta) telah memperbudak kita, sehingga kehancuran yang ditimbulkan biasa berdampak buruk bagi pribadi kita.

Sedangkan pada saat kita mengalami sebuah kegagalan, maka kegagalan itu seharusnya akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih pintar, dan maju selangkah untuk tiba di puncak kesuksesan.

Membangun sebuah kegagalan tidak memerlukan waktu panjang didalam prosesnya. Tetapi membangun sebuah kesuksesan memerlukan proses dengan waktu yang sangat panjang.

Pada saat kegagalan dan kesuksesan bersatu, maka ribuan kegagalan, kesulitan, dan kesedihan, akan membuat kita mencapai sebuah kesuksesan. Dan pada saat kita berada di puncak kesuksesan, diharapkan kita dapat mengingat ribuan kegagalan yang sempat kita alami, sehingga kita tidak sempat untuk menyombongkan diri.

Saat ini, bila kita sedang mengalami kegagalan, kesulitan, dan semuanya itu membuat kita sangat bersedih, ingatlah bahwa sebenarnya kita sedang melangkah untuk mencapai puncak kesuksesan! Hanya saja, semuanya perlu proses yang akan menyita waktu kita. Tak ada solusi lain, selain tetaplah bersabar, perbanyak pembelajaran, dan tetaplah percaya bahwa Tuhan selalu menyertai.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.cooperativegrocer.coop/articles/2012-12-04/why-some-new-co-ops-fail

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s