Menerima


Setelah kurang lebih dua tahun lamanya kami tinggal di Pulau Bali, tiba-tiba suatu hari kami mendapatkan kabar bahwa ada pekerjaan yang harus diselesaikan di Jakarta selama beberapa waktu.

Secara manusia, kami merasa sangat berat hati saat harus meninggalkan kenyamanan suasana liburan yang ada di Pulau Bali, dan harus menuju ke Ibukota yang sangat padat itu. Tetapi, ini adalah sebuah kepercayaan dan peluang yang baik untuk kami, sehingga kami tetap memutuskan untuk melangkah dan menjalaninya.

Beberapa hari pertama di Jakarta, pikiran saya masih saja terus berada di Pulau Bali. Tetapi saya mencoba untuk memikirkan dan menerima berbagai hal baik yang sedang ada pada kami di Jakarta.

Pada saat saya menerima, saya bisa lebih mudah beradaptasi, lebih mudah berpikir positif, lebih mudah untuk menjadi betah, dan yang terutama saya lebih mudah untuk mengucap syukur, karena saya dapat berdiri pada sudut pandang dimana saya dapat melihat bahwa ini adalah berkat Tuhan untuk kami.

Firman Tuhan mengajarkan pada kita bahwa lebih baik memberi daripada menerima. Tetapi bukan berarti kita menjadi orang yang sulit untuk menerima.

Menerima bukan berarti selalu mengharapkan dan sekedar menantikan pemberian orang lain, melainkan sebuah sikap yang ikhlas, yang membuat kita dapat berpikir positif, tetap bersukacita, bersyukur, dan dapat berdiri pada sudut pandang yang melihat ada berkat Tuhan atas hidup kita.

Menerima ternyata merupakan salah satu pelajaran yang baik didalam kehidupan ini. Banyak orang yang akhirnya mengeluh dan merasa tidak puas karena tidak dapat menerima dengan baik.

Menerima kelebihan dan kekurangan pasangan atau keluarga kita, dapat membuat kita mensyukuri keberadaan mereka dan mencintai mereka dengan tulus. Menerima sebuah pemberian, dapat membuat kita menghargai niat baik seseorang. Menerima nasehat, dapat mengingatkan kita bahwa ada hal-hal baik yang masih bisa kita gali lagi didalam diri kita.

Menerima perhatian dari orang lain, dapat membuat kita merasa disayangi. Menerima omelan seseorang, dapat membuat kita bekerja lebih baik. Menerima bantuan orang lain, membuat hidup kita menjadi lebih ringan.

Kadangkala pemberian seseorang tidak sesuai dengan standard dan harapan kita, tetapi kita pun tidak selalu bisa memberi melebihi standard hidup orang lain. Kadangkala seseorang tidak dapat memberikan kepuasan bagi kita, tetapi kita juga tidak selalu dapat menyenangkan hati orang lain.

Kadangkala berkat itu membuat repot hidup kita, tetapi realitanya Tuhan itu selalu memberikan yang terbaik bagi kita, dan kita selalu bisa melihatnya di akhir perjalanan, kemudian menyesali omelan-omelan yang sudah kita katakan. Daripada menyesali di kemudian hari, mengapa kita tidak belajar menerima di awal dan menikmati perjalanannya?

Hidup ini menjadi sangat indah saat kita mampu memberi dan mampu menerima.

giftSeseorang tidak hanya akan merasa gembira pada saat mendapatkan sesuatu dari kita, tetapi seseorang juga akan merasa gembira pada saat tahu kita dapat menerima keberadaan mereka dan dapat pemberian mereka juga.

Tuhan juga akan sangat gembira saat melihat kita dapat menerima berkatNya dengan hati yang ikhlas, karena Tuhan tidak pernah berniat jahat didalam pemberianNya untuk kita.

Tuhan memberkati!

**inspired by Pdt.Sunarmo

**picture taken from:
http://www.search-best-cartoon.com/cartoon-kids-page-2.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s