Urgent VS Important


Pada waktu saya masih bekerja, seorang Pimpinan sering berkata kepada saya, “Lia, saya minta tolong agar laporan yang ini dan laporan yang itu dikumpulkan menjadi satu laporan, dan kumpulan laporan yang kamu buat itu nanti akan menjadi laporan yang sangat penting untuk saya rapat bersama Pimpinan yang lain sekarang“.

Oleh karena saya juga sedang mengerjakan laporan yang lain, maka saya harus bertanya kembali “Bapak membutuhkan laporan ini jam berapa?“, agar saya mengerti prioritas pekerjaan mana yang harus saya dahulukan.

bossDan seringkali, saya mendengar jawaban seorang Pimpinan itu “Ya, saya butuh laporan itu sekarang“.

Sesuai dengan jawaban tersebut, maka saya meletakkan atau mengerjakan laporan tersebut sebagai prioritas yang utama.

Setelah selesai, kemudian saya mengirimkan laporan tersebut kepada Pimpinan melalui email yang sudah saya setting atau saya atur, agar saya dapat mengetahui apakah email tersebut sudah sampai pada tujuan dan apakah email tersebut sudah dibaca.

Seringkali, email laporan yang diminta oleh seorang Pimpinan itu tidak segera dibaca, atau bahkan baru dibaca keesokan harinya, atau beberapa hari kemudian. Dan di konfirmasi dengan balasan seorang Pimpinan tersebut bahwa dia baru saja sempat membaca laporan saya, kemudian biasanya ada beberapa hal yang perlu ditambahkan atau sekedar pemberitahuan bahwa laporan yang saya kirimkan sudah benar.

Bisa dibayangkan, saya sudah mengerjakan laporan tersebut dengan segera karena permintaan ‘sekarang’, dan sudah mengabaikan untuk sementara waktu laporan yang lain demi mengerjakan laporan yang diminta tersebut, namun kenyataannya laporan tersebut bukannya urgent atau dibutuhkan sekarang, melainkan laporan tersebut hanya sekedar penting atau important.

Sedangkan sebenarnya ada laporan lain yang seharusnya saya dahulukan karena jauh lebih urgent dan tak kalah pentingnya, bila dibandingkan dengan laporan yang hanya sekedar penting tapi sebenarnya tidak terlalu urgent atau terburu-buru.

Didunia yang serba cepat saat ini, semua orang selalu ingin didahulukan dan selalu ingin mendapatkan segala sesuatu dengan cepat, atau saat ini juga. Tak heran bila sering kita mendengar orang selalu menguatkan diri mereka sendiri dengan mengatakan bahwa Tuhan itu tidak pernah terlambat, karena sebenarnya didalam hati kecil mereka ingin Tuhan menjawab dengan segera.

Tetapi sayangnya, tidak semua orang benar-benar mengerti apakah yang mereka inginkan itu benar-benar penting atau tidak. Seandainya sekedar penting tetapi tidak terlalu buru-buru, kenapa harus minta sekarang?

Susunan prioritas kehidupan kita tergantung dari kemampuan kita membedakan antara yang penting dan yang terburu-buru. Tentu saja semua hal mungkin saja penting, tetapi kita harus mempertimbangkan selanjutnya apakah semua hal itu harus dilakukan kita atau diberikan pada kita segera?

Bila semuanya segera, maka tentu kita akan kewalahan, tetapi bila kita mengerti bahwa ada hal-hal yang bisa menunggu, maka kita akan dengan mudah menyelesaikan dan menjalani kehidupan ini langkah demi langkah.

Bersyukur karena Tuhan mengerti segala sesuatu yang penting dan terburu-buru, sehingga Dia tidak menjawab doa kita menurut tingkat urgent yang kita pikirkan. Dan memang benar, bahwa Dia adalah Tuhan yang selalu memberikan pada kita tepat waktu.

Cobalah untuk mempertimbangkan segala sesuatu, khususnya dalam hal prioritas dan keinginan untuk diprioritaskan, menurut tingkat kepentingan dan keterburu-buruan yang tepat! Karena sebenarnya, didalam hati kecil kita mengerti bahwa tidak semuanya urgent. Dengan demikian, kita juga bisa menjadi orang yang lebih dapat bersabar.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.glasbergen.com/tag/funny-boss-comics/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s