Khawatir Bermula Dari Keinginan


Tiba-tiba Sita menjadi sangat khawatir saat Pimpinan berkata bahwa hari ini adalah giliran Sita untuk mengetahui nilai hasil kerjanya selama setahun ini. Ingatan Sita tertuju pada saat dia beberapa kali melakukan kesalahan didalam mengumpulkan laporan, dan kesalahan itu membuat Sita menjadi semakin khawatir.

Sita berharap, penilaian kali ini baik, karena penilaian tersebut menentukan besarnya kenaikan gaji yang akan diberikan perusahaan untuknya. Sita membutuhkan banyak uang karena harga-harga saat ini melonjak naik, dan Ibu kost sudah mengatakan bahwa sewa kamar juga akan segera dinaikkan. Sita sudah menghitung-hitung uang yang harus diterimanya setiap bulan, dan Sita berharap dia bisa menerima gaji sesuai dengan jumlah yang sudah ada dalam perhitungannya itu.

Bila nilai yang diperoleh Sita tidak baik, maka Sita tidak tahu lagi harus mendapatkan uang dari mana untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal itulah yang membuat Sita semakin khawatir.

Kita semua memiliki banyak keinginan dan harapan. Keinginan dan harapan itulah yang sebenarnya membuat kita menjadi khawatir bila sesuatu terjadi tidak sesuai dengan yang kita inginkan dan yang kita harapkan.

Seorang Ibu yang sedang hamil mengalami kekhawatiran yang sangat, tidak hanya karena pertaruhan nyawa pada saat melahirkan, tetapi karena memikirkan kondisi bayinya. Tentu saja, harapan seorang Ibu itu melahirkan seorang bayi yang sehat dan normal.

worrySeorang pekerja mengalami kekhawatiran saat mendengar kabar bahwa perusahaan mengalami krisis ekonomi, karena harapan seorang pekerja adalah dirinya tetap dapat memiliki pekerjaan.

Seseorang merasa khawatir saat harus meminta maaf kepada seseorang yang lain, karena harapannya sangat besar untuk bisa dimaafkan atas kesalahannya dan hubungan bisa kembali pulih.

Dan masih ada begitu banyak contoh yang lain, yang ada disekitar kita mengenai sikap-sikap khawatir, yang sebenarnya bermula dari sebuah keinginan atau harapan.

Tak jarang orang lebih memilih untuk bersiap mengenai kemungkinan terburuk yang akan dialaminya karena ketakutannya untuk menjadi kecewa. Tetapi realitanya, saat hal terburuk terjadi, kekecewaan tetap tak dapat dihindari.

Berharap akan sesuatu yang baik dan berharap akan sesuatu yang buruk bedanya sangat tipis. Selain itu, sama-sama dapat membuat kita khawatir. Semakin kita mempersiapkan diri untuk sesuatu hal yang buruk, maka kita akan jauh lebih khawatir. Bila memang benar demikian, alangkah lebih baik bila kita mengharapkan sesuatu yang baik, bukan?

Amsal 12:25 berkata “Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia“.

Matius 6:27 berkata “Siapakah diantara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?“.

Khawatir membuat hidup kita susah dan tidak dapat tenang. Jadi, apakah kita tidak boleh memiliki sebuah keinginan dan harapan agar kita tidak menjadi khawatir lagi?

I Korintus 2:9 berkata Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia“.

Kita boleh memiliki keinginan, bahkan justru kita harus memiliki sebuah keinginan atau sebuah harapan, karena keinginan dan harapan itu yang membuat kita melangkah maju. Tetapi bila kita mengenal Tuhan dengan baik dan mengasihi Dia, maka seharusnya kita tahu bahwa segala sesuatu yang akan terjadi adalah hal yang baik, melebihi dari yang pernah kita lihat, yang pernah kita dengar, dan melebihi dari yang mungkin timbul didalam hati manusia.

Bila kita sudah mengetahui segala sesuatu yang akan Tuhan lakukan dan berikan untuk kita itu baik, maka tidak ada alasan bagi kita untuk menjadi khawatir yang berlebihan.

Letakkan keinginan dan harapan kita pada Tuhan, kemudian ijinkan Dia bekerja dengan caraNya untuk memberkati kita!

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.open.ac.uk/platform/blogs/society-matters/stranger-fiction-why-worry-about-worrying

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s