Menilai Sesudah Mengetahui


Tak sengaja Ruth melihat tatto yang ada di punggung Novita, salah seorang pemimpin pujian yang ada di gerejanya. Pada waktu itu, ada sebuah pertemuan di gereja, Novita datang dengan mengikat semua rambutnya dan mengenakan kaos warna putih, sehingga tentu saja tatto yang tak dapat dihilangkan itu dapat mudah terlihat oleh Ruth yang sedang duduk persis dibelakangnya.

Tanpa bertanya secara langsung kepada Novita, didalam hati Ruth langsung menyimpulkan bahwa Novita bukan seorang wanita baik-baik, dan Ruth juga berbisik-bisik kepada seorang teman yang duduk disampingnya, menunjukkan tatto milik Novita, kemudian dengan segera tersiar mengenai tatto tersebut.

Untuk mengakhiri berita mengenai tatto milik Novita, koordinator pelayan mimbar memanggil Novita secara pribadi untuk menanyakan kebenarannya. Novita menceritakan bahwa masa lalunya sangat buruk, dia suka merokok, suka minum minuman keras, dan memasang tatto termasuk salah satu ulahnya yang sengaja dilakukan untuk sekedar solidaritas bersama teman-temannya dulu.

Singkat cerita, pada suatu hari, Novita bertemu dengan seseorang yang menceritakan tentang Tuhan Yesus, dan Novita menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat, sehingga Novita sekarang memiliki hidup yang baru didalam Tuhan. Novita bersyukur karena dia bisa diterima untuk memimpin pujian, sehingga Novita bisa memuliakan nama Tuhan dengan talenta yang dimilikinya.

Firman Tuhan membahas secara khusus tentang menghakimi, yaitu didalam Matius 7 karena Tuhan Yesus mengerti bahwa seringkali kita dengan mudah menilai seseorang menurut yang kita lihat tanpa mau mendengar cerita yang sebenarnya langsung dari pihak yang bersangkutan. Kita lebih memilih mendengar cerita seseorang dari orang lain.

Matius 7:1 berkata “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi …“.

imagesKita tentu mengerti bagaimana rasanya ketika kita bersikap diam lalu orang lain mengatakan kita sombong, atau disaat kita marah lalu orang lain mengatakan kita jahat, atau disaat kita makan lalu orang lain mengatakan kita rakus, padahal kita sama sekali tidak bermaksud seperti demikian.

Tidak semua hal perlu kita ketahui. Rasa ingin tahu itu kadangkala ada manfaatnya, tetapi tidak semua hal yang kita ketahui itu ada manfaatnya bagi kita. Bila tujuan kita hanya sekedar untuk tahu, sehingga kita dapat menjadi seseorang yang tahu segala hal, kemudian kita dapat menceritakan ke semua orang untuk sekedar memiliki bahan pembicaraan, maka sebenarnya kita lebih baik tidak tahu apa-apa.

Juri menilai dari hasil. Sebagai contoh juri masterchef tentu tidak dapat memutuskan sebuah masakan itu enak atau tidak enak hanya dari bahan-bahan yang dipilih oleh para pesertanya. Juri baru bisa menilai sebuah masakan saat masakan itu sudah diolah oleh para pesertanya. Dengan demikian, juri dapat memberikan nilai dengan lebih bijaksana.

Sebuah kata-kata bijak mengatakan bahwa kita memiliki dua telinga yang terletak disebelah kanan dan kiri, dengan tujuan agar kita dapat mendengarkan sesuatu tidak hanya dari salah satu pihak saja, tetapi harus dari kedua belah pihak.

Alangkah bijaksana bila kita memutuskan untuk memberi penilaian terhadap segala sesuatu setelah kita mengetahui cerita yang sebenarnya dari sumbernya secara langsung.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://destwilder.blogspot.com/2010/05/my-examination-result.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s