Selalu Sayang


Seringkali, pada saat suami saya marah atas sebuah kesalahan yang saya perbuat, terlintas dalam pikiran saya bahwa nilai negatif saya sudah bertambah satu lagi di mata suami saya. Kemudian bila suami saya selama beberapa hari berturut-turut selalu menonton televisi, saya akan berpikir mungkin suami saya sedang tak ingin di ganggu. Dan masih ada begitu contoh lainnya, yang saya pikirkan tentang yang mungkin dipikirkan oleh suami saya.

Demikian pula sebaliknya, pada saat suami saya melakukan sebuah kesalahan, dia pikir kesalahan tersebut akan menambah nilai negatif dirinya didalam pandangan saya. Atau pada saat saya sedang serius mengerjakan sesuatu, suami saya pikir saya sedang mengabaikannya. Dan masih ada begitu banyak pemikiran suami saya yang belum tentu saya juga memikirkannya.

relationshipSampai pada suatu hari, kami berdua memutuskan untuk tetap percaya bahwa kami akan tetap saling menyayangi. Diawali dengan sebuah kalimat yang mengharukan dari suami saya, yang berkata “Aku tahu, sekali pun kamu kubuat menangis, atau kamu sedang marah denganku, atau kamu sedang diam, atau kamu sedang sibuk melakukan sesuatu, kamu akan tetap sayang sama aku“.

Selanjutnya, suami saya juga mengatakan bahwa sekali pun dia marah dengan saya, atau dia sedang diam, atau dia sedang sibuk melakukan hal yang lain, dia akan tetap sayang dengan saya. Kalimat tersebut benar-benar melekat didalam hati saya, saya menyetujuinya, saya percaya pada perkataannya, dan saya akan tetap sayang dengan suami saya.

Kemudian saya merenungkan, bila suami saya, seorang manusia biasa, bisa berkomitmen dan memiliki hati yang tetap sayang pada saya, walau pun dia dalam keadaan marah atau sibuk, maka terlebih lagi Tuhan juga sangat sayang pada kita, walau pun tampaknya Dia sedang mengacuhkan kita, atau mengijinkan masalah datang didalam hidup kita.

Seringkali kita berpikir pada saat kita melakukan kesalahan, orang lain akan merasa ‘hilang selera’ (baca: hilang feeling) terhadap kita. Seringkali kita berpikir pada saat kita marah, orang lain akan berpikir kita ini jahat, atau tidak suka dengan orang lain itu. Seringkali kita berpikir pada saat kita tertawa, orang lain akan berpikir kita ini kampungan. Seringkali kita berpikir pada saat kita menangis, orang lain akan berpikir kita ini cengeng.

Melakukan kesalahan, marah, tertawa, menangis, adalah satu paket kehidupan yang tak dapat kita hilangkan. Mungkin benar, orang lain yang melihat tingkah laku kita yang tidak baik akan membuat mereka berpikir tidak baik. Tetapi, belum tentu juga orang lain akan berpikir seperti yang kita pikirkan.

Ada orang-orang yang mungkin berpikir bahwa Tuhan sedang menghukum mereka dengan berbagai cobaan, atas kesalahan mereka yang sebelumnya, atau bahkan ada yang sudah tidak berani berdoa lagi karena mereka berpikir kesalahannya akan membuat Tuhan tidak mau mendengar doa mereka lagi.

Hari ini, saat Anda membaca tulisan ini, saya ingin memberi kabar baik, bahwa Tuhan sangat sayang dengan kita, apa pun kondisi kita, dan apa pun kesalahan yang pernah kita perbuat.

Seandainya saja, hari ini kita minta ampun atas kesalahan kita, Tuhan tentu tahu apakah kita benar-benar tidak akan mengulangi kesalahan kita itu lagi atau kita akan mengulanginya kembali di kemudian dia. Tetapi apa pun itu, Dia tetap mengasihi kita. Luar biasa kasih Tuhan itu, bukan?

Tentu saja, semua hal yang kita lakukan selalu ada konsekuensi atau balasannya. Jadi, jangan kita mengulangi kesalahan-kesalahan kita!

Satu hal yang pasti, kita akan benar-benar dapat mengasihi orang lain, kita akan benar-benar dapat mengampuni kesalahan, dan kita akan benar-benar dapat melakukan berbagai hal baik, termasuk memikirkan hal-hal yang baik, adalah pada saat kita benar-benar percaya bahwa Tuhan mengasihi kita, dan dapat merasakan, atau melihat banyaknya perbuatan ajaib yang Tuhan lakukan bagi kita, karena Dia mengasihi kita.

Tuhan memberkati!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s