Bersikap Dan Berkata Jujur


Pada suatu hari, sepulang dari kantor, Rina menyempatkan diri untuk duduk di sebuah taman yang indah, sambil menikmati burger kesukaannya.

Tak lama kemudian, terlihat oleh Rina, seorang anak remaja wanita sedang berbicara dengan seorang anak remaja pria di balik pohon. Rina tak mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh mereka, namun Rina mendengar ada seorang ibu yang tiba-tiba memanggil anaknya dari arah yang tak terlalu jauh, “Celine … Celine …“.

Rina melihat, anak remaja wanita yang ada di balik pohon itu menoleh sejenak, kemudian terlihat anak remaja wanita dan anak remaja pria itu berciuman, kemudian anak remaja wanita itu berlari mendekati Ibunya. Rupanya, anak remaja wanita itu yang bernama Celine.

Kini, Rina, Celine dan Ibunya duduk dalam satu bangku. Terdengar kembali oleh Rina, sang Ibu bertanya “Darimana saja kamu Celine?“. “Aku baru saja melihat anak-anak itu bermain bola disana Bu” Celine menjawab sambil menunjuk kearah yang berlawanan dengan tempat dia bertemu dengan anak remaja pria di balik pohon tadi. “Baiklah, kamu diam disini dulu, Ibu akan segera kembali” kata Ibunya.

Tanpa basa basi, Rina bertanya pada Celine “Mengapa kamu berbohong pada Ibumu?“. Celine menjawab “Karena aku tidak akan pernah bisa berkata jujur pada Ibu, Ibu pasti marah kalau tahu aku bertemu dengan teman priaku tadi“.

Setiap orang pasti pernah berkata tidak jujur, entah karena terpaksa berbohong, atau karena belum ada waktu yang tepat untuk mengatakan yang sebenarnya, atau karena memang kebiasaannya untuk bohong sehingga secara otomatis semua yang dikatakan selalu bohong.

Ada orang-orang yang terbiasa untuk berkata bohong, karena dengan kebohongan, dia justru bisa mendapatkan penghormatan, bisa dihargai, mungkin bisa dipercayai walau hanya sesaat, dan bisa mendapatkan begitu banyak pujian.

Ada juga orang-orang yang terbiasa untuk berkata bohong karena takut. Takut bila dia mengungkapkan keinginannya, maka keinginannya itu akan ditolak. Takut bertengkar. Takut dimarahi. Takut salah. Takut berbagai hal, sehingga akhirnya setelah dipertimbangkan, dia memilih untuk berkata bohong, sehingga lambat laun, kebohongannya menjadi suatu kebiasaan.

Pengkotbah 7:29 berkata “Lihatlah, hanya ini yang kudapati: bahwa Allah telah menjadikan manusia yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih

Orang-orang yang suka berbohong, biasanya mereka akan sering mengalami krisis percaya diri. Mereka tidak yakin bahwa dirinya benar, sehingga mereka memilih untuk berbohong, karena seringkali, kebohongan justru lebih mendapatkan kepercayaan, tetapi sayangnya, hanya pada awalnya saja. Sedangkan, pada saat kita melakukan yang benar atau berkata yang benar, maka selamanya kita akan mendapatkan kepercayaan, tidak hanya pada saat di awal.

Orang-orang yang suka berbohong, biasanya mereka akan sulit untuk melihat realita yang ada. Kebohongan menciptakan berbagai hal yang palsu atau tidak nyata. Kebohongan membuat kita hidup di dunia khayalan, sehingga kita tak perlu heran bila ceritanya dapat berubah-ubah.

Sebagai contoh, kita berbohong dengan mengatakan pada semua orang bahwa pakaian yang kita kenakan ini seharga puluhan juta rupiah, padahal harganya tak lebih dari lima ratus ribu rupiah. Dengan kita menciptakan kata-kata bohong itu, membuat kita akhirnya hidup dalam dunia khayalan, seolah-olah harga pakaian yang kita kenakan itu benar-benar mahal, sehingga semua orang harus menjadi kagum dan berhati-hati saat menyentuh pakaian kita.

Kemudian, kita menjadi marah atau bertindak berlebihan apabila ada orang-orang yang tak sengaja menuangkan air ke pakaian kita. Padahal, bila kita mau berkata jujur bahwa pakaian yang kita kenakan tidak semahal seperti yang kita katakan, maka saat kita merasa kesal dengan orang yang tak sengaja menuang air dan mengenai pakaian kita, kita pasti dapat berpikir yang sebenarnya bahwa yang mengesalkan adalah kita menjadi basah.

Kebohongan hanya memberikan kenyamanan sesaat. Kebohongan hanya dapat melindungi kita sesaat. Tetapi, tahukah kita, bahwa selamanya orang akan menjadi sulit percaya pada kita, dan akan selalu merendahkan kita, saat mereka tahu kita ternyata suka berbohong?

honestBersikap dan berkatalah dengan jujur!

Kejujuran membuat kita mampu untuk menjadi percaya diri dan bersikap apa adanya. Kita akan menuai penilaian yang jujur. Kejujuran membuat kita tak perlu bersusah payah mengingat kebohongan yang kita ciptakan. Kejujuran akan membuat kita merasa tenang (Amsal 11:6 “Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya …“).

Kejujuran berkaitan dengan ketulusan hati. Kita tidak dapat berkata pada seseorang bahwa pemberian kita tulus, sedangkan kita selalu hidup dengan cara berbohong.

Dan kejujuran akan mendatangkan sebuah perkenanan (Amsal 16:13 “Bibir yang benar dikenan raja, dan orang yang berbicara jujur dikasihi-Nya“).

Bila kita terbiasa untuk berkata bohong, maka kita akan sulit mengendalikan diri kita untuk bisa berkata dengan jujur. Belajarlah untuk berkata jujur, karena kejujuran menghasilkan buah yang baik. Amsal 20:11 berkata “Anak-anak pun sudah dapat dikenal dari pada perbuatannya, apakah bersih dan jujur kelakuannya“.

Amsal 2:6
Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya“.

Amsal 28:5
Orang yang jahat tidak mengerti keadilan, tetapi orang yang mencari Tuhan mengerti segala sesuatu“.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://workthedream.wordpress.com/2012/04/30/actions-are-louder-than-words/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s