Ungkapkan yang Ada Dihatimu!


Tidak semua orang bisa mengungkapkan apa yang ada didalam hatinya. Saya adalah orang yang paling sulit mengungkapkan isi hati melalui kata-kata, apalagi bila saya harus mengungkapkannya secara lisan, itu sebabnya saya sangat suka menulis. Melalui tulisan, saya bisa mengganti susunan kalimat yang kurang tepat, atau menghapus kata-kata yang tak seharusnya diucapkan.

Mami saya adalah orang yang paling bisa memahami isi hati saya, itu sebabnya saya sangat merasa kehilangan saat Tuhan memanggil mami saya. Saat saya berkata “tidak mau“, mami saya tahu alasan saya, tanpa saya harus mengatakannya, sehingga mami saya tahu bagaimana cara memberitahukan sudut pandang yang lain, yang belum saya ketahui.

Berjalannya waktu, saya harus belajar untuk mengungkapkan isi hati saya, khususnya pada saat saya memutuskan untuk menikah. Suami saya bukan mami saya, yang hidup bersama saya sejak saya lahir, sehingga dia butuh saya bisa mengungkapkan isi hati saya, agar dia bisa memahami sudut pandang saya, dan saat suami saya juga mengungkapkan isi hatinya, maka saya bisa memahami sudut pandangnya. Selanjutnya, kita bisa saling bertukar pikiran dan saling memahami.

communicationAda begitu banyak masalah dan pertengkaran terjadi karena miss-communication, atau kurangnya komunikasi. Miss-communication seringkali dianggap orang sebagai suatu kesalahan bicara. Tetapi, menurut saya, miss-communication seringkali terjadi karena seseorang tidak mau atau tidak berani atau tidak bisa mengungkapkan isi hatinya, sehingga orang lain tidak dapat mengerti apa maksud hati seseorang itu.

Sebagai contoh, saya berkata pada suami saya “kamu tidak ingin makan roti?“, suami saya menjawab “tidak“. Padahal sebenarnya didalam hati saya sedang ingin makan roti, dan pada saat saya mendengar suami saya berkata “tidak“, maka bisa saja saya menjadi marah dan kecewa, seolah-olah suami saya melarang saya makan roti.

Seandainya saya mengungkapkan isi hati saya dengan berkata “saya ingin makan roti“, maka mungkin suami saya, yang mengerti kalau saya sedang ingin makan roti akan membelikan saya roti. Tetapi ada kalanya juga, suami saya menginginkan makanan yang lain, dan dia tidak mengatakannya, sehingga saya bisa saja menganggap respon suami saya seolah-olah dia sedang keberatan kalau saya makan roti, padahal mungkin dia sedang memikirkan ide yang lain.

Seandainya suami saya mengatakan “saya memiliki ide yang lain“, maka mungkin kita bisa mengambil jalan keluar, misalnya saja mampir ke toko roti terlebih dahulu kalau saya sedang tidak ingin dengan idenya, atau mungkin keinginan suami saya lebih menarik, sehingga saya membatalkan niat saya untuk membeli roti.

Memang benar, tidak semua hal yang ada didalam hati bisa kita ungkapkan. Tetapi, ada kalanya kita dapat mengurangi masalah, dapat mengurangi beban kita, dan juga bahkan bisa membuat diri kita berhasil mendapatkan sebuah promosi, apabila kita berani jujur mengungkapkan isi hati kita dan memberitahukan ide-ide kita.

Kita ingin orang lain memahami kita, tetapi kita tidak pernah mengungkapkan keberatan-keberatan kita. Kita ingin mendapatkan jalan keluar, tetapi kita tidak pernah mengungkapkan persoalan kita. Kita menginginkan sesuatu, tetapi kita tidak pernah mengatakannya. Lalu bagaimana orang lain dapat memahami, bagaimana orang lain dapat membantu, dan bagaimana cara kita mendapatkan yang kita inginkan?

Setiap orang memiliki sudut pandangnya masing-masing. Saat kita diam, seseorang bisa berpikir kita setuju dan seseorang yang lain bisa berpikir kita bersikap netral, padahal mungkin kita diam karena sebenarnya kita tidak setuju akan sebuah keputusan. Seandainya saja kita berani mengungkapkan isi hati kita, mungkin saja alasan kita itu justru yang bisa diterima dan membuat sebuah keputusan itu menjadi lebih baik.

Mengungkapkan isi hati, dapat menghindarkan kita dari kesalahpahaman, dapat membuat kita menemukan jalan keluar, dapat membuat kita kompak, dapat membuat orang lain belajar akan pemikiran-pemikiran yang baik dari kita, dan dapat membuat kita bisa berjalan hingga tiba di tujuan dengan selamat.

Sebaliknya, saat kita mendengar seseorang mengungkapkan isi hatinya, maka kita dapat memahami sudut pandangnya, sehingga kita bisa belajar pemikiran-pemikiran yang baik dari seseorang itu, kita bisa membantu seseorang untuk mencapai tujuannya, atau bahkan kita bisa berjalan bersama-sama seseorang itu untuk berada di sebuah tujuan.

Dan jangan lupa untuk mengungkapkan isi hati kita pada orang yang tepat dan sesuai sasaran, karena komunikasi tidak akan sampai bila kita hanya sekedar ‘curhat’ dengan orang lain, sedangkan orang yang bersangkutan tidak mengerti maksud kita.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.classesandcareers.com/education/2012/09/06/communicationskillsintheworkplace/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s