Kau Benci Dia, Kau Perlu Dia


hate and needBukan merupakan sebuah cerita yang asing lagi, saat semakin kita membenci seseorang, maka biasanya semakin kita akan membutuhkan seseorang itu untuk menolong kita.

Ada sebuah contoh cerita, yang mungkin dapat membantu kita untuk memahami maksud dari judul artikel kali ini. Ada sebuah keluarga, yang mana orang tuanya merasa salah satu di antara anak-anaknya itu ada yang memiliki beragam kekurangan, sehingga perlakuan mereka atas seorang anaknya ini berbeda dengan anak-anaknya yang lain.

Saat anak-anak yang lain dibelikan mainan yang paling bagus dan mahal, anaknya yang satu itu diberikan mainan yang tidak terlalu mahal, dengan alasan kalau anaknya yang satu itu tidak dapat menjaga barang-barangnya, nanti takut mainan yang baru akan segera rusak.

Saat anak-anak yang lain mendapatkan nilai jelek di sekolahnya, orang tua berkata bahwa anak-anaknya itu hanya belum benar-benar mengerti materi yang diajarkan. Tetapi saat seorang anak itu yang mendapatkan nilai jelek, orang tua akan segera menghukumnya agar di kemudian hari tidak mendapatkan nilai jelek lagi.

Sikap orang tua ini mungkin dikatakan wajar, karena hanya orang tua yang memahami kondisi anak-anaknya, sehingga orang tua tahu cara yang terbaik untuk memperlakukan anak-anaknya. Tetapi secara tak sadar, sikap orang tua itu juga dapat membuat seorang anaknya itu merasa dia tidak disukai oleh orang tuanya dan dia bisa saja merasa orang tuanya sudah bersikap pilih kasih.

Beranjak dewasa, saat semua anak sudah bekerja, dan dapat menghidupi dirinya sendiri, orang tua berharap anak-anaknya bisa memberikan sedikit bantuan untuk mereka. Tetapi diantara semua anaknya itu hanya ada seorang saja yang mau memberikan sebagian miliknya, yaitu seorang anak yang selama ini selalu diperlakukan berbeda, seorang anak yang selalu menerima bagian yang bukan yang terbaik.

Seorang anak yang mungkin dianggap paling tidak berguna, tidak dapat diandalkan, dan memiliki beragam kekurangan, ternyata yang paling diperlukan oleh orang tuanya.

Kisah yang serupa mungkin pernah kita dengar atau kita alami, misalnya saja seorang menantu yang dianggap paling tidak berguna, tidak berasal dari keluarga yang kaya, ternyata saat orang tua membutuhkan, hanya seorang menantu ini yang bersedia untuk memberikan pertolongan.

Contoh lain, mungkin ada seorang anggota jemaat yang paling menyebalkan di gereja, sikapnya tidak dapat diterima, dan mungkin lebih baik bila dia pindah gereja saja. Tetapi ternyata hanya seorang anggota jemaat ini yang mau membantu gereja untuk membuat sebuah acara dapat berjalan dengan baik, saat semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing.

Ada juga contoh, teman-teman yang paling menjengkelkan kita, ternyata di kemudian hari mereka adalah teman-teman yang paling tulus menolong kita saat kita mengalami kesulitan.

Dan ada sebuah kisah, pada saat Tuhan Yesus hendak disalibkan, ada begitu banyak orang yang membenci Dia, sampai menginginkan kematianNya, padahal sebenarnya orang-orang itu memerlukan Tuhan, untuk mendapatkan keselamatannya.

Orang-orang yang paling kita pandang rendah, atau orang-orang yang paling kita benci, adalah orang-orang yang sebenarnya paling kita butuhkan. Hal ini merupakan sebuah bukti bahwa orang-orang yang kita pandang rendah, Tuhan tinggikan orang-orang itu dengan cara membuat kita membutuhkan pertolongan mereka dan hanya mereka yang mau memberikan pertolongannya bagi kita.

Itulah sebabnya, jangan kita memandang rendah orang lain, dan membenci orang lain sampai berlebihan! Kita tidak pernah tahu saat-saat Tuhan mengangkat orang lain yang kita rendahkan itu dan kita tidak pernah tahu saat-saat dimana kita terpaksa membutuhkan seseorang untuk membantu kita.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.toonpool.com/cartoons/I%20Love%20You%20And%20I%20Hate%20You_8000

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s