Tuhan Pasti Sanggup


Saat seorang teman berulang tahun, mami saya sedang tergeletak sakit yang teramat parah. Saya, sebagai seorang anak yang memiliki hubungan sangat dekat dengan mami saya, rasanya ingin pergi ke Surga, demi bertemu dengan Tuhan Yesus, untuk memintaNya segera menyembuhkan mami saya.

Saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada teman saya itu, dan entah ide datangnya dari mana, tiba-tiba saya juga berkata, “Bila berkenan, mohon agar saya mendapatkan satu saja permintaanmu kepada Tuhan di hari ulang tahunmu ini, untuk kesembuhan mami saya“.

Seorang teman saya itu sudah menikah dan memiliki tiga orang anak. Sebenarnya, hubungan saya dengan teman saya itu tidak terlalu akrab, tetapi dengan ketidakberdayaan saya pada waktu itu, mungkin membuat saya berani memohon pada teman saya itu untuk didoakan.

Tidak saya sangka, teman saya itu menjawab, “Saya sangat terharu mendengarkan permohonanmu ini Lia. Saya pasti akan mendoakan“.

Kejadian itu sudah berlangsung beberapa tahun yang lalu sewaktu mami saya masih belum masuk rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia.

Saat saya sudah menikah, ada pergumulan tentang pekerjaan dan masalah ekonomi yang sedang dialami oleh keluarga kecil saya ini. Beban yang terasa begitu berat didalam hati kami, membuat saya tiba-tiba teringat akan kejadian dimana saya pernah minta seorang teman untuk mendoakan mami saya di hari ulang tahunnya.

Roh Kudus mengingatkan kepada saya bagaimana reaksi seorang teman, yang tidak dekat dengan saya itu, tetapi bisa turut merasakan kesedihan hati saya, dan seandainya bisa, saya pikir, teman saya itu pasti akan membantu saya untuk membuat mami saya kembali sehat.

PrayingDemikian pula Tuhan, melihat keadaan saya yang sedang berbeban berat, Dia pasti akan merasa terharu saat melihat saya menangis. Dan kabar baiknya, Dia adalah Tuhan yang sanggup membuat mujizat.

Saya menuliskan kisah ini agar teman-teman dapat terbeban untuk mendoakan teman-teman yang lain yang diketahui sedang memiliki masalah, dan saya juga ingin teman-teman yang sedang bersedih karena beban masalah yang begitu berat menjadi percaya bahwa Tuhan pasti sanggup menolong kita semua keluar dari masalah, seberat apa pun.

JawabanNya yang terbaik untuk kita akan segera kita dapatkan. Dia, Tuhan, yang tidak akan pernah melepaskan tanganNya atas hidup kita.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://momlifetoday.com/2011/03/the-benefits-and-challenges-of-praying-with-your-husband/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s