Menjaga Rahasia


keep silentPada umumnya, sebelum menyampaikan tujuan utamanya, seseorang akan mencoba berbasa basi terlebih dahulu dengan sebuah kalimat yang umum, seperti “Halo, apa kabar?“, atau “Hai, lagi apa?“, atau “Hei, ada acara apa hari ini?“, dan ada juga yang langsung membicarakan yang dia perlukan. Ada begitu banyak cara seseorang membuka sebuah pembicaraan.

Tetapi, ada seorang teman yang selalu memulai pembicaraan dengan cara menceritakan tentang kisah orang lain, misalnya saja “Ani baru saja mengatakan padaku kalau dia memutuskan untuk bercerai, tetapi katanya baru aku yang dia beritahu“. Setelah beberapa bulan lamanya, seorang teman ini tidak pernah menyapa, tiba-tiba dia berkata, “Teddy baru saja cerita kalau cintanya ditolak oleh Lani, tetapi ini masih rahasia“.

Dengan membuka cerita mengenai orang lain, ada begitu banyak orang yang kemudian menjadi tertarik dengan kelanjutan ceritanya, sehingga mungkin saja membuat seorang teman ini merasa lebih mudah di terima

Bahan pembicaraan yang paling menarik adalah kisah orang lain.

Tetapi, tahukah Anda? Saat kita sedang membicarakan persoalan yang sedang dihadapi oleh orang lain, ada kalanya kita kemudian menertawakannya, atau menjadikannya sebagai suatu kesenangan pribadi. Sedangkan orang lain yang sedang menghadapi suatu persoalan itu mungkin sedang menangis, sedang tertekan, dan keadaannya sedang sangat kacau. Bukan bantuan yang dia dapatkan, melainkan kisahnya menjadi sebuah bahan pembicaraan ringan yang seolah-olah hanya dipandang sebelah mata saja.

Secara pribadi, ada kalanya saya ingin menceritakan beban persoalan saya pada seseorang. Tetapi, saya tidak mungkin bercerita pada semua orang yang akan saya temui pada hari itu. Saya harus benar-benar yakin bahwa seseorang mampu menjaga cerita saya itu.

Demikian pula sebaliknya, bagi saya, bila seseorang menceritakan beban persoalannya pada saya, maka saya menganggapnya sebagai suatu kepercayaan, yang mana saya harus bisa menyimpan cerita seseorang itu hanya untuk diri saya sendiri.

Sebuah kepercayaan terbentuk, salah satunya saat kita mampu menjaga sebuah rahasia. Sebuah rahasia yang kita pegang, sebenarnya merupakan sebuah kekayaan tersendiri bagi kita, dalam arti kita memiliki sebuah kepercayaan yang belum tentu dimiliki oleh orang lain. Itu sebabnya, kita harus bisa menjaga sebuah kepercayaan itu.

Ada begitu banyak bahan pembicaraan yang sebenarnya jauh lebih menarik. Bila kita bertemu dengan seorang teman, apalagi yang mungkin sudah lama kita tidak pernah menjalin komunikasi, kita bisa menanyakan kabarnya, dan ijinkan seorang teman itu menceritakan berbagai hal tentang dirinya sendiri, bukan tentang orang lain. Itu juga merupakan salah satu cara agar kita dapat mengenalnya dengan baik.

Demikian pula, kita tak perlu menceritakan tentang keadaan orang lain, apalagi bila kita hanya bertujuan sekedar ingin terdengar menarik. Ceritakan berbagai hal tentang kita. Hidup kita ini indah, orang lain perlu mendengarkan kesaksian tentang kita, bukan untuk menyombongkan diri, melainkan untuk membuat orang lain terberkati. Ada persoalan yang kita hadapi, tetapi bukankah setiap hari, selalu ada hal yang baik yang pasti kita alami?

Ada kalanya kita hanya memiliki kesempatan untuk berkata beberapa kata, gunakanlah kesempatan itu untuk mengucapkan kata-kata yang lebih bermanfaat, mudah diingat oleh orang lain, dan bisa memberkatinya.

Tuhan memberkati.

**picture taken from:
http://www.clker.com/clipart-quiet-sign.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s