FirmanNya Untuk Kita


Mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita kalau mendengar sebuah cerita pada saat Firman Tuhan disampaikan, ada suami yang mengatakan pada istrinya “Dengar itu Firman tadi kalau istri harus menghormati suami”, atau ada istri yang mengatakan pada suaminya “Dengar itu Firman tadi kalau suami harus mencintai istri”, atau ada orang tua yang mengatakan pada anak-anaknya “Dengar itu Firman tadi kalau anak-anak harus menghormati orang tuanya”.

Mungkin juga ada yang tidak mengatakannya secara langsung, tetapi saat Firman Tuhan disampaikan, dia mengangguk-ngangguk dengan cepat sambil menyikut lengan orang yang duduk disebelahnya, atau menjawab “Amen” dengan lantangnya, seolah-olah ingin mengatakan bahwa Firman itu memang benar untuk seseorang yang ada di bangku sebelahnya, atau untuk seseorang yang lain.

Sikap seseorang yang seperti ini tentu sangat menjengkelkan. Ada begitu banyak anak yang mungkin kecewa saat orang tuanya terus menerus memberikan nada penekanan pada saat Firman Tuhan dibacakan, sekedar untuk meyakinkan anak-anaknya bahwa Firman itu harus mereka perhatikan baik-baik. Ada begitu banyak suami atau istri yang sangat kecewa dengan pasangannya karena sikap yang selalu memberikan nada penekanan pada saat Firman Tuhan dibacakan, seolah-olah ingin mengatakan “Tuh… Dengar tuh…”.

Kita semua tentu tahu bahwa pada saat Tuhan datang nanti, Dia akan menghakimi kita satu per satu, dan kita masing-masing akan bertanggung jawab atas kehidupan masing-masing. Dengan kata lain, Tuhan berurusan dengan masing-masing pribadi. Jadi, kita tidak akan bisa mengatakan bahwa kita begini karena salah dia, atau kita juga tidak bisa membela seseorang dengan mengatakan dia begitu karena salah saya.

Demikian pula pada saat Firman Tuhan kita baca atau seorang Hamba Tuhan sedang membagikan Firman Tuhan, maka Firman yang kita baca atau kita dengar adalah untuk diri kita sendiri. Jangan menunjuk orang lain untuk mendengarnya! Orang lain yang mendengar juga memiliki bagiannya sendiri.

Memang benar, ada kalanya kita mendapatkan Firman untuk menguatkan orang lain, dan mungkin untuk menegur orang lain. Namun, bukan berarti setiap kali kita yakin bahwa Firman itu untuk orang lain. Kalau semua Firman yang menegur untuk orang lain, lalu Firman yang untuk kita yang mana?

Mungkin kita sering melakukan hal itu, memberikan nada penekanan untuk meyakinkan orang lain bahwa Firman itu untuk mereka, dengan sikap menyindir. Tetapi, pernahkah kita ingat bahwa kita juga manusia, yang juga bisa berbuat salah, yang juga perlu untuk ditegur, dan yang tidak selalu harus dikuatkan. Seandainya kita yang berada di posisi orang lain, dan ada orang-orang yang suka memberikan nada penekanan bahwa Firman yang dibacakan untuk memberikan peringatan pada kita, kita tentu juga akan merasa jengkel.

Seandainya seseorang bisa merasa jengkel karena dia tahu kita menyindirnya, mengapa kita tidak mengatakan secara langsung? Alangkah baik bila kita menegur seseorang secara langsung tanpa harus menyindirnya. Seseorang akan lebih bisa memahami maksud kita.

Selain itu, bila seseorang sudah membaca Firman dan juga bersama-sama dengan kita mendengar pada saat Firman dibagikan, maka tentu kita tidak perlu repot bersikap memberikan nada penekanan atau menyikut seseorang untuk meyakinkan bahwa Firman itu untuk mereka.

Firman Tuhan itu berlaku untuk kita semua. Seandainya kita diberi hikmat untuk memberitahukannya pada orang lain, maka lakukanlah untuk memberkati orang lain! Tetapi, bila tujuan kita hanya untuk menyindir seseorang, maka berusahalah untuk mengatakannya secara langsung dengan tujuan untuk membuat seseorang lebih baik, dan tidak perlu melakukannya secara terus menerus agar tidak membuat seseorang merasa jengkel pada akhirnya.

Tuhan memberkati!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s