Berdoa, Didoakan, Dan Mendoakan


Pada suatu hari saya pernah meminta seorang teman untuk mendoakan saya. Tetapi, sungguh mengejutkan karena seorang teman ini ternyata menolak untuk mendoakan saya. Saya mengerti maksud teman saya, dia ingin agar saya memiliki rasa percaya diri untuk menyampaikan permohonan saya sendiri kepada Tuhan dan dia juga meyakinkan saya bahwa Tuhan pasti akan memberikan yang saya minta.

Di sisi lain, seorang Hamba Tuhan mengajarkan bahwa salah satu hal yang perlu kita pelajari dari sikap Maria dalam kisah Perkawinan Di Kana, tempat terjadinya mujizat pertama kali, yaitu Maria bersedia berdiri di tengah-tengah antara persoalan orang lain dengan Yesus yang dia kenal (Yohanes 2:1-11). Mujizat yang terjadi di Kana, sebenarnya bukan untuk kepentingan Maria, melainkan untuk kepentingan pengantin. Tetapi, Maria memohon kepada Yesus untuk membuat mujizat demi kelangsungan acara perkawinan tersebut.

Kita semua tahu bahwa sebagai seorang pemercaya, sudah seharusnya kita berdoa, karena dengan berdoa, kita berkomunikasi dengan Tuhan. Dengan berdoa, kita dapat menyampaikan seluruh isi hati kita kepada Tuhan. Kita percaya bahwa Tuhan pasti mendengar doa kita, itu sebabnya kita berdoa.

Walau pun kita tahu bahwa Tuhan mendengarkan doa kita, tetapi saya percaya, kita tentu juga akan merasa sangat gembira bila ada seseorang yang mau berdoa untuk kita. Bila kita tahu ada seseorang yang mau berdoa untuk kita, maka kita akan tahu bahwa seseorang itu sedang memikirkan kita, seseorang itu sedang memerhatikan kita, seseorang itu sedang peduli dengan kita, dan seseorang itu sedang bersehati kita didalam doanya.

Sama seperti halnya saat kita senang mendengar ada seseorang yang mau berdoa untuk kita, tentu orang lain juga senang saat mereka tahu kita juga benar-benar berdoa untuk mereka. Firman Tuhan didalam Amsal 3:27 berkata “Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya“. Saat kita tidak bisa memberikan bantuan apa pun untuk orang lain, sebenarnya kita masih bisa berdoa untuknya.

Tidak pernah ada yang salah dengan berdoa. Berdoa adalah sesuatu hal yang baik. Kita berdoa untuk diri kita sendiri, kita didoakan oleh orang lain, dan kita berdoa untuk orang lain adalah sesuatu hal yang baik.

Saat kita berdoa untuk diri sendiri adalah hal yang biasa, karena kita masing-masing memiliki kepentingan yang ingin mendapatkan jawaban dari Tuhan.

Saat kita didoakan oleh orang lain, sebenarnya orang lain sedang melakukan hal yang luar biasa untuk kita, karena dia sedang berdoa, menyatakan imannya bukan untuk kepentingannya sendiri, melainkan untuk kepentingan kita.

Dan saat kita berdoa untuk orang lain, sebenarnya kita juga sedang melakukan hal yang luar biasa untuk orang lain, karena kita sedang berdoa, menyatakan iman kita bukan untuk kepentingan kita sendiri, melainkan untuk kepentingan orang lain.

Berdiri di tengah-tengah antara orang lain dengan Tuhan yang kita percaya tampaknya hal mudah yang bisa kita lakukan, tetapi realitanya saat seseorang meminta kepada kita untuk didoakan, ada kalanya kita merasa enggan untuk mendoakannya, karena berbagai pemikiran manusia kita sendiri yang tanpa sadar bisa saja menghakimi permintaan seseorang itu.

Itu sebabnya, berdoa untuk kepentingan orang lain adalah sikap yang luar biasa yang mungkin bisa menjadi satu-satunya cara untuk kita menolong orang lain keluar dari persoalannya.

Tuhan memberkati!

20131205-181057.jpg

Iklan

One thought on “Berdoa, Didoakan, Dan Mendoakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s