Bolehkah Marah?


Selama ini, ada begitu banyak orang yang berpikir bahwa seseorang yang marah itu berarti jahat, seseorang yang marah itu berarti sifatnya tidak baik, atau seseorang yang marah itu berarti sedang sensitif.

Memang benar, ada orang-orang yang sangat cepat menjadi marah ketika ada sesuatu yang terlihat tidak baik menurutnya. Tetapi, Firman Tuhan didalam Pengkotbah 7:9 berkata “Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh“. Seseorang yang mudah marah, biasanya adalah seseorang yang menyukai kesempurnaan, sehingga tak heran bila sesuatu yang dirasakan tidak benar, akan segera membuatnya marah.

Selain itu, seseorang yang mudah marah itu karena terbiasa marah, dan tidak pernah ada orang yang bersedia membantunya dengan memberikan pengertian secara berkala. Malah ada orang-orang disekitarnya yang sengaja membuatnya marah, sehingga tak heran bila akhirnya seseorang itu kembali terpancing untuk marah.

Seseorang yang mudah marah harus memiliki kesadaran sendiri untuk menahan emosinya, dengan cara belajar untuk memahami situasi dan kondisi orang-orang disekitarnya, serta memampukan diri untuk melihat kenyataan bahwa tidak pernah ada yang sempurna di dunia ini, tetapi kita tetap bisa bahagia dan bersyukur dengan ketidaksempurnaan itu. Karena kadangkala, ada orang-orang yang justru merasa dirinya benar, sehingga sulit untuk disadarkan bahwa dia tidak perlu marah. Butuh waktu lama untuk membiasakan diri kembali, sehingga butuh usaha yang memang tidak mudah.

Kita mungkin hanya bisa memahami kemarahan orang-orang yang selama ini mungkin tidak pernah terlihat marah. Tetapi, saat kita tahu orang-orang tertentu yang memang mudah marah sedang marah, maka mungkin kita akan sulit memahami kemarahan orang-orang itu, dan segera kita akan berpikir seseorang itu pemarah.

Pasti ada alasan jika seseorang itu marah. Walau pun seseorang yang selama ini mungkin dikatakan sebagai seorang yang sabar, atau seseorang yang memang mudah marah, namun saat seseorang marah, pasti ada alasannya. Dan seringkali yang kita lihat bukan alasan seseorang marah, melainkan fokus kita selalu pada kemarahan seseorang atau cara seseorang itu marah. Seandainya saja, kita mengerti penyebab kemarahan seseorang, tentu kita tidak dengan mudah berpikir negatif tentang seseorang yang sedang marah.

Misalnya saja, kita terkejut karena seseorang tiba-tiba marah dengan kita. Sebenarnya, seseorang itu tidak secara tiba-tiba marah dengan kita, tetapi kalau kita ingin tahu alasannya, maka kita harus mencoba mengingat-ingat hal-hal yang sekiranya pernah kita lakukan, atau kita bisa berusaha menanyakan pada yang bersangkutan.

Saat kita tahu persoalan yang menyebabkan seseorang marah, maka saat kita berusaha memperbaikinya atau memberikan penjelasan, kita pasti dapat melihat sikap baik seseorang itu dan hubungan akan kembali pulih sebagai imbalannya. Sebaliknya, saat kita justru menghindari dan atau membenci seseorang yang marah itu, maka kita akan selalu mengalami kesulitan dengan seseorang itu.

Marah itu boleh, dan kadang-kadang perlu.

Tetapi, Firman Tuhan didalam Efesus 4:26 mengingatkan agar kita tidak berbuat dosa pada saat marah. Seseorang yang marah bisa mengakhiri kemarahannya dengan kebencian. Akibat dari kebencian adalah sakit hati. Dan akibat dari sakit hati adalah iri hati, balas dendam, dan penyakit.

Kemarahan saja sudah membuat seseorang yang dimarahi dan seseorang yang memarahi itu terluka, apalagi kebencian. Tidak ada seseorang yang terlihat benar-benar cantik atau benar-benar tampan saat menyimpan kemarahan didalam hatinya. Jadi, jangan bingung bila orang lain tidak bisa melihat kecantikan atau ketampanan di wajah kita, selama kita masih menyimpan kebencian.

Kebencian akan selalu membuat seseorang hidup tidak tenang dan membuat hidup seseorang menjadi lebih susah. Kebencian membuat seseorang selalu ingin menjadi lebih dari orang lain, tetapi tujuannya sekedar ingin bersaing. Padahal belum tentu orang lain mengerti kalau kita sedang ingin bersaing dengannya, tetapi kita bahkan sudah menyusahkan diri dengan berusaha menjatuhkan orang lain, yang kita anggap sebagai lawan.

Kita boleh marah karena sebuah kesalahan yang dilakukan oleh seseorang, tetapi kita jangan membenci seseorang itu! Dan yang terpenting, seseorang yang membuat kita marah harus mengerti penyebab kemarahan kita, agar kita bisa mendapatkan jalan keluar, mendapatkan sebuah penjelasan, atau kita bisa melihat suatu perubahan dari sikap seseorang.

Firman Tuhan juga mengingatkan agar kita tidak marah sampai matahari terbenam, yang artinya kemarahan kita jangan sampai berlarut-larut atau menjadi selama-lamanya.

Ada kalanya kemarahan kita sangat besar karena kita sudah berusaha menahannya selama bertahun-tahun, sehingga butuh waktu yang mungkin bertahun-tahun juga lamanya untuk bisa melupakan dan mengampuni seseorang yang sudah membuat kita menjadi sangat marah itu. Tetapi, bukan berarti kita terlena untuk terus menerus menyimpan kemarahan kita.

Ada orang-orang yang masih begitu sangat sakit hati saat melihat seseorang yang pernah membuatnya marah. Bertahun-tahun berlalu, kita masih saja sakit hati dengan seseorang yang pernah membuat kita marah, sedangkan seseorang itu mungkin saja sekarang sudah berubah menjadi lebih baik. Dulu mungkin seseorang itu pemarah, tetapi sekarang sudah jauh lebih sabar. Lalu di pikiran kita sendiri masih terus berpendapat bahwa seseorang itu tetap seperti yang dulu.

Bila kita ingin mengampuni, maka memang perlu waktu untuk benar-benar bisa mengampuni. Tetapi, seharusnya seiring berjalannya waktu, paling tidak kemarahan kita seharusnya sudah berkurang walau pun tidak mencapai angka setengahnya, dan berangsur-angsur hilang. Seandainya bisa, tentu kita tahu bahwa semakin cepat kita membuang kemarahan, maka semakin cepat kita mencegah datangnya sakit hati.

Kemarahan itu manusiawi. Tetapi, sekarang kita tahu bahwa seperti halnya kesabaran ada batasannya, maka kemarahan pun juga ada batasannya. Selanjutnya, kita sekarang juga tahu bahwa saat orang lain marah, maka kita harus mencari tahu penyebab kemarahan agar bisa mendapatkan solusinya.

Tuhan memberkati!

20131219-174817.jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s