Berharap Lebih


Selama saya menjalani hidup ini bersama Tuhan, ada beberapa kali saya mengalami mujizat. Salah satu kisahnya pada saat saya harus melewati Tugas Akhir sebelum saya menyandang gelar Sarjana.

Saya masih ingat, pada saat saya keluar dari ruang sidang Tugas Akhir, saya segera menelpon mami saya, menceritakan beberapa hal buruk yang saya alami selama di ruang sidang bersama beberapa dosen pembimbing dan dosen penguji. Seolah tidak mendengarkan yang sudah saya ceritakan, mami saya hanya berkata “kamu tidak perlu kuatir, karena nilai kamu pasti sangat bagus“.

Melihat kenyataan bahwa ada beberapa kesalahan yang sudah saya buat dan mendengar jawaban mami saya yang berpikir bahwa saya pasti mendapatkan nilai yang sangat bagus, saya hanya bisa menangis karena merasa sangat kuatir akan mengecewakan orang tua saya bila saya gagal, dan hanya berharap saya bisa mendapatkan nilai cukup untuk sekedar syarat kelulusan.

Tetapi, realitanya, pada saat pengumuman dibacakan, mami saya ternyata benar, saya lulus dengan nilai yang sangat bagus, walau pun ada beberapa laporan yang harus saya perbaiki.

Didalam kehidupan ini, seringkali situasi atau kondisi memaksa kita untuk mencapai sebuah peningkatan, tetapi ada kalanya juga kita sendiri yang ingin mencapai sebuah peningkatan. Sedangkan disisi lain, dunia selalu menunjukkan beragam kenyataan bahwa tidak mungkin kita bisa mencapai sebuah peningkatan. Itulah sebabnya, kita perlu mujizat setiap kali kita harus atau setiap kali kita ingin mencapai sebuah peningkatan didalam kehidupan.

Setiap kali kita melihat sesuatu itu tidak mungkin terjadi, maka kita akan berdoa untuk memohon adanya mujizat. Sayangnya, ketika kita kembali pada kenyataan, kita tahu bahwa sesuatu itu benar-benar tidak mungkin terjadi, dan seolah-olah kita lupa bahwa Tuhan mampu melakukan segala sesuatu, sehingga akhirnya kita hanya berharap sedikit saja pertolongan Tuhan, karena kita berpendapat yang penting bisa keluar dari persoalan.

Dan akhirnya, doa kita pun dijawab sesuai dengan iman kita, yaitu hanya sekedar keluar dari persoalan saja. Padahal, seandainya kita mau berharap yang jauh lebih baik, besar kemungkinan Tuhan bisa memberikan yang jauh lebih baik juga.

Matius 14:22-33 menceritakan tentang Yesus berjalan di atas air. Pada waktu itu Petrus berkata “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepadaMu berjalan di atas air“. Tuhan Yesus menjwab “Datanglah!”. Kemudian Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air. Tetapi, pada saat Petrus merasakan tiupan angin (baca: melihat kondisi yang tidak baik), maka Petrus mulai takut, dan akhirnya dia pun tenggelam.

Pada waktu itu, Tuhan mengulurkan tanganNya untuk menolong Petrus, tetapi Tuhan berkata “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?“. Mari kita membayangkan, seandainya saja Petrus tidak bimbang, maka besar kemungkinan Petrus bisa melompat-lompat, menari-nari, dan bahkan mungkin dia bisa tiba di daratan bersama Tuhan sambil berlarian di atas air.

Demikian pula, didalam kehidupan ini, seringkali kita kecewa karena seolah-olah Tuhan memberikan jawaban yang sekedar cukup menurut kita, karena sebenarnya didalam hati kecil kita menginginkan jawaban yang luar biasa. Tahukah kita, bahwa sebenarnya mujizat juga ingin memberikan jawaban yang luar biasa kepada kita? Tetapi, persoalannya, mujizat bekerja seturut dengan iman kita juga. Kalau kita bimbang karena melihat situasi yang berkata “tidak mungkin“, maka akibatnya kita bisa benar-benar mengalami sesuatu yang tidak mungkin.

Benar bahwa Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita dan semua terjadi didalam kehidupan kita atas seijin Tuhan. Tetapi, Tuhan juga ingin kita bekerja sama denganNya untuk menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Kita tidak diajarkan untuk meminta sesuatu yang tidak kita butuhkan, tetapi seandainya kita bisa meminta yang lebih baik yang sesuai dengan kapasitas kita, mengapa kita tidak meminta lebih?

Sebagai contoh, mami saya tahu bahwa kenyataannya saya sudah melakukan kesalahan didalam mengerjakan laporan Tugas Akhir, tetapi mami saya juga tahu bahwa Tuhan mampu melakukan mujizat dengan memberikan nilai yang terbaik untuk saya. Mami saya tidak beriman dan tidak meminta Tuhan untuk mengubah semua nilai mata kuliah saya tiba-tiba menjadi A sebagai sesuatu yang luar biasa, tetapi mami saya beriman dan meminta agar Tuhan membantu saya untuk nilai Tugas Akhir yang mungkin secara realita tidak mungkin menurut saya bisa mendapatkan nilai yang sangat bagus.

Tuhan tidak hanya sekedar mampu melunasi pinjaman kita, tetapi Tuhan sangat mampu membuat kita memiliki sejumlah uang sebagai tabungan kita. Tuhan tidak hanya sekedar mampu memberikan kita pekerjaan, tetapi Tuhan sangat mampu membuat kita mengalami peningkatan posisi dan bahkan memiliki usaha sendiri. Tuhan tidak hanya sekedar mampu membuat kita mampu membayar sewa tempat tinggal, tetapi Tuhan sangat mampu membuat kita memiliki rumah atas nama kita sendiri. Tuhan tidak hanya mampu membuat kita bisa membeli obat, tetapi Tuhan sangat mampu membuat kita kembali sehat. Tuhan tidak hanya mampu sekedar membuat kita lulus ujian, tetapi Tuhan sangat mampu memberikan nilai yang terbaik untuk kita.

Harapkanlah yang jauh lebih baik daripada sekedar keluar dari masalah kita! Karena Tuhan sangat mampu melakukan yang lebih baik daripada sekedar membawa kita keluar dari masalah.

Tuhan memberkati!

**Inspired by Frankly Reynold Malumbot

20140123-164423.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s