Mantapkan Pandangan = Fokus


Setiap orang memiliki pendapatnya masing-masing mengenai hubungannya dengan Tuhan. Saya pribadi berpendapat, Tuhan itu seperti sahabat saya, tetapi juga sekaligus seperti orang tua saya. Saat saya berdoa kepada Tuhan, ada kalanya saya berbicara seperti kepada sahabat saya, dan ada kalanya saya berbicara seperti kepada orang tua saya.

Saya tahu Tuhan bukan manusia, Dia tidak sama seperti sahabat-sahabat saya dan Dia juga tidak sama seperti orang tua saya. Tetapi, pada saat saya mengharapkan sesuatu terjadi atau pada saat saya ingin mendapatkan jawaban atas doa-doa saya, ada kalanya saya membayangkan kira-kira kalau Tuhan bisa berbicara dengan saya, apa yang akan Dia jawab? Hal itu cukup membantu saya untuk memahami pribadi Tuhan bagi kehidupan rohani saya.

Sebagai seorang anak bungsu, saya tidak selalu mendapatkan apa yang saya inginkan, mengingat saya memiliki seorang kakak perempuan. Mungkin menurut pendapat orang tua saya, saya bisa memakai satu barang bergantian dengan kakak perempuan saya. Tetapi, ada kalanya orang tua saya juga ingin memberikan sesuatu yang saya inginkan.

Pada saat orang tua saya hendak membelikan sesuatu untuk saya, mereka biasanya akan meminta saya untuk memilih satu barang yang paling saya inginkan. Sebagai seorang anak, tentu semua mainan dan atau peralatan sekolah yang ada di toko itu menarik untuk saya. Sehingga akan sangat membingungkan bagi saya menentukan salah satu yang paling saya inginkan.

Biasanya, orang tua saya akan mengarahkan saya untuk membeli barang yang paling saya butuhkan pada saat itu. Dan saat saya menjadi semakin bingung, maka saya akan meminta orang tua saya untuk memilihkannya untuk saya. Tetapi, orang tua saya akan tetap meminta saya yang menentukan barang yang ingin saya beli.

Setelah saya menetapkan pilihan dan orang tua saya yakin bahwa saya benar-benar sudah mantap dengan pilihan saya, maka orang tua saya akan membawa barang itu ke kasir untuk membayar, dan barang tersebut akhirnya menjadi milik saya.

Kita sebagai anak-anak Tuhan, seringkali memiliki banyak keinginan. Namun Tuhan berkata didalam FirmanNya, bahwa Dia akan memenuhi segala kebutuhan kita (Filipi 4:19 “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus“). Jadi, selama yang kita minta itu kebutuhan kita, maka Tuhan berjanji Dia akan memberikan bagi kita.

Pada saat kita meminta beragam kebutuhan kita, ada kalanya situasi dan kondisi nyata yang kita hadapi membuat kita tiba-tiba menjadi tidak yakin bahwa Tuhan akan memenuhi kebutuhan kita itu. Akibatnya, kita menjadi bingung. Didalam kebingungan, seringkali membuat kita kemudian menjadi pasrah dan berpikir Tuhan saja yang menentukan pilihan bagi kita

Pasrah realitanya seringkali membuat kita mengikuti arus yang tidak jelas arahnya, sehingga membuat hidup kita yang sudah dalam keadaan kacau menjadi semakin kacau. Firman Tuhan berkata bahwa hidup kita ini oleh iman (Ibrani 10:38 “Tetapi orangKu yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya“). Dengan kata lain, Tuhan ingin kita berserah kepadaNya, namun kita juga diberikan otoritas untuk menentukan pilihan kita, dan kemudian yakin bahwa Tuhan pasti akan menjawab.

Pola pikirnya adalah selama yang kita minta itu suatu kebutuhan, dan kita yakin dapat bertanggung jawab atas permohonan kita, maka Tuhan pasti akan memberikannya bagi kita. Namun, selama kita sendiri masih belum yakin dengan yang hendak kita minta, maka Tuhan pasti akan menunggu kita sampai yakin dan mantap dengan pilihan kita.

Situasi dan kondisi mungkin memberitahukan kepada kita bahwa kita tidak mungkin mendapatkan permohonan kita. Atau mungkin keadaan membuat kita berpikir ulang untuk bisa bertanggung jawab atas apa yang hendak kita minta. Namun, pada saat kita benar-benar mantap dengan yang kita minta, dan kita tetap fokus pada yang kita inginkan, maka kita sedang bertindak seolah-olah kita juga meyakinkan Tuhan bahwa kita tidak akan mengecewakanNya dengan pilihan kita.

Pada saat kita menjadi mantap dengan yang kita minta atau dengan pilihan kita, maka Tuhan akan bekerja dan memberikan jawaban yang terbaik atas doa kita selama ini.

Sama seperti orang tua yang akan segera melarang anak-anaknya menyentuh benda-benda yang berbahaya, demikian juga Tuhan tentu juga akan segera menghentikan langkah kita agar kita tidak memijakkan kaki di tempat yang berbahaya. Dalam hal ini, kita tidak perlu kuatir Tuhan akan membiarkan kita menentukan pilihan yang salah. Ijinkan Tuhan untuk tetap memegang kendali atas kehidupan kita! Tetapi, kita juga harus memiliki sikap yang teguh didalam iman kita (Yakobus 1:6-7 “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan“).

Didalam perjalanan, ada kalanya kita mungkin harus mengubah arah langkah kita, tetapi yang pasti kita harus memantapkan tujuan kita. Mengubah arah langkah bukan berarti kita kehilangan keyakinan bahwa kita bisa sampai ke tujuan, melainkan bersikap tidak memaksakan diri untuk menerobos bahaya, tentu ada pilihan jalan yang lebih baik untuk tiba di tujuan dengan selamat.

Berjalan bersama Tuhan seringkali harus melalui jalan yang sempit, tetapi selagi kita bisa berjalan, teruslah berjalan! Memiliki iman bukan berarti kita hidup dalam keadaan pasrah, melainkan kita juga harus mampu bersikap teguh didalam iman. Mantapkan pilihan kita! Yakin bahwa kita bisa bertanggung jawab atas pilihan kita! Selanjutnya, Tuhan yang akan memberikannya untuk kita! Dan kita akan menerima keajaibanNya.

Tuhan memberkati!

20140206-173336.jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s