Pemberian Tak Selalu Dari Kelebihan


Barang yang harganya mahal biasanya memiliki kualitas produksi yang lebih baik daripada barang yang harganya murah. Tak hanya itu saja, barang yang harganya mahal, biasanya juga lebih terasa nyaman dan lebih terlihat elegan saat dikenakan daripada barang yang harganya murah. Tak heran, bila memungkinkan, semua orang tentu akan lebih memilih untuk memiliki barang yang branded atau berlabel merk ternama dengan harga yang mahal.

Pada saat-saat tertentu, ada kalanya kita mendapatkan undangan pernikahan, undangan ulang tahun, syukuran untuk rumah baru, atau syukuran pembukaan tempat kerja, baik dari teman-teman dan sahabat kita, atau dari sanak saudara kita. Biasanya, kita akan membawakan hadiah saat menghadiri acara-acara tersebut.

Setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda-beda saat memilih sebuah hadiah. Ada orang-orang yang melihat siapa yang hendak diberi dan dimana acaranya akan diadakan? Hal itu bisa menjadi tolak ukur seseorang didalam menentukan hadiah apa yang hendak diberikan nantinya. Seandainya yang mengadakan acara itu sahabat atau keluarga dekat, maka hadiah yang diberikan seharusnya yang berkualitas bagus dengan harganya mahal. Dan sebaliknya, bila yang mengadakan acara hanya seorang teman yang tidak memiliki hubungan terlalu dekat, maka hadiah yang diberikan bisa yang berkualitas biasa-biasa saja dengan harga yang mungkin tidak perlu terlalu mahal.

Tetapi, setiap orang juga memiliki selera yang berbeda-beda, ada kalanya si pemberi merasa hadiah yang diberikannya adalah hadiah terbaik yang mampu dibelinya, namun ternyata bagi si penerima, dari sekian banyak hadiah yang diterimanya, mungkin hadiah yang terbaik baik si pemberi dapat menjadi hadiah yang bukan terbaik baik si penerima.

Bagi si penerima, baik secara sengaja atau secara tidak sengaja, ada yang mengharapkan menerima hadiah yang terbaik dari seseorang yang dianggapnya kaya, dan bisa juga memandang sebelah mata pemberian hadiah dari seseorang yang dianggapnya kurang mampu.

Realitanya, pemberian tidak selalu bisa dinilai atau diukur dari kelebihan yang seseorang miliki.

Pada suatu hari, seorang teman mengadakan sebuah acara makan siang bersama untuk merayakan hari ulang tahun pertama anaknya. Saat acara selesai dan ada begitu banyak teman yang sudah pulang, seorang teman ini mulai membuka semua hadiah yang diberikan untuk anaknya, dan kemudian dia juga segera membagi-bagikan sebagian hadiah yang mungkin kurang berkenan menurut pandangannya kepada saudara-saudaranya yang mau menerimanya.

Sampai pada saat seorang teman ini membuka sebuah hadiah yang berisi sebuah baju hangat yang terbuat dari wol, yang dibuat sendiri oleh seorang temannya yang memang pandai merajut, saya berpikir dia akan menyimpannya karena baju hangat itu lucu sekali dan saya yakin, paling tidak baju hangat itu tentu dibuat dengan kesungguhan hati oleh si pemberi. Tetapi, seorang teman ini pun tanpa berpikir panjang, langsung memberikan baju hangat itu kepada saudaranya yang lain.

Saya tidak ikut membuat baju hangat itu, tetapi saya bisa membayangkan bagaimana rasanya bila si pemberi yang sudah membuatnya dengan susah payah, dan mungkin ada pengorbanan didalamnya saat membuat baju hangat tersebut, melihat si penerima justru bersikap tidak menghargai pemberiannya.

Tak dapat dipungkiri, kualitas barang yang berlabel ternama dan dibeli dengan harga yang mahal, tentu akan memberikan kesukaan tersendiri bagi seseorang, apalagi bila seseorang menerimanya sebagai hadiah. Tetapi, bukan berarti kita bisa memandang sebelah mata sebuah pemberian dari seseorang dengan kualitas barang yang sederhana.

Kita tidak pernah tahu pengorbanan seseorang saat memberi. Mungkin seseorang itu sebenarnya sedang tidak memiliki banyak uang untuk kehidupannya sehari-hari, namun masih ingin memberikan yang terbaik untuk kita, sehingga seseorang itu menyisihkan sebagian uangnya untuk membeli sebuah hadiah. Mungkin seseorang itu mengorbankan waktunya untuk memberikan kita hadiah, namun karena keterbatasan waktu, seseorang itu mungkin hanya bisa mampir ke sebuah toko yang ternyata tidak menyediakan banyak barang. Dan mungkin seseorang itu ingin memberikan yang terbaik dengan menghasilkan sebuah karya untuk kita dari ketekunan tangannya sendiri, butuh waktu berhari-hari, berjam-jam, untuk membuatkan yang terbaik untuk kita.

Kita tidak perlu tahu banyak tentang pengorbanan seseorang saat ingin memberikan yang terbaik untuk kita, tetapi yang kita perlu tahu adalah cara kita bisa menghargai pemberian seseorang.

Ucapan terima kasih saat menerima sebuah pemberian memang sudah seharusnya. Tetapi, alangkah baik bila kita dapat bersikap tidak mengharapkan sesuatu pemberian tertentu dari orang-orang tertentu, agar kita sendiri tidak merasa kecewa apabila kita tidak bisa mendapatkan yang kita sebenarnya harapkan, dan kita juga bisa lebih terbuka untuk menerima setiap pemberian.

Dan dari sisi si pemberi, alangkah baik bila kita tidak melihat siapa yang sedang mengadakan acara dan dimana acara tersebut diadakan, sekedar hanya untuk menentukan nilai pemberian kita. Seseorang mengundang kita karena nilai dari sebuah hubungan yang dipandangnya baik, sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk memberikan hadiah yang terbaik.

Orang lain mungkin tidak melihat pemikiran dan tindakan kita, tetapi sebagaimana kita dapat menghargai seseorang, maka orang lain tentu juga akan menghargai kita.

Tuhan memberkati!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s