Selalu Ada Kelebihan Dan Selalu Ada Kelemahan


Ada seorang teman lama yang pada suatu hari datang dari luar negeri ke Indonesia untuk berlibur. Pada saat liburan berakhir dan dia hendak kembali, teman-teman yang ada di Indonesia ingin membawakan sesuatu untuknya. Tetapi, karena bingung dan ingin membawakan sesuatu yang lebih disukai oleh seorang teman itu, maka kami menanyakan langsung. Diluar dugaan, seorang teman itu menjawab pertanyaan kami dengan jawaban “disana sudah ada semua, tidak perlu kalian membawakan sesuatu untukku“.

Jawaban tersebut mungkin dapat diterima oleh sebagian orang yang dapat mengerti kalau seorang teman itu mungkin merasa tidak enak hati kalau sampai harus merepotkan teman-temannya. Tetapi, jawaban tersebut juga mungkin tidak dapat diterima oleh sebagian orang yang berpikir bahwa mereka teman dekat, jadi tidak ada alasan untuk merasa tidak enak hati.

Realitanya, di setiap negara, selalu ada makanan atau barang yang tidak tersedia. Di negara Indonesia sendiri, masing-masing daerah dan masing-masing kota selalu memiliki ciri khas tersendiri. Sekali pun di kota-kota besar atau di Ibukota, tidak semua makanan dan tidak semua barang yang ada di kota lain itu juga tersedia atau mudah di cari.

Buktinya, saat teman-teman yang ada diluar negeri datang ke Indonesia, mereka masih mencari-cari dan berusaha menikmati sepuas-puasnya menu makanan yang hanya dapat ditemukan di Indonesia dan tidak ada di negara tempat mereka tinggal. Sekali pun menu makanan Indonesia diluar negeri mungkin banyak tersedia, namun rasanya tentu tidak senikmat yang ada di Indonesia, karena ada bahan-bahan masakan yang mungkin tidak tersedia di negara tersebut.

Ada juga menu makanan yang hanya ada di Pulau Bali, dan di Surabaya atau di Jakarta tidak dapat ditemukan. Pulau Bali yang sangat dikenal keindahan alamnya dan sering dikunjungi oleh para wisatawan dari berbagai negara, juga tidak selalu menyediakan barang-barang yang mungkin ada banyak tersedia di kota Surabaya atau di kota Jakarta.

Selama hidup ini, kita mungkin pernah menemui orang-orang yang sangat bertalenta di bidangnya, kemudian kita mengagumi mereka seolah-olah mereka bisa melakukan segalanya, pandai dalam segala hal, dan memiliki segala sesuatu. Kita akan menjadi sangat terkejut saat akhirnya kita mengetahui orang-orang yang kita kagumi itu ternyata bisa melakukan sebuah kesalahan, bisa menyakiti orang lain, bisa berbuat tidak sopan, dan bisa melakukan hal-hal yang buruk lainnya.

Saat kita memiliki seorang teman yang selalu mengagumi kita dan selalu minta nasehat pada kita, maka seorang teman itu mungkin saja bisa membuat kita akhirnya merasa memiliki banyak kelebihan. Sehingga pada saat seorang teman itu akhirnya meraih sebuah keberhasilan dan atau memberi kita sebuah masukan, kita merasa sulit untuk memberikan pujian untuk seorang teman itu dan merasa sulit menerima masukan dari seorang teman itu, karena selama ini kita pikir kita yang terbaik.

Tidak ada daerah atau kota atau negara yang sempurna. Tidak semua hal yang kita cari ada di sebuah daerah atau kota atau negara. Demikian pula didalam diri kita dan orang lain akan selalu ditemukan kelebihan dan kekurangan, kekuatan dan kelemahan.

Firman Tuhan didalam Amsal 1:20-21 berkata “Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya, di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya”, yang berarti kita bisa belajar dimana saja dan dengan siapa saja. Sekali pun mungkin ada orang-orang yang selama ini selalu minta nasehat pada kita, bukan berarti tidak ada hal yang bisa kita pelajari dari orang-orang tersebut. Kita bisa menegur, kita bisa juga mendapatkan teguran. Bahkan, ada orang-orang yang bisa memberikan kita ide walau pun mereka sebenarnya tidak pandai dalam bidang yang kita tekuni.

Kita cantik, kita tampan, kita dikagumi oleh orang lain, tetapi bukan berarti segala-galanya sudah kita miliki. Betapa mudah kita menjadi sombong hanya karena sebagian kecil yang sudah kita miliki.

Bersikap rendah hati bukan berarti kita harus lebih sering mengingat kelemahan dan kekurangan kita sehingga membuat kita akhirnya rendah diri, melainkan bersikap tidak membuat orang lain akhirnya selalu mengingat dan memerhatikan kelemahan dan kekurangannya sehingga membuatnya rendah diri di hadapan kita.

Tuhan memberkati!

20140407-182134.jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s