Menjadi Teman

“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu,

dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran”

Amsal17:17

“Ada gula ada semut”, begitu bunyi pepatah lama yang kebenarannya tetap berlaku. Banyak orang akan berkumpul di sekeliling orang kaya. Berlagak sebagai kawan, tentu saja demi mendapat cipratan rejeki. Namun, kenyataan membuktikan bahwa mereka sebenarnya bukan teman, melainkan benalu; dan bukan sahabat, melainkan penjilat. Sikap mereka akan berubah drastis seiring keadaan yang berubah. Seperti pepatah habis manis sepah dibuang.

Suatu malam, seorang teman bertanya “apakah mungkin seorang sahabat yang selalu bersama dalam suka dan duka setelah sekian lama, membangun persahabatan sejak lama, tetapi tiba-tiba, seorang sahabat ini jadi berubah dengan begitu mudahnya dan melupakan semua yang telah di lalui bersama?”.

Saya menjawab “hal itu mungkin saja terjadi”.

Hati seseorang, yang dapat mengetahui hanyalah dirinya dan Tuhan. Tidak ada seorang pun yang bisa mengetahui, sekali pun suami istri yang mungkin telah berjanji didepan altar gereja atau sebagai seorang sahabat yang mungkin berkata ‘tidak akan pernah menutupi segala sesuatu’.

Demikian pula, kita tidak akan pernah mengetahui apakah hati seseorang itu sebenarnya benar-benar merasa nyaman ketika dekat dengan kita atau sebenarnya tidak merasa nyaman berada didekat kita? Kadangkala seseorang, walau pun ia merasa tidak nyaman, tapi karena hatinya masih bisa bertoleransi dan merasa masih membutuhkan kita, maka dia bisa saja bertahan. Sampai suatu saat ketika dia menemukan seseorang yang membuatnya benar-benar merasa nyaman, maka pada saat itulah, dia akan meninggalkan kita.

Selain itu, setiap umat manusia mempunyai jalan hidupnya sendiri-sendiri. Kita tidak pernah tahu suatu saat nanti kita akan menjadi seperti apa dan memiliki posisi apa. Sekali pun mungkin saat ini kita sudah berumah tangga dan kehidupan rumah tangga kita sudah sangat mapan, tetapi bisa saja suatu saat nanti kita harus memutuskan untuk pergi ke tempat lain. Keadaan-keadaan yang mungkin saja berubah itulah yang bisa membuat seseorang berubah. Kondisi perekonomian, atau jarak yang semakin jauh, atau sebaliknya bisa membuat hubungan menjadi semakin dekat dan bisa membuat hubungan menjadi semakin jauh.

Kebersamaan itu akan meninggalkan kenangan, walau pun suatu saat masing-masing pergi atau sibuk dengan urusannya. Tetapi semua itu kembali lagi pada ketulusan hati masing-masing pribadi. Ada pepatah mengatakan “selama ada kemauan maka pasti ada jalan” , demikian juga dalam suatu hubungan, selama ada kemauan untuk bersama dan saling mempercayai, maka pasti ada jalan, misalnya saja dengan berkomunikasi, mengingat untuk saat ini komunikasi sudah sangat mudah.

Sikap saling menerima itu juga berlaku didalam suatu hubungan. Entah seseorang itu bersifat baik atau jelek, dan entah seseorang itu miskin atau kaya, selama kita ingin menjalin suatu hubungan, maka kita harus bisa saling menerima. Kondisi seseorang yang bisa berubah sewaktu-waktu, bisa membuat hubungan itu renggang jika salah satu atau masing-masing tidak dapat saling menerima.

Sebagai seorang assistant sales, seringkali seseorang itu “ditinggalkan” oleh rekan sales nya, mungkin karena resign, naik pangkat, dan lain-lain. Bisa saja seseorang itu merasa rekan sales nya hanya dekat dengannya karena ‘butuh’, tapi sebagai seorang yang dewasa jika dia berniat untuk berteman, maka sekali pun rekannya itu pergi dan menjauh, maka dia akan tetap menjadi temannya, tidak perlu berpikir apakah dia hanya sekedar dimanfaatkan atau tidak.

Semua orang perlu teman yang setia di segala waktu. Entah ia kaya atau miskin. Tidak ada manusia yang suka diperalat, misalnya saja pada saat ia kaya, lalu begitu saja dicampakkan pada saat ia miskin. Kenyataannya memang sulit mencari seorang sahabat, baik bagi si miskin mau pun si kaya. Oleh sebab itu, siapa pun anda, janganlah terpaku hanya “mencari” sahabat, justru sebaliknya “jadilah’ sahabat bagi yang membutuhkan.

Daripada mencari sahabat kemana-mana

Lebih baik menjadi kawan di mana-mana

**pokok tulisan sebagian diambil dari Renungan Harian 20 Juli 2010 yang berjudul “Mencari atau Menjadi?”

** ide by Sese Tjendera

** input by Frankly Reynold Malumbot

Jangan Berubah!

Aku sudah lama mudah naik darah. Aku serba kuatir, mudah tersinggung, dan egois sekali. Setiap orang mengatakan bahwa aku harus berubah. Dan setiap orang terus menerus menekankan, betapa mudah aku menjadi marah.

Aku sakit hati terhadap mereka, biar pun sebetulnya aku menyetujui nasehat mereka. Aku memang ingin berubah, tetapi aku tidak berdaya untuk berubah, betapa pun aku telah berusaha.

Aku merasa paling tersinggung ketika sahabat karibku juga mengatakan, bahwa aku mudah naik pitam. Ia juga terus menerus mendesak supaya aku berubah. Aku mengakui bahwa ia benar, meski pun aku tidak bisa membencinya. Aku merasa sama sekalu tak berdaya dan terpasung.

Namun pada suatu hari IA berkata kepadaku: “Jangan berubah! Tetaplah seperti itu saja. Sungguh, tidak jadi soal, apakah engkau berubah atau tidak. AKU mencintaimu sebagaimana kau ada. AKU tidak bisa tidak mencintaimu”

Kata-kata itu berbunyi merdu dalam telingaku: “Jangan berubah! Jangan berubah! Jangan berubah! AKU mencintaimu”

Dan aku menjadi tenang. Aku mulai bergairah. Dan oh…sungguh mengherankan aku berubah!

Sekarang aku tahu, bahwa aku tidak dapat benar-benar berubah, sebelum aku menemukan orang yang tetap akan mencintaiku, entah aku berubah atau tidak.

“Engkau mencintaiku seperti itu, Tuhan?”

Someone

**Sebuah tulisan yang diberikan oleh seorang teman untuk mendukung weblog ini**

Sleeping Time

ide dari buku Tuhan Itu Sangat Dekat Lebih Dekat Dari yang Anda Pikirkan

by John Ortberg

page 87-89

buku Tuhan Itu Sangat Dekat Lebih Dekat Dari yang Anda Pikirkan

 

Sleeping2

            Saya paling suka jika melihat kedua keponakan saya Rachel dan Raphael tidur. Wajahnya sungguh imut, tenang, nyenyak, dan polos. Dan saya rasa, semua anak kecil pun sungguh menyenangkan jika dilihat pada waktu tidur.

            Bicara mengenai tidur dan seperti yang sering saya katakan dalam artikel-artikel saya bahwa segala sesuatu yang sudah Tuhan ciptakan itu pasti baik, maka tidur itu termasuk dari keseluruhan ciptaan Tuhan dan tidur itu baik. Tidur itu alkitabiah, dikatakan “sia-sialah kamu bangun pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah sebab IA memberikannya kepada yang dicintaiNYA pada waktu tidur”.

            Tetapi jangan sampai kita salah mengerti dengan kalimat dalam bible tersebut, karena artinya bukanlah ‘kita tidur saja, tidak perlu bekerja karena Tuhan sudah pasti menyediakan’ melainkan ‘ada saat-saat dimana kita harus tidur dan membiarkan Tuhan yang menyelesaikan’ atau ‘tidak baik juga buat kita terus menerus bekerja, berpikir, bersedih, tertekan, bahkan terlalu bersukacita sehingga akhirnya tidak tidur’. Jadi seperti yang bible katakan juga bahwa segala sesuatu itu ada masa dan waktunya masing-masing, maka tentu saja ada waktunya kita bekerja, berpikir, bersedih, dan bersukacita, serta jangan lupakan bahwa kita perlu tidur.

            Para ahli pernah mengatakan bahwa kita hidup didalam dunia dimana penduduknya memiliki hutang tidur yang lebih besar daripada hutang nasional. Kemudian ada lagi survey yang mengatakan bahwa 24.000 orang meninggal setiap tahun dalam kecelakaan mobil yang disebabkan kurang tidur dan kelelahan.

            Di lain sisi fakta mengatakan bahwa kurang tidur menyebabkan orang-orang bertengkar dengan pasangan dan teman-teman mereka, melakukan pekerjaan di bawah rata-rata, menjadi kurang mengasihi, dan lebih mudah marah terhadap anak-anak dan teman-teman, dan pada umumnya merasa sengsara.

            John Ortberg dalam bukunya Tuhan Itu Sangat Dekat Lebih Dekat Dari yang Anda Pikirkan menuliskan adalah hal yang sulit untuk hidup seperti Yesus jika Anda kurang tidur (Jika Anda tidak mempercayai saya, dekati orang yang kurang tidur dan Anda akan mengetahuinya).

Mengatur untuk mendapatkan tidur yang cukup sesungguhnya merupakan suatu tindakan pemuridan

            Dikatakan juga bahwa halangan pertama bagi orang-orang yang berusaha memiliki waktu doa yang panjang adalah kelelahan. Jika kita menjalankan saat teduh dalam keadaan mengantuk dan lelah, maka kita tidak akan pernah bisa bertemu Tuhan dengan baik. Seperti yang dituliskan oleh Frank Laubach “jika saat teduh Anda diisi dengan rasa kantuk dan kelelahan, kemungkinan Allah juga lelah dengan saat teduh Anda sama seperti Anda”. Dan itu benar. Bayangkan saja jika kita bertemu seorang teman dalam keadaan mengantuk dan kelelahan, maka mood dan konsentrasi kita pun tidak akan sepenuhnya ada dalam pembicaraan pada saat itu.

            Kita bisa mengetahui bahwa kita telah mendapatkan tidur yang cukup saat kita mampu duduk dengan nyaman sepanjang hari itu dan berdoa selama lima menit atau lebih tanpa terkantuk-kantuk, demikian John Ortberg mengatakan lagi.

Sleeping            Selain itu, sebelum tidur jangan pernah melupakan untuk menyelesaikan setiap konflik, mengingat apa yang dikatakan oleh Paulus dalam bibleapabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: jangan matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada iblis”.

            John Ortberg berkata “cara kita sebelum tidur pada malam hari (adanya kemarahan atau kecemasan atau percaya atau damai) menentukan suasana bagaimana kita akan menjalani hari berikutnya”, jadi jangan lupa untuk menyelesaikan apa yang sudah terjadi hari ini, kemudian beristirahatlah (tidur), dan bersiaplah untuk menjalani hari esok!

            Tidur adalah sesuatu yang berperan juga dalam hidup kita, jadi jangan sampai kita kekurangan tidur, dan juga jangan sampai kita kelebihan tidur. Penting bagi tubuh kita untuk cukup tidur, baik untuk melakukan rutinitas kita termasuk hal-hal tak terduga yang tiba-tiba harus kita lakukan serta yang terpenting adalah menjalin hubungan dengan Tuhan. Selain itu jangan lupakan bahwa persiapan tidur itu juga berpengaruh bagi suasana hati, pikiran, dan tubuh kita pada waktu bangun!

            Tuhan memberkati.

Lakukan Lebih…

By John Mason

“Anda Pasti Bisa”

Page 98-100

Anda Pasti Bisa oleh John Mason

 

Lakukan lebih daripada yang ada – hidup

Lakukan lebih daripada mendengar dengan sekilas – mendengar dengan seksama

Lakukan lebih daripada sepakat – bekerja sama

 

Lakukan lebih daripada berbicara – berkomunikasi

Lakukan lebih daripada bertumbuh – berkembang

Lakukan lebih daripada menghabiskan – berinvestasi

 

Lakukan lebih daripada berpikir – menciptakan

Lakukan lebih daripada bekerja – unggul

Lakukan lebih daripada berbagi – memberi

 

Lakukan lebih daripada memutuskan – melihat dengan jelas

Lakukan lebih daripada mempertimbangkan – melakukan

Lakukan lebih daripada mengampuni – melupakan

 

Lakukan lebih daripada menolong – melayani

Lakukan lebih daripada hidup berdampingan – rukun kembali

Lakukan lebih daripada menyanyi – menyembah

 

Lakukan lebih daripada berpikir – merencanakan

Lakukan lebih daripada bermimpi – melakukan

Lakukan lebih daripada melihat – merasakan

 

Lakukan lebih daripada membaca – menerapkan

Lakukan lebih daripada menerima – membalas

Lakukan lebih daripada memilih – melihat dengan jelas

 

Lakukan lebih daripada berharap – mempercayai

Lakukan lebih daripada menasihati – menolong

Lakukan lebih daripada berbicara – mengimpartasikan

 

Lakukan lebih daripada menyemangati – menginspirasi

Lakukan lebih daripada menambah – melipatgandakan

Lakukan lebih daripada berubah – memajukan

 

Lakukan lebih daripada menggapai – meregangkan

Lakukan lebih daripada merenungkan – berdoa

Lakukan lebih daripada sekadar hidup – hiduplah untuk Yesus

 

“Thank you God for today”

Before and AfterSudah bukan merupakan hal yang baru lagi bagi kita semua kalau ada orang-orang yang memiliki badan gemuk ingin menjadi kurus dan sebaliknya yang kurus ingin menjadi gemuk. Yang kaya kebingungan bayar pajak dan waktu isi form pajak jumlah kekayaannya ditulis sekecil-kecilnya angkanya, sebaliknya yang miskin ingin menjadi kaya. Yang memiliki kedudukan tinggi ketika dihujani berbagai masalah lalu melihat yang kedudukannya di bawahnya berpikir “enaknya menjadi dia”, sebaliknya yang berkedudukan tinggi berkata “enaknya menjadi dia, gajinya gedhe”. Yang rambutnya jarang-jarang (tipis) berusaha ke salon minta agar dibuat potongan yang bisa terlihat rambutnya berisi (banyak), sebaliknya yang berambut tebal sampai rela membayar mahal untuk ion agar terlihat lebih tipis.

Doraemon            Dan begitu seterusnya…rasa tidak puas selalu ada di hati manusia, yang ingin begini, dan ingin begitu, seperti lagunya Doraemon “aku ingin begini…aku ingin begitu…ingin ini ingin itu banyak sekali…semua…semua…semua…dapat dikabulkan…dapat dikabulkan dengan kantong ajaib…aku ingin terbang bebas di angkasa…yee…baling-baling bambu…lalala…aku senang sekali…doraemon”. Dan seperti kisah di doraemon itu juga, akhirnya karena terlalu banyak keinginan, dan memang benar bisa diwujudkan dengan kantong ajaib nya doraemon, tetapi akibatnya masalah yang timbul.

            Sulit bagi saya dan tentunya bagi para pembaca untuk benar-benar total menyukai diri sendiri dan tidak berusaha ‘meniru’ orang lain. Paling tidak sesekali kita pasti ada keinginan untuk bisa mempunyai apa yang orang lain (artis) punyai atau pakai.

            Padahal tahukah kita semua bahwa Tuhan menciptakan kita itu unik dan istimewa?

            Tahukah kita semua bahwa hari-hari yang Tuhan ciptakan itu baik?

            Suatu saat saya berpikir “apakah memang ada ‘penggemar’ yang menyukai tulisan saya dan membacanya setiap kali muncul di warta, bahkan menanti-nantikannya?”. Saya sempat bingung dan cukup stress memikirkan bagaimana caranya agar orang bisa tertarik dengan tulisan saya dan blog saya, sehingga suatu saat ketika saya berhasil membuat buku, orang akan berebut membelinya.

            Sampai akhirnya Tuhan mengingatkan kepada saya bahwa setiap orang mempunyai daya tariknya masing-masing dan mempunyai kegemarannya masing-masing.

Max Lucado            Contohnya seperti buku karangan Max Lucado, bagi saya mungkin agak berat susunan kalimatnya atau tata bahasanya, walau pun saya tetap suka membacanya, tetapi mungkin bagi orang lain Max Lucado sangat menarik untuk di baca.

            Jadi baik saya mau pun para pembaca dimana pun anda berada: berambisi itu ok, bermimpi itu asyik dan sangat boleh, ingin ini atau ingin itu juga tidak dilarang, tetapi kita punya Tuhan yang sangat kreatif dan bijaksana. DIA menciptakan semua manusia itu berbeda-beda, DIA menciptakan berbagai perbedaan dengan tujuan agar ditunjukkanNYA bahwa kita semua adalah satu tim yang saling melengkapi dan semua yang dilakukan dan diberikanNYA itu ADIL.

            Coba bayangkan kalau semua diciptakanNYA sempurna sesuai dengan keinginan kita masing-masing, maka tidak ada lagi yang namanya gereja atau perlunya doa, karena semua sudah terpenuhi, semua sudah sempurna, tidak perlu lagi Tuhan, tidak perlu lagi iman. Padahal Tuhan itu sumber segala-galanya, sumber pegangan kita, sumber yang tak terkalahkan oleh apa pun juga.

            Dan lagi-lagi kita perlu bersyukur. Mensyukuri semua apa yang sudah Tuhan berikan bagi kita dan membuat semuanya itu menjadi lebih baik lagi, tetapi bukan berarti mencelakai orang lain atau berlaku jahat.

            Seorang teman mengatakan kepada saya ketika saya bertanya bagaimana dia bisa menjadi lebih kurus “aku tidak pernah diet, percayalah bahwa percuma kita mau diet, yang terpenting adalah hiduplah sehat, berolah raga teratur dan makan makanan yang sehat seperti sayur, buah, kurangi goreng-gorengan dan yang manis-manis serta makanan fast food”.

Orang gemuk            Setelah saya renungkan perkataannya dan ya benar juga, semua orang selalu mengeluh kenapa diri saya begini, mengapa diri saya begitu? Diet itu tidak salah, tetapi untuk tujuan apa kita menjadi kurus dan usaha apa yang dilakukan untuk menjadi kurus, itu yang kadang-kadang salah. Seperti misalnya tidak makan dalam sehari tetapi begitu tahu sudah turun beberapa kg, kemudian makan sebanyak-banyaknya untuk menggantikan keinginan terhadap makanan yang tertunda, ya sama saja, suatu saat pasti naik lagi beratnya, bahkan lebih daripada berat semula.

            Dan mengapa saya katakan bahwa Tuhan itu adil? Mungkin saja jika orang yang suka makan adalah orang yang kurus, maka hidup ini tidak ada perjuangannya bagi si gemuk untuk menurunkan berat badannya dan yang terutama, tidak akan ada yang namanya berbagi. Jadi si kurus merasa memang dirinya perlu makan, jadi dia tidak akan peduli lagi dengan si gendut yang kelaparan, karena baginya: “toh kamu sudah gemuk, maka kamu tidak perlu lagi makan”, padahal orang gemuk mau pun kurus juga perlu makan bukan?

Thank you            Bersyukur adalah sesuatu hal yang sudah biasa dan selalu diingatkan dalam hidup ini. Tetapi realitanya sudah diingatkan pun keluhan itu tetap datang. Jadi tidak salah kalau orang-orang selalu mengingatkan: bersyukur…bersyukur…dan bersyukur.

            Sekali lagi Tuhan itu adil…Tuhan itu sempurna dan DIA sudah memikirkan segala sesuatu yang terbaik bagi kita semua setiap hari. Dan kita sama sekali tidak dilarang untuk membuat semua yang ada pada kita menjadi lebih baik, bahkan kita sama sekali tidak dilarang untuk mempercantik atau membuat cakep diri kita. Tetapi jangan pernah lupa untuk bersyukur dan didalam setiap usaha, janganlah kita sampai mencelakai atau menyakiti orang lain!

Anda Pasti Bisa oleh John Mason

            John Mason didalam bukunya yang berjudul “Anda Pasti Bisa” mengatakan alangkah baiknya jika seseorang mengatakan “thank you God for today” daripada “I hate Monday”.

            Yes…..no we have to said ”thank you God for today!!!”

            And from me: HAVE A NICE DAY too for all of you friends!

Jangan Banyak Membuat Alasan!

Sembilan puluh sembilan persen kegagalan dihadapi oleh orang yang memiliki kebiasaan membuat banyak alasan

(George Washington Carver)

Anda Pasti Bisa oleh John Mason

            Wow…

            Satu kalimat tersebut saja, saya rasa sudah berbicara banyak dan sepertinya sudah jelas bagi para pembaca.

            Seseorang, sebut saja namanya Lemon. Setiap kali istrinya memberikan saran atau masukan mengenai bisnisnya atau apa pun juga, selalu dibantahnya dengan berbagai macam alasan. Hingga suatu kali, istrinya lelah dan tidak berani berkomentar apa pun, dibiarkan suaminya ingin melakukan apa pun juga. Dan hasilnya? Tidak satu pun usahanya yang berhasil, kerugian itu lah yang selalu ditelannya.

            Bandingkan dari cerita seseorang yang lain, bernama Bintang, yang selalu mempertimbangkan dan merenungkan apa yang menjadi saran atau masukan dari istrinya terhadap segala sesuatu. Sekali pun Bintang tidak selalu mengikuti apa yang menjadi saran atau masukan dari istrinya, tetapi tidak adanya satu alasan pun yang keluar dari bibir lidahnya untuk mengelak atau mempertahankan harga dirinya, yang ada hanyalah menyaring semua saran dan masukan, akhirnya membuat Bintang mejadi seorang yang sukses.

            Tidak semua saran atau masukan itu buruk. Jika baik, lakukanlah itu! Tetapi sebaliknya jika kita tidak mampu melakukannya, silakan lupakan itu! Semua keputusan tidaklah merugikan si pemberi saran.

            Kegagalan terhadap diri sendiri, bukanlah sesuatu hal yang bisa membuat kita mempunyai alasan untuk menyalahkan orang lain atau sesuatu. Kegagalan terjadi bukan salah si A atau si B.

            Kalau kita berani menyalahkan atau membuat alasan atas kegagalan kita, itu berarti kita bukanlah seseorang yang gentleman, yang berani menanggung resiko atas kegagalan kita, bahkan bisa jadi kita tidak berani untuk kembali bangkit dan memulai untuk meraih yang namanya kesuksesan.

            Karena yang kita isi hanyalah sebuah penyesalan: “mengapa tadi saya tidak begini?”, “mengapa tadi saya mengikuti sarannya?”, “mengapa tadi dia tidak begini?”, “pasti gara-gara dia saya begini”, dan seterusnya.

Menyesal

            Kalau ada pepatah mengatakan penyesalan selalu datang terlambat, ya itu benar! Tetapi kali ini saya punya satu pepatah baru: penyesalan tidak dapat memberikan keuntungan bagi seseorang (satu kalimat dari buku Anda Pasti Bisa oleh John Mason).

            Suatu penyesalan karena ‘suatu kegagalan’ itu pasti ada di alam bawah sadar kita. Tetapi kita tidak perlu menyimpan penyesalan itu didalam hati kita, apalagi jika kemudian kita mulai menyalahkan orang lain dan diri sendiri, SAMA SEKALI TIDAK ADA GUNANYA kalau boleh saya katakan.

            Percuma saja kita memberikan ribuan alasan untuk menyalahkan sesuatu atau seseorang, bahkan diri sendiri karena kegagalan kita. Pemberian berbagai alasan dan sikap saling menyalahkan hanyalah pembuangan energi yang sia-sia.

            Yang baik untuk kita lakukan adalah membiarkan kesedihan dan pnyesalan itu ada sesaat dan kemudian kita mengerahkan semua energi kita untuk kembali bangkit dan lebih semangat untuk menghadapi hal-hal didepan.

            Ingat: waktu terus berjalan, tak terasa suatu saat kita ada pada satu titik tertentu, dan bisa jadi semuanya sudah terlambat atau kesuksesan ada ditangan kita.

            Apa yang bisa kita lakukan sekarang? Apa yang bisa kita lakukan di kemudian hari?

            Apakah kita akan terus menerus mempunyai berbagai macam alasan untuk sesuatu yang tidak bisa kita perbuat demi membela diri kita dan menutupi semua kesalahan atau kegagalan kita sendiri? Ataukah kita terus berusaha memperbaiki diri dan terus maju, berjuang, membuat langkah baru yang lebih baik?

            Saya memilih untuk belajar tidak membuat alasan yang bertubi-tubi untuk membela diri saya, tetapi menjadi seorang yang berani menghadapi apa yang sudah menjadi pilihan saya. Saya percaya, ketika saya mantap dan yakin dengan pilihan yang saya buat (tentu saja tidak mengabaikan yang namanya doa dan apa yang sudah saya dapatkan dari Tuhan sendiri), maka Bapa saya yang akan membela dan membuka setiap pintu berkat bagi saya. Dan kemenangan dan kesuksesan itu akan saya raih.

Semangat

            Ayo! Jangan banyak membuat alasan ini itu lagi! Maju terus bersama Tuhan! Kalau jatuh, ayo bangkit lagi! Jangan berlama-lama dengan membuat alasan untuk menetapkan langkah maju, karena itu hanya akan membuang waktu saja!

            Tuhan maju bersama anda yang mau maju bersamaNYA.

            Amin.

Have a pure heart

Teman sejati

“Ingin tahu apakah seseorang itu adalah teman yang sejati? Lihatlah bagaimana dia pada saat kamu sedang menghadapi suatu masalah”

            Suatu hari, Corry menghadapi suatu masalah yang cukup berat. Ceritanya: kekasih Corry ditemukan sedang bersama wanita lain. Dan ketika Corry mencoba untuk mengajaknya bicara, sang kekasih ternyata tidak merasa bersalah, malahan mengarang cerita yang lain, yang sebenarnya tidak pernah ada.

            Corry sangat sedih. Dari dalam hatinya, sebenarnya Corry hanya ingin kekasihnya bisa kembali kepadanya, tetapi Corry pun ingin kejujuran dari sang kekasih. Tetapi realitanya kekasihnya ini tidak mengakui perbuatannya, bahkan membalikkan kenyataan dan menuduh bahwa Corry lah yang mencari-cari masalah.

            Karena bingung, Corry berusaha mencari teman yang dekat dengannya dan yang bisa diajaknya bertukar pikiran. Tetapi ternyata keadaan semakin buruk, kekasih Corry sampai-sampai tega meneror Corry dengan cara mengikutinya terus menerus, bahkan tak segan-segan dia memukul Corry pada waktu mereka perang mulut.

            Corry yang tidak tinggal dengan orang tuanya (kost), terpaksa memohon kepada teman dekatnya itu agar diijinkan tinggal sementara dirumahnya, memohon perlindungan.

            Tetapi teman Corry menolak, karena temannya ini takut untuk terlibat lebih jauh lagi. Temannya tidak mau sampai mengalami masalah dan bahkan tega membiarkan Corry berjalan kebingungan di tengah malam mencari tempat berlindung.

            Demikianlah cerita di atas, dan memang seperti kisah sinetron saja kelihatannya, tetapi realitanya, didalam hidup ini, ada begitu banyak orang yang hanya mau menerima orang lain ‘enaknya’ saja. Pada saat seseorang itu baik-baik saja, banyak orang mau mendengarkan dia, mau menerima dia, mau berada didekatnya. Tetapi ketika seseorang itu ditimpa masalah, banyak orang tiba-tiba menjadi sibuk, tiba-tiba berada di luar negeri, tiba-tiba berada di luar kota, tiba-tiba sakit, tiba-tiba tidak bisa dihubungi, dan banyak terjadi tiba-tiba yang lain yang dijadikan sebagai alasan agar tidak dibuat sibuk dengan masalah seseorang itu.

21 Alasan Mengapa Hal Buruk Dialami Orang Percaya

            Suatu hari saya membaca buku “21 Alasan Mengapa Hal Buruk Dialami Orang Percaya” oleh Dave Early, beberapa bab disana menceritakan tentang kisah Ayub yang ada didalam alkitab. Dan dikatakan disana, intinya: “Ayub berkata: masa hanya hal baik yang dari Tuhan yang mau kuterima, sedangkan tidak mau untuk hal buruk?”

            Waktu saya baca itu, saya merasa sangat kagum sekali kepada Ayub. Dan beberapa hari kemudian, seorang teman juga mengatakan kepada saya bahwa dia akhir-akhir ini diingatkan mengenai Ayub untuk hal yang sama.

            Ya…masa kita hanya mau menerima hal yang baik dari Tuhan, tetapi tidak untuk hal yang buruk?

            Tuhan tidak akan pernah memberikan hal yang buruk kepada anak-anakNYA. Itu pasti! Tetapi…sekarang, seandainya kita diberikan hal-hal yang buruk oleh Tuhan…apa yang akan kita lakukan?

            Jaman sekarang, hampir tidak pernah saya temui seseorang yang bisa berlaku seperti Ayub: mampu mengucap syukur sekali pun 10 (sepuluh) orang anaknya meninggal. Bahkan saya berani mengatakan bahwa saya pun beberapa kali sudah mengeluh mengenai pekerjaan saya. Saya mengatakan: Tuhan tidak adil, dan lain-lain.

            Tetapi dalam artikel ini, saya ingin mengajak para pembaca semuanya, untuk kembali belajar melakukan apa yang dilakukan oleh Ayub, yaitu bersyukur.

            “Tidak mudah. Sangat sulit. Tidak akan pernah bisa dilakukan, apalagi di jaman yang sangat sulit ini”…ya itu adalah pernyataan yang sangat tepat sekali.

            Saya pun belum tentu bisa melakukannya. Tetapi tidak ada yang bisa kita lakukan, karena memang tugas kita di dunia ini adalah menyenangkan hatiNYA. Manusia saja jika diberikan suatu apresiasi dengan ucapan terima kasih, hatinya sudah berbunga-bunga, karena paling tidak apa yang dilakukannya, itu artinya berarti bagi orang lain, sampai dia mendapatkan ucapan terima kasih. Apalagi Tuhan. Tuhan pasti akan sangat gembira sekali jika kita mau bersyukur.

            Bacalah kisah Ayub! Dalam dialog antara Tuhan dengan iblis, Tuhan sangat membanggakan Ayub, bahkan DIA percaya bahwa Ayub pasti tidak akan berpaling dariNYA. Dan begitu gembira hati Tuhan akan setiap tindakan Ayub, akhirnya Ayub pun diberkatiNYA dua kali lipat dari kepunyaannya sebelumnya.

            Apa yang kita alami mungkin tidak sama seperti yang dialami Ayub. Bahkan mungkin tidak lebih parah dari apa yang dialami oleh Ayub. Tetapi begitu sulitkah bagi kita untuk mengatakan: “Tuhan…terima kasih untuk hari ini”?

            Tidak usah berpikir tentang berkat-berkatNYA, anggaplah kita tidak diberiNYA berkat, tetapi lihatlah diri kita sekarang ini, kasihNYA lebih dari cukup, apa yang diberikan kepada kita itu jauh lebih dari cukup, dan katakan: “terima kasih Tuhan…karena Engkau selalu ada denganku”. Amin.