The Dark Knight Rises

Semua orang tentu tahu cerita super hero tentang Batman. Film Batman mungkin sudah ada sejak saya masih kecil dan sampai sekarang ternyata ceritanya selalu menarik perhatian banyak orang untuk menontonnya. Judul film Batman kali ini adalah The Dark Knight Rises.

Cerita dari film Batman kali ini mengisahkan tentang Bruce Wayne, yang berperan sebagai tokoh Batman, yang sudah beristirahat kurang lebih selama delapan tahun dari identitas Batman, karena menjadi buronan pembunuh Harvey Dent. Kenyamanan Bruce Wayne kembali terusik sejak hadirnya pencuri kalung mutiara yang berwajah cantik, bernama Selina Kyle atau dikenal sebagai tokoh Catwoman. Namun didalam kisah Batman kali ini, tak sedikit pun menyinggung nama Catwoman.

Disisi lain, muncul penjahat berbadan kekar dan tak terkalahkan bernama Bane yang berusaha menghancurkan kota Gotham. Oleh karena keinginan untuk mempertahankan kota Gotham, Bruce Wayne merasa perlu untuk kembali menjadi Batman. Bane dengan segala tipu muslihatnya, akhirnya berhasil memindahkan kekayaan Bruce Wayne dan meramas gudang senjatanya dan mengambil alih bom atom yang dibuatnya, hingga akhirnya Bruce Wayne pun bangkrut, kecuali rumah yang ditinggalinya.

Pada awal pertemuan Bruce Wayne sebagai tokoh Batman dan Bane, Batman mengalami kekalahan. Batman dibawa oleh Bane ke sebuah penjara yang dikelilingi oleh tembok raksasa dan selama bertahun-tahun lamanya, hanya ada seorang anak kecil yang lahir didalam penjara itu saja yang berhasil keluar dari tembok raksasa tersebut.

Ketika Batman sudah mulai pulih kesehatannya, dia melatih kembali otot tubuhnya untuk melakukan perlawanan terhadap Bane dan demi kota Gotham. Tetapi dengan kekuatannya, dia tak pernah berhasil memanjat tembok penjara itu.

Hingga akhirnya pada suatu hari, ada seseorang yang usianya sudah sangat tua yang bersamanya didalam penjara itu mengatakan kepada Batman, bila dia ingin melalui tembok raksasa itu, maka dia harus bisa memanjat seperti seorang anak kecil, yang memanjat tanpa tali, dengan keberanian, dan keyakinan untuk keluar dari tembok penjara itu.

Singkat cerita, akhirnya Batman berhasil keluar, melakukan aksi penyerangan terharap Bane, dan berhasil menyelamatkan kota Gotham.

Dari kisah Batman yang saya ceritakan tersebut diatas, saya mendapatkan sesuatu yang ingin saya bagikan melalui artikel ini. Didalam kehidupan ini, mungkin menurut diri kita sendiri, kita adalah orang-orang yang hebat, orang-orang yang mempunyai kapasitas diatas rata-rata, orang-orang yang mempunyai kelebihan, dan orang-orang yang luar biasa.

Dan setelah kita tahu bahwa kita mempunyai sebuah kemampuan, kita cenderung untuk berhenti karena merasa tak mungkin terkalahkan. Padahal kita tidak sadar bahwa ada orang lain yang sedang berlatih dan berlari untuk menjadi sama atau bahkan lebih daripada kita. Kita akan sadar bahwa kita sedang tertinggal, ketika orang lain itu bersikap mulai melakukan perlawanan terhadap kita.

Sebenarnya, berapa pun kapasitas, kemampuan, dan keahlian yang kita miliki saat ini, kita bisa mempunyai lebih lagi bila kita mau berlatih, mau berusaha, dan mau berjuang. Paling tidak kita harus dapat memertahankan yang sudah kita miliki saat ini. Dalam hal ini, tentu bukan untuk bersikap serakah dan ambisius yang negatif, melainkan memiliki sikap untuk selalu mau menjadi yang lebih baik.

Namun kadangkala untuk memiliki yang lebih dan untuk menjadi yang lebih baik, memang kita harus melalui suatu proses kehidupan yang seringkali dapat menghancurkan mental kita. Mental yang hancur dapat menghancurkan seluruh kemampuan yang pernah kita bangun dan yang sudah kita miliki saat ini. Mental yang hancur bahkan juga dapat membunuh jiwa kita.

Oleh karena itu, ketika kita merasa hancur, tak berdaya, seolah-olah sudah terkalahkan, dan tak memiliki apa-apa pun, kemudian kita mau berusaha dan berjuang, seringkali kita baru bisa mendapatkan yang lebih dari yang sudah pernah kita dapatkan.

Selain kemauan untuk berusaha dan berjuang, kita harus menyadari bahwa sebenarnya, seringkali Tuhan mengijinkan kita untuk berada di titik terendah didalam proses kehidupan ini, untuk menghancurkan ego, gengsi, dan keangkuhan yang tanpa sadar sudah membelenggu kita untuk menjadi lebih daripada kita yang saat ini berada.

Dan pada saat kita berada di titik terendah, biasanya kita baru dapat merasakan bahwa kita sudah tak berdaya. Saat itulah biasanya Tuhan bekerja untuk membuktikan kepada kita kesetiaan dan kebaikanNYA, untuk membawa kita kepada tingkat kehidupan dan posisi yang lebih baik daripada yang sudah kita miliki saat ini.

Akhir kata, hidup kita ini sungguh sangat berharga dan memiliki nilai yang lebih daripada yang kita bayangkan. Nilai yang lebih menunjukkan kemampuan yang lebih. Kita harus mampu melewati setiap proses sekali pun harus berada di titik terendah, untuk bisa melampui batas maksimal yang sudah pernah kita raih. Dan hanya bersama Tuhan kita dapat memperoleh kekuatan, juga mencapai keberhasilan lebih daripada yang kita bayangkan.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+the+dark+knight+rises&um=1&hl=id&sa=N&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=LAZHMUl6lNS3mM:&imgrefurl=http://www.totalfilm.com/news/watch-the-new-the-dark-knight-rises-trailer-4-online-now&docid=nw6bZ1SBeporcM&imgurl=http://cdn.mos.totalfilm.com/images/w/watch-the-new-the-dark-knight-rises-trailer-4-online-now-105858-470-75.jpg&w=470&h=300&ei=AshOULGRG4yHrAfvhYDgDA&zoom=1&iact=hc&vpx=392&vpy=406&dur=999&hovh=179&hovw=281&tx=161&ty=107&sig=115066408690274837010&page=1&tbnh=150&tbnw=200&start=0&ndsp=19&ved=1t:429,r:14,s:0,i:113

Iklan

Tak Ada Yang Bisa Mencegah

Saya bukanlah seseorang yang suka melihat acara televisi, karena saya lebih menyukai membaca buku untuk mengisi waktu luang. Hanya saja, kadangkala ketika saya merasa bosan, saya juga pernah mengikuti beberapa serial cerita film korea yang menarik menurut saya untuk di tonton.

Salah satu film korea yang saya tonton adalah serial City Hunter. Saya menyukai film korea City Hunter ini karena ceritanya tidak berbelit-belit dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengetahui akhir cerita.

Tokoh utama wanita didalam film korea City Hunter ini bernama Kim Na Na dan tokoh utama pria-nya bernama Lee Yoon Sung, yang mendapat julukan juga sebagai City Hunter. Seperti pada cerita drama korea pada umumnya, kita tentu dapat menebak bahwa selalu ada kisah percintaan yang terjadi diantara tokoh utama pria dan wanita.

Didalam cerita City Hunter ini, pertemuan dan kerjasama diantara Lee Yoon Sung dan Kim Na Na, menyebabkan mereka akhirnya saling menyukai. Tetapi akibat dendam sang ayah angkat yang bernama Lee Jin Pyo atau Steve Lee, yang sudah mempersiapkan Lee Yoon Sung sejak usianya masih bayi untuk membantu Lee Jin Pyo dalam usahanya membalas dendam, maka Lee Yoon Sung tidak diijinkan untuk jatuh cinta.

Kim Na Na yang tidak mengerti mengenai rencana balas dendam itu sempat mengakui rasa cintanya pada Lee Yoon Sung. Oleh karena ingin menghindari cinta Kim Na Na, maka Lee Yoon Sung berusaha agar Kim Na Na membencinya dengan bersikap seolah-olah Lee Yoon Sung adalah seorang pria yang suka berganti-ganti wanita.

Namun Kim Na Na mengetahui bahwa Lee Yoon Sung hanya berusaha untuk membuatnya cemburu, hingga semua wanita yang dikenalkan oleh Lee Yoon Sung disuruh pergi oleh Kim Na Na, lalu Kim Na Na berkata kepada Lee Yoon Sung bahwa dia tidak perlu memaksakan diri untuk membuat Kim Na Na cemburu hingga menjauhinya, karena perasaan cinta yang dimiliki oleh Kim Na Na adalah miliknya sendiri. Dalam arti perasaannya itu tidak ada seorang pun yang dapat mengaturnya.

Setiap dari kita mungkin saat ini sedang mempunyai suatu pergumulan, ingin disembuhkan dari suatu penyakit, atau suatu kebutuhan yang harus segera terpenuhi. Saya dan suami memiliki suatu pergumulan, yang menurut kami, harus terjawab dengan segera pada suatu waktu. Dan pada suatu hari ketika kami benar-benar mengharapkan jawaban Tuhan itu harus datang, ternyata jawaban Tuhan itu pun tak kunjung datang.

Biasanya, ketika jawaban Tuhan tidak datang pada waktu yang kita tentukan dan yang kita harapkan, tentu tanpa diperintahkan, hati ini akan merasa sedih, kecewa, dan bertanya-tanya “mengapa Tuhan belum juga menjawab?”. Setelah itu bisa berlanjut dengan pertanyaan yang umum terjadi “dosa apakah aku ini?”, mengasihani diri sendiri, dan seterusnya.

Tetapi sikap saya dan suami pada waktu itu hanya merasa sangat sedih dan tidak tahu harus berbuat apa karena yang kami doakan adalah suatu kebutuhan yang sangat mendesak menurut kami, dan kami pun tidak bisa mengetahui apakah Tuhan belum ingin menjawab atau apakah Tuhan tidak ingin menjawab?

Di tengah-tengah kesedihan yang kami berdua alami, saya berkata didalam hati saya “Tuhan, saya percaya Kau selalu punya cara untuk menolong, saya percaya Kau pasti menjawab kami dengan caraMU” dan saya katakan hal itu berulang-ulang didalam hati saya mau pun saya katakan didepan suami, entah untuk menguatkan hati kami berdua atau karena saya tidak tahu harus berdoa apa lagi.

Dan saya tiba-tiba teringat akan kata-kata Kim Na Na bahwa cinta yang ada didalam hatinya adalah miliknya sendiri. Saya berpikir, ketika saya memutuskan untuk tetap beriman dan tetap percaya, maka sebenarnya keputusan itu adalah milik hati saya sendiri, yang tidak bisa dicegah atau dilarang oleh siapa pun juga.

Bahkan ketika saya mendapatkan pemikiran tersebut, dengan segala pengertian akan kedaulatan Tuhan, saya sempat memberanikan diri berkata didalam hati saya “Tuhan, bahkan Engkau pun tidak dapat mencegahku untuk mempunyai hati yang tetap mau percaya bahwa Engkau pasti menjawab doa-doaku”.

Saya bukan mengajarkan suatu sikap yang tidak sopan pada Tuhan dan saya juga bukannya sengaja berlaku tidak sopan pada Tuhan dengan memanjatkan doa tersebut, melainkan saya ingin mengatakan bahwa sebenarnya beriman atau rasa percaya itu adalah milik hati kita sendiri, yang seharusnya tidak bisa dicegah atau dipengaruhi oleh apa pun dan siapa pun juga.

Mungkin kita sering berkata bahwa kita beriman dan percaya bahwa Tuhan itu sanggup menolong, tetapi pada saat yang sama, kita juga mengijinkan faktor-faktor lain seperti realita masalah dan realita tidak adanya jawaban Tuhan pada waktu yang kita harapkan, akhirnya membuat kita berhenti untuk tetap benar-benar percaya bahwa Tuhan akan menjawab.

Realita yang harus kita pahami sekarang adalah tak ada yang bisa mencegah kita untuk tetap percaya bahwa Tuhan sanggup menjawab doa-doa kita. Ketika sisi kanan, kiri, depan, dan belakang sedang berdiri sebuah tembok yang besar, seolah-olah tidak ada jalan keluar lagi, kita masih dapat mengangkat kepala kita, untuk melihat ke langit yang sangat luas, disana ada satu bukti kebesaran Tuhan, dimana kita dapat mengetahui bahwa ada berjuta-juta cara Tuhan untuk menjawab doa kita.

Jangan pernah berhenti berharap! Karena suatu hari nanti, kita akan mendapatkan jawabanNYA dan melihat bagaimana hari ini tak seorang pun dapat mencegah kita untuk tetap berharap.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+and+sky&um=1&hl=id&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=aHH54GK_rIpepM:&imgrefurl=http://blog.case.edu/kellio/2007/06/10/pool_and_prevention&imgurl=http://blog.case.edu/kellio/2007/06/10/clouds.jpg&w=640&h=424&ei=z0JEUPvmAsTirAe69ICAAw&zoom=1&iact=hc&vpx=814&vpy=179&dur=978&hovh=183&hovw=276&tx=129&ty=121&sig=115066408690274837010&page=3&tbnh=157&tbnw=220&start=35&ndsp=20&ved=1t:429,r:13,s:35,i:222

Usaha Saat Pantang Mundur

Baru episode kali ini, saya benar-benar mengikuti tayangan Indonesian Idol dari beberapa episode terakhir pemilihan calon Indonesian Idol di beberapa kota, hingga final Indonesian Idol yang mungkin hanya tinggal satu kali tayang ini. Menurut saya, episode Indonesian Idol kali ini cukup menarik perhatian saya dan suami, mengingat para pesertanya memiliki kualitas suara yang benar-benar bagus dan karakter masing-masing yang unik.

Kami tidak selalu bisa mengikuti siaran langsung, namun kami senang bila bisa mengikuti tayangan ulangnya. Bahkan ketika kami tidak bisa mengikuti siaran langsung dan siaran ulangnya, kami berusaha menyaksikan tayangannya di youtube. Se-demikian menariknya para peserta Indonesian Idol kali ini, hingga kami selalu ingin menyaksikan tayangannya.

Didalam artikel kali ini, saya ingin membagikan sedikit kisah tentang Regina, salah satu peserta Indonesian Idol yang saya dengar dari tayangan Indonesian Idol akhir-akhir ini. Dikatakan bahwa sudah enam kali, yang berarti sejak pertama kali diadakan Indonesian Idol, dan setiap kali diadakan pemilihannya, Regina selalu hadir untuk mengikuti kompetisinya, dan dia tidak pernah terpilih, sampai pada episode kali ini Regina akhirnya terpilih.

Menariknya lagi, sejak Regina terpilih, tidak pernah sekali pun Regina duduk di bangku tidak aman. Selain itu, kualitas suara yang dimilikinya benar-benar bagus, dan pembawaan diri yang dewasa serta rendah hati, membuat Regina semakin terlihat profesional, sekali pun usianya masih muda.

Sejak pertama kali Regina tidak lolos seleksi untuk mengikuti Indonesian Idol, hingga akhirnya saat ini Regina berhasil lolos seleksi untuk mengikuti Indonesian Idol, kelihatannya Regina tidak hanya sekedar menyesali nasib dan memilih untuk merasa cukup puas dengan dunia tarik suara yang sudah dijalaninya sehari-hari.

Dari usahanya untuk terus menerus mengikuti pemilihan peserta Indonesian Idol sudah merupakan bukti bahwa Regina tidak pantang menyerah. Tetapi lebih daripada itu, saya pikir, Regina tentu memahami talenta yang dimilikinya, kemudian Regina memilih untuk terus berlatih dan mengembangkan dirinya, hingga tak heran bila dalam setiap penampilannya, Regina selalu dapat tampil dengan sangat baik dan selalu mendapatkan pujian dari para juri.

Pada suatu hari, saya melihat sebuah gambar yang dimiliki oleh seorang teman. Bila saya ceritakan, dari gambar itu ada seseorang yang menggali sebuah terowongan, dan terlihat sepertinya seseorang itu menyerah, karena setelah sekian lama dia menggali, rupanya dia tidak mendapatkan apa-apa. Tetapi sebenarnya, bila seseorang itu mau menggalinya sedikit lagi, sudah ada disisi sebaliknya, berlian dalam jumlah yang sangat banyak. Sungguh sangat disayangkan bila seseorang itu memilih untuk menyerah.

Sebuah kalimat “jangan menyerah!” untuk seseorang atau diri kita sendiri yang sedang memperjuangkan sesuatu tentu sudah merupakan hal yang biasa terdengar. Tetapi yang sering dilupakan adalah disaat kita ingin terus maju, maka secara bersamaan, seharusnya kita mengerti bahwa ada usaha-usaha yang dengan tekun harus terus dilakukan, kemudian usaha tersebut juga harus semakin ditingkatkan.

Sebagai anak-anak Tuhan, tidak salah apabila kita beriman dan percaya bahwa selalu ada pertolongan Tuhan dalam setiap kesulitan yang kita alami. Tetapi beriman dan percaya bukan berarti tanpa usaha dan kerja keras (II Petrus 1:10 “Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung”).

Memang benar bahwa semua ada waktunya (Pengkotbah 3:1 “untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya”), tetapi sebenarnya waktu yang baik itu datang, seringkali bersamaan dengan waktu dimana kita sedang melakukan usaha secara rutin dan bahkan kita sudah bertanggungjawab dengan melakukan peningkatan didalam usaha tersebut, sehingga ketika Tuhan sudah mempersiapkan berkatNYA untuk kita, Tuhan juga melihat kita siap menerima sesuatu yang baik di waktuNYA yang tepat.

Tentu kita bisa mempunyai bayangan, apabila Regina hanya sekedar berdoa dan menunggu Indonesian Idol membuka pendaftaran kembali, tanpa melakukan usaha apa pun, maka dapat dipastikan kita tidak mungkin mengenal nama Regina dengan suaranya yang indah saat ini.

Demikian pula, bila kita ingin mendapatkan sesuatu, misalnya saja tubuh yang bugar, peningkatan baik secara pengetahuan mau pun ekonomi didalam kehidupan ini, maka kita tidak bisa hanya sekedar berdoa dan menunggu datangnya peluang, karena akibatnya untuk selama-lamanya kita akan terus menunggu, tetapi tidak akan pernah mendapatkan hasil apa-apa.

Didalam sikap tidak mudah menyerah, peran kita harus aktif atau kita harus bersikap dewasa dengan berinisiatif melakukan berbagai usaha. Setelah itu, kita juga harus bertekun didalam melakukan usaha-usaha yang baik. Dan yang terakhir kita tidak boleh lupa untuk berkembang atau meningkatkan setiap usaha yang sudah kita lakukan.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+regina+indonesian+idol%5D&hl=id&sa=X&biw=1280&bih=707&tbm=isch&prmd=imvns&tbnid=Jh5UhCccKqB-JM:&imgrefurl=http://lebahndut.blogspot.com/2012/05/video-regina-cinta-indonesian-idol-18.html&docid=bNKHzad90uafhM&imgurl=http://3.bp.blogspot.com/-9VczCkxlKB8/T7eDVWfsjeI/AAAAAAAAAb4/w_1OpcqqzOA/s1600/video-regina-indonesian-idol-2012-cinta.jpg&w=538&h=354&ei=850sULWlF4XnrAeOkoHYCA&zoom=1&iact=hc&vpx=590&vpy=330&dur=2055&hovh=182&hovw=277&tx=94&ty=117&sig=115066408690274837010&page=1&tbnh=162&tbnw=237&start=0&ndsp=16&ved=1t:429,r:7,s:0,i:91

Pelajaran Kehidupan Itu Mahal

Beberapa waktu yang lalu, ada sebuah acara televisi di Indosiar menghadirkan sebuah film korea yang berjudul Twinkle-Twinkle. Berkisahkan tentang dua orang perempuan yang berasal dari keluarga kaya dan keluarga miskin, yang tertukar pada saat lahir. Anak perempuan keluarga miskin bernama Geum Ran yang seharusnya menjadi anak dari keluarga kaya itu haus akan kekayaan mengingat keluarga yang memelihara dia benar-benar hidupnya penuh dengan kekurangan, sehingga apa pun diusahakannya untuk mendapatkan uang.

Setelah Geum Ran berhasil diterima oleh keluarga kandungnya yang kaya raya, dia merasa tidak puas juga karena dia menyukai seorang pria, yang ternyata tidak menyukai Geum Ran, sehingga Geum Ran berniat mengejar seorang pria ini. Pria ini mempunyai seorang ibu yang memiliki sebuah usaha sebagai seorang rentenir dan Geum Ran berusaha untuk menarik perhatian sang ibu dengan cara berusaha untuk membantu ibu sang pria untuk menjalankan usahanya sebagai rentenir, walau pun sudah banyak orang yang melarangnya.

Sampai suatu hari karena pekerjaannya sebagai seorang rentenir, tentu ada begitu banyak orang yang membencinya dan ada seseorang yang masuk kedalam rumahnya karena ingin membunuhnya. Tak disangka, Geum Ran yang justru tertusuk. Pada awalnya Geum Ran tidak mungkin tertolong, tetapi ternyata Geum Ran berhasil diselamatkan. Singkat cerita, ketika siuman, dia pun banyak berpikir mengenai orang-orang disekitarnya yang selama ini tulus mencintainya, dan orang-orang yang selama ini hanya berusaha memanfaatkannya. Dia pun akhirnya berubah menjadi seorang yang lebih baik.

Kisah ini mengingatkan saya pada kisah kematian Tuhan Yesus untuk menebus dosa manusia. Saya berpikir, kenapa darah Yesus harus tercurah untuk kita semua? Bila dikaitkan dengan cerita dari film korea tersebut diatas, maka kita juga dapat menyadari bahwa dosa-dosa yang kita perbuat itu sangat mahal harganya. Hanya saja, seringkali kita tidak sadar bahwa kita telah berbuat banyak kesalahan dan bahkan tidak berniat untuk memperbaikinya.

Matius 26:41b mengatakan “…roh memang penurut, tetapi daging lemah”. Tubuh kita ini sebagian besar terdiri dari daging, dengan kata lain, banyak sekali keinginan yang ingin dipenuhi. Sebagai contoh sederhana, bila kita menginginkan suatu makanan. Selama makanan itu tempatnya tidak jauh, kita mempunyai uang untuk membelinya, atau bisa membuatnya sendiri, maka kita tentu akan berusaha mendapatkannya, demi keinginan.

Uang itu bukan segalanya, tetapi kita sama-sama tahu bahwa didalam hidup ini kita perlu uang. Seringkali orang menghargai dan menilai kita berdasarkan jumlah uang yang kita miliki. Oleh karena itu, tak heran apabila ada orang-orang yang serakah, ingin mendapatkan uang yang banyak, demi memenuhi kebutuhan hidup dan atau sekedar untuk mendapatkan penghargaan. Tak peduli bila tindakannya itu merugikan atau mengecewakan orang lain.

Masih ada begitu banyak kisah kehidupan orang-orang di dunia ini, ada kisah yang baik dan ada kisah yang tidak baik. Tetapi seseorang itu memiliki sifat yang baik dan mampu bersikap dewasa, tidak selamanya adalah seseorang yang murni dilahirkan dengan sifat yang baik dan dewasa. Ada begitu banyak orang yang memiliki sifat yang baik dan dewasa karena proses kehidupan, biasanya proses yang tidak menyenangkan, yang pernah dialaminya, yang akhirnya mengubahkan hidup dan karakternya.

Selama ini kita mungkin tahu bahwa kasih dapat mengubahkan hidup seseorang. Tetapi kadangkala Tuhan mengijinkan seseorang itu menjalani praktek proses kehidupan sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya, misalnya saja dengan melihat kehidupan orang lain saja seseorang itu dapat berubah. Ada juga seseorang yang diijinkan untuk mengalami kesulitan-kesulitan, atau bahkan diijinkan untuk menghadapi maut, entah nyawanya terancam, atau dokter memvonis bahwa hidupnya takkan lama lagi, barulah seseorang itu dapat menyadari kesalahan-kesalahannya dan mau bertobat.

Itulah yang dinamakan sebagai pelajaran didalam kehidupan.

Tak ada orang yang suka mempunyai masalah, karena masalah tak dapat diukur jumlah dan beratnya, serta tak kenal waktu datangnya. Semakin seseorang ingin merasa nyaman, maka semakin banyak masalah yang harus dihadapinya. Ketika seseorang berusaha menghindari masalah, biasanya seseorang itu akan terus berputar pada masalah yang sama.

Firman Tuhan mengatakan agar kita tidak menertawakan orang-orang yang sedang tertimpa masalah, karena suatu hari, kita pun juga akan diijinkanNYA mengalami masalah. Masalah itu datang tidak untuk mempermalukan kita, karena masalah selalu ada didalam setiap kehidupan manusia. Dan masalah, selalu berjalan bersama pembelajaran yang sangat berharga dan sangat mahal harganya.

Proses kehidupan itu memang sangat mahal harganya, banyak hal yang harus kita korbankan dan banyak hal yang harus kita berikan. Tetapi ketika kita bersedia untuk melaluinya, maka pada akhirnya kita akan memetik sebuah pembelajaran yang dapat membuat kita dapat memandang sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, dan pembelajaran itu pun tentunya dapat membuat kita berubah semakin lebih baik dan lebih dewasa didalam menjalani kehidupan ini.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+jung+won+dan+geum+ran&hl=id&sa=X&biw=1280&bih=707&tbm=isch&prmd=imvns&tbnid=5eGb3VLgHG8xsM:&imgrefurl=http://www.hancinema.net/mbc-twinkle-twinkle-increases-slightly–29113.html&docid=715BpEmur3ZJIM&imgurl=http://www.hancinema.net/photos/photo164999.jpg&w=550&h=408&ei=tGj6T_ihLJHyrQet-5DjBg&zoom=1&iact=hc&vpx=192&vpy=280&dur=1583&hovh=193&hovw=261&tx=173&ty=116&sig=115066408690274837010&page=1&tbnh=159&tbnw=204&start=0&ndsp=15&ved=1t:429,r:10,s:0,i:100

Battleship

Battleship adalah sebuah film yang diangkat dari salah satu permainan anak-anak yang terkenal di Hasbro.com. Film ini merupakan film pertama kali yang dimainkan oleh penyanyi Rihanna. Berkisah tentang penelitian Amerika tentang pencarian planet di angkasa yang mempunyai sifat dan struktur kehidupan seperti di Bumi, sehingga menemukan sebuah planet yang dinamakan dengan Planet G.

Pemerintah kemudian membuat sebuah pangkalan yang berusaha membuka komunikasi dengan planet tersebut. Tetapi ternyata planet yang menjadi harapan tersebut justru akan menjadikan bumi sebagai jajahan mereka. Bumi diserang oleh alien yang kuat berbekal teknologi yang sudah jauh lebih canggih bila dibandingkan dengan yang dimiliki oleh Amerika saat itu. (**informasi: http://id.shvoong.com/entertainment/movies/2283892-battleship/).

Pada cerita Battleship Letnan Alex Hopper adalah salah satu awak kapal yang sedang ikut berlatih bersama kapal-kapal perang lainnya. Letnan Alex Hopper selama ini mempunyai cara hidup yang sangat santai, tidak disiplin, dan mudah terpancing emosinya. Tetapi pada saat alien menyerang bumi dan senjatanya sengaja mengenai kapal-kapal perang tersebut, maka para pimpinan kapal pun meninggal bersama hancurnya beberapa kapal lainnya, sehingga Letnan Alex Hopper akhirnya harus memimpin perjalanan mereka untuk melakukan penyerangan terhadap alien tersebut.

Pada awalnya Letnan Alex Hopper memimpin dengan penuh emosi, sehingga keputusannya hampir membuat kapalnya mendapat serangan dari alien tersebut. Tetapi seorang teman mengingatkan bahwa dia telah mengambil keputusan yang salah. Berjalannya waktu, setelah mengalami berbagai kesulitan, akhirnya Letnan Alex Hopper mampu memimpin perjalanan dan membuat keputusan, hingga bumi berhasil diselamatkan dari serangan alien tersebut.

Dari cerita Battleship, salah satu pesan moral yang ingin saya bagikan tentang kerendahan hati. Karena saya melihat ketika Letnan Alex Hopper memberi perintah untuk pertama kalinya, dia mengetahui bahwa saat itu dia adalah satu-satunya orang yang harus memimpin kapal dan dia mengetahui bahwa kakaknya meninggal karena serangan alien, maka dia menggunakan emosi yang muncul dari dalam hati yang penuh dengan amarah dan sebuah kesombongan yang ‘tersembunyi’, sehingga akibatnya, dia memunculkan sebuah perintah yang hampir saja mencelakai banyak orang.

Saya berpikir dan menemukan bahwa kata ‘rendah hati’ memiliki kata ‘hati’ yang ikut serta didalam kata tersebut. Sedangkan ‘kesombongan’ tidak diikuti oleh kata ‘hati’, karena letak kesombongan biasanya ‘tersembunyi’, sehingga sang pemilik kesombongan pun sulit untuk mengetahui bahwa ada kesombongan yang sedang bersembunyi didalam dirinya.

Kesombongan seringkali memunculkan berbagai sifat buruk yang akhirnya menimbulkan masalah. Sebagai contoh kesombongan mempunyai kecenderungan memutuskan hal-hal yang dapat mencelakai orang lain, hanya mementingkan diri sendiri, dan selalu menimbulkan pertengkaran. Hal ini disebabkan karena kesombongan tidak suka mendengarkan pendapat, tidak mau menerima penolakan dan atau masukan sebaik apa pun. (Amsal 13:10, keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran).

Sedangkan rendah hati, mengerjakan dan memutuskan segala sesuatu dari dalam hati yang diikuti dengan ketulusan. Rendah hati mau mendengarkan pendapat dan tidak merasa terusik dengan penolakan, sehingga akibatnya rendah hati dapat membuat keputusan dengan lebih baik jika dibandingkan dengan kesombongan.

Terbukti dengan cerita Letnan Alex Hopper didalam film Battleship, ketika dia menyadari bahwa dirinya ternyata penuh dengan kekurangan dan dia mau bersikap rendah hati, maka dia mampu membuat keputusan dengan membiarkan orang lain (baca: anak buah) yang ternyata lebih pandai dan lebih baik untuk membuat sebuah keputusan.

Saya pikir, tidak ada orang yang sombong yang mampu membuat keputusan dengan mengijinkan orang lain (apalagi anak buahnya) untuk mengambil keputusan dalam sebuah misi menyelamatkan bumi. Justru yang ada adalah orang sombong yang bersikeras membuat keputusan agar dia yang akhirnya mendapatkan pengakuan dan keputusan itu pun akhirnya hanya akan menimbulkan kekacauan atau pertengkaran.

Tidak ada orang yang rendah hati yang tidak mampu bersikap dewasa.

Didalam kehidupan ini, seringkali kita harus membuat sebuah keputusan, dan hanya dengan sikap yang rendah hati, kita dapat membuat keputusan yang benar dan hanya dengan sikap yang rendah hati, kita dapat berpikir dengan lebih baik.

Ada pepatah yang mengatakan “dengarkanlah seseorang dengan hati, karena seringkali hati lebih dapat mendengar daripada telinga”, bila dihubungkan dengan kata ‘rendah hati’, maka ketika kita mempunyai rendah hati, maka hati kita tentu dapat lebih mendengar keluhan orang lain, mendengar pujian orang lain, dapat mendengar kemarahan orang lain, dan dengan hati kita dapat menyaring semuanya yang kita dapat itu dengan lebih baik, bila dibandingkan kita menerimanya dengan kesombongan.

Walau pun letaknya ‘tersembunyi’, kesombongan sebenarnya dapat dengan mudah terdeksi keberadaannya, tentunya dengan sikap rendah hati. Rendah hati tidak menyukai kesombongan, sehingga keberadaan kesombongan tentunya akan mengusik rendah hati, sehingga rendah hati akan dengan mudah menemukan kesombongan.

Tentunya, dari setiap keputusan yang kita ambil, kita dapat mengetahui bahwa kita mengambil keputusan hanya karena emosi yang disertai dengan kesombongan, atau keputusan yang disertai dengan ketulusan dari sikap rendah hati. Jangan biarkan diri kita, mengambil keputusan yang disertai dengan kesombongan, karena kesombongan tidak hanya menghancurkan orang lain, tetapi juga menghancurkan diri kita sendiri pada saatnya nanti!

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+battleship&um=1&hl=id&sa=N&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=qCgEI1vi7g4Y5M:&imgrefurl=http://www.prweb.com/releases/Battleship_Missouri/Hawaii/prweb719513.htm&docid=O_wD3DsKFD4WFM&imgurl=http://ww1.prweb.com/prfiles/2008/02/22/230186/IMG2816.jpg&w=1800&h=1200&ei=pO-hT4rIG4fkrAeUnfi5Bw&zoom=1&iact=hc&vpx=972&vpy=434&dur=452&hovh=182&hovw=272&tx=163&ty=88&sig=115066408690274837010&page=2&tbnh=152&tbnw=204&start=15&ndsp=21&ved=1t:429,r:20,s:15,i:145

Thor

Apabila Anda adalah seorang yang gemar menonton film, khususnya film yang bertemakan super hero, maka mungkin Anda pernah mendengar sebuah film yang berjudul Thor. Atau apabila Anda belum pernah menontonnya, maka film Thor dapat dijadikan sebagai pilihan untuk acara menonton diwaktu senggang Anda.

Film Thor ini dibintangi oleh aktor Chris Hemsworth (Thor), artis cantik Natalie Portman (Jane Foster), dan aktor terkenal Anthony Hopkins (Odin). Sedikit mengenai kisah film Thor ini, Thor (Chris Hemsworth) adalah seorang pejuang tangguh di dunia Asgard. Di saat yang sama ia adalah putra Odin (Anthony Hopkins), penguasa Asgard. Sayangnya, Thor yang juga disebut sebagai Dewa Petir ternyata mulai sombong dan menyebabkan bangkitnya permusuhan yang sudah berumur ratusan tahun.

Karena kesalahan ini Thor dibuang ke bumi oleh ayahnya sendiri. Thor harus membuktikan bahwa ia layak menjadi putra Odin dan kembali bertahta di Asgard. Saat dalam pengasingan inilah Thor bertemu Jane Foster (Natalie Portman), wanita yang mengenalkannya pada kata cinta. Perlahan tapi pasti Thor mulai mencintai rumah barunya ini dan saat ancaman datang mau tak mau Thor harus bangkit membela bumi.

Di luar pengetahuan Thor, ternyata ada yang tak mengharapkan kembalinya Thor ke Asgard dan berusaha untuk menghancurkan bumi beserta isinya. Thor yang kini sudah menganggap bumi sebagai rumahnya pun tergerak untuk bangkit. Walaupun memiliki kemampuan super namun bukan berarti Thor bakal bisa dengan mudah menanggulangi ancaman ini.

Dari cerita tersebut, saya mendapatkan 3 (tiga) hal yang ingin saya bagikan melalui artikel ini. Pertama, cerita ketika ayah Thor membuang Thor ke bumi, mengingatkan saya pada ayat Firman Tuhan didalam Amsal 13:24 yang berkata “siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya”.

Sewaktu kita masih kecil, tentu kita ingat bagaimana orang tua mendidik kita dan mungkin kita menganggapnya jahat. Tetapi realitanya, kita dapat menikmati kehidupan yang baik saat ini, tentunya karena didikan orang tua untuk menegur atau memperbaiki kesalahan kita di waktu yang lampau. Dan didalam kehidupan ini pun, kadangkala Tuhan sebagai orang tua kita, ‘menghajar’ kita untuk membangkitkan iman kita, untuk membentuk karakter kita, dan untuk segala hal yang bertujuan untuk membuat kita menjadi lebih baik lagi.

Kedua, ketika Thor dilempar ke bumi, ayahnya juga melemparkan tongkat berbentuk palu raksasa yang bertujuan untuk diberikan kepada Thor sebagai salah satu ‘senjata’ yang dapat dimilikinya. Tetapi palu tersebut akhirnya melekat pada tanah dan tidak dapat diambil oleh siapa pun juga, termasuk oleh Thor apabila Thor belum siap. Belum siap ini maksudnya selama Thor masih bersikap angkuh, maka Thor takkan dapat menggunakannya.

Demikian pula berkat yang diberikan Tuhan bagi kita, anak-anakNYA, ketika kita sudah siap. Kalau saat ini kita sedang menanti-nantikan berkat kesembuhan, berkat materi, pasangan hidup, dan berkat lain-lainnya dari Tuhan, maka selain berdoa, kita harus mempersiapkan hati dan diri kita untuk menerima berkat tersebut. Sekali pun kita sudah berdoa bertahun-tahun lamanya, apabila Tuhan melihat kita belum siap, maka kita tidak akan menerima berkatNYA.

Kesiapan kita, hanya Tuhan yang dapat menilai, tetapi sebagai salah satu contoh bentuk kesiapan kita adalah sikap rendah hati, sikap hati yang penuh kasih dan tulus bukan untuk balas dendam atau hanya sekedar untuk pamer misalnya, sikap setia dan percaya pada Tuhan. Dan pastinya, Tuhan akan memberkati kita pada waktuNYA yang sangat tepat.

Dan ketiga, palu yang boleh dimiliki oleh Thor dapat digambarkan sebagai berkat Tuhan. Ketika palu itu digunakan oleh Thor sebagai bentuk kemegahan dirinya, maka palu tersebut tidak akan dapat digunakan lagi. Demikian pula berkat Tuhan yang mungkin saat ini sudah ada pada kita, tidak akan ada gunanya lagi apabila kita menggunakan berkat Tuhan itu sebagai suatu kemegahan didalam diri kita.

Jadi selama kita hidup sebagai anak-anak Tuhan, maka setiap hari kita akan selalu dilatih, dan setiap latihan itu akan membentuk karakter dan kerohanian kita didalam Tuhan. Dan dalam setiap perjalanan kehidupan ini tentunya kita akan memerlukan mujizat, kemurahan, anugerah, dan segala jawaban doa, yang biasa kita sebut dengan berkat. Berkat Tuhan dapat kita peroleh tidak hanya sekedar dari permohonan kita didalam doa atau segala kegiatan yang kita lakukan didalam gereja misalnya, tetapi Tuhan melihat kesiapan hati kita.

Berkat Tuhan diberikan pada kita, bukan untuk kemegahan diri kita, melainkan untuk menyatakan atau menyaksikan kemurahan Tuhan atas hidup kita. Kita harus sadar, bahwa hidup kita ini adalah alat untuk memantulkan sinarNYA kepada semua orang. Ingatlah bahwa kita memiliki dan mendapatkan, semua karena Tuhan yang mengijinkan!

Tuhan memberkati!

**Sumber nama tokoh dan sinopsis film Thor diambil dari website http://sinopsis-box-office.blogspot.com/2011/01/sinopsis-thor.html)

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+oh+thor&um=1&hl=id&sa=N&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=s68Aa42ay1f0CM:&imgrefurl=http://www.rslblog.com/2011/05/movies-thor.html&docid=QD-EC8FWil-OPM&imgurl=http://i199.photobucket.com/albums/aa35/stinkingbadges2/2011/thor-movie-still.jpg&w=500&h=350&ei=C_ydT7jDB82HrAfjxMVr&zoom=1&iact=hc&vpx=490&vpy=136&dur=1045&hovh=188&hovw=268&tx=122&ty=141&sig=115066408690274837010&page=3&tbnh=138&tbnw=179&start=41&ndsp=27&ved=1t:429,r:23,s:41,i:208

Beda Penampilan, Beda Pula Di Hati

Apakah para pembaca pernah menonton acara film korea di layar televisi atau melalui DVD?

Setelah hampir selama satu minggu saya terbaring sakit, karena cuaca yang tidak menentu, akhirnya suata saat ketika saya sudah merasa lebih baik kondisinya, suami saya menyarankan agar dalam beberapa waktu saya lebih sering membuka pintu rumah, agar ada pergantian udara didalam rumah.

Karena biasanya setelah saya melakukan aktifitas sehari-hari dirumah, di waktu luang saya lebih suka membaca buku atau menulis di kamar. Tetapi saran suami, membuat saya tiba-tiba ingin mengubah suasana keseharian saya tidak lagi hanya berada didalam kamar, tetapi dengan duduk di ruang tamu, sambil membuka pintunya.

Rumah kami tidak terlalu besar tetapi sangat nyaman. Mungkin jika dibayangkan, maka kurang lebih besarnya seperti ruang apartment, yang sedikit lebih besar, dan ditambah dengan halaman, serta garasi. Sehingga ruang tamu kami juga berperan sebagai ruang keluarga di rumah kami, yang dilengkapi (salah satunya) dengan televisi.

Sebenarnya, saya bukanlah tipe orang yang suka menonton televisi. Hal ini terbukti dengan selama tiga tahun setelah mami saya berpulang ke surga, saya dapat dikatakan hampir tidak pernah menonton acara televisi seorang diri. Jadi selama ini saya biasanya hanya menonton acara televisi untuk menemani mami saya sewaktu masa hidupnya, dan setelah menikah saya menemani suami.

Tetapi, ketika saya duduk di ruang tamu, maka saya merasa sedikit tertarik untuk menyalakan televisi, dan bahkan saya tidak menonton dan memperkeras suaranya, hanya sekedar menyalakannya, karena saya sibuk dengan artikel-artikel yang saya baca di Internet yang saya nyalakan melalui laptop. Sampai pada suatu waktu saya mengarahkan pandangan saya pada layar televisi, yang pada saat itu sedang menyajikan film korea, yang kemudian ternyata film tersebut dapat membuat saya sedikit tertarik untuk melihatnya, walau pun saya tidak terlalu mengerti alur ceritanya.

Sampai pada sebuah adegan dimana seorang wanita, sebagai pemeran utama, yang sebenarnya telah jatuh cinta pada seorang pria yang juga sangat mencintainya, dan mereka hendak menikah dalam waktu dekat itu akhirnya memutuskan untuk menikahi pria yang usianya jauh diatasnya, yang seharusnya lebih cocok untuk jadi ayah mertuanya, hanya karena ingin membalaskan dendam pada seseorang yang menurutnya telah menghancurkan kebahagiaan keluarganya.

Tentu saja, keputusannya ini menghancurkan hati ibunya, adiknya, dan terutama menghancurkan hati kekasihnya, yang ternyata adalah keponakan dari pria tua yang hendak dipilihnya untuk menjadi suaminya itu.

Berhenti sampai pada cerita tersebut saya tiba-tiba teringat kisah seorang teman yang saya kenal dulunya adalah seorang gadis yang sangat periang dan memiliki banyak teman pria, tetapi kini saya ketahui dia menikah dengan seorang pria yang juga sangat tua. Dan mungkin ada juga diantara pembaca yang mungkin mengenal saya, pernah berpikir, mengapa saya memilih Frankly, sebagai suami saya.

Didalam hidup ini, seringkali kita membuat pilihan-pilihan, keputusan-keputusan, mungkin juga bertingkah laku dan mengucapkan kata-kata, yang mungkin tak akan pernah bisa dipahami oleh orang lain. Orang lain hanya dapat mendengarkan ceritanya dan melihat secara nyata setiap pilihan, keputusan, tingkah laku dan perkataan kita, tetapi orang lain tidak akan pernah dapat membaca pikiran dan melihat kedalaman hati kita.

Seringkali kita mungkin merasa orang lain terlalu mencampuri segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan pribadi kita. Tetapi kita harus menyadari bahwa kita tidak dapat melihat kedalaman hati seseorang itu, mungkin dia menginginkan yang terbaik untuk kita, hanya saja dia tidak dapat mengekspresikan atau mewujudkannya seperti yang kita harapkan dia lakukan untuk kita. Kita dapat memberitahukannya secara baik-baik, dan kita dapat menghargainya dengan mendengarkannya, tanpa menganggapnya sebagai seorang yang buruk dan tidak berharga.

Tetapi disisi lain, apabila kita melihat seseorang telah membuat pilihan, keputusan, atau bertingkah laku dan mengatakan sesuatu yang salah menurut pandangan kita, maka jangan pernah kita mencoba untuk menghakiminya, karena kita tidak pernah tahu kedalaman hati dan pikirannya! Jika kita merasa ingin memberitahunya, maka kita perlu memberitahukannya, tetapi tidak dengan memaksanya atau menghakiminya.

Tidak mudah untuk bersikap demikian, karena saya sendiri masih belajar untuk menjadi keduanya, dan saya pikir, mungkin saya harus belajar sampai seumur hidup saya, karena sebenarnya kita ini tidak akan pernah bisa menyelami hati seseorang, dan kita tidak bisa memutuskan bahwa seseorang itu baik karena memang baik, marah atau cerewet karena seseorang itu memang jahat. Tetapi kecenderungan untuk menghakimi itu memang akan selalu ada, oleh karenanya kita perlu belajar.

Matius 7:1-2 “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

Tuhan memberkati.

**Inspired by my lovely husband, Frankly Reynold Malumbot

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+heart&start=197&hl=id&sa=X&biw=1280&bih=687&tbm=isch&prmd=imvns&tbnid=KPJPwr8S4fY41M:&imgrefurl=http://www.squidoo.com/valentine-activity-puzzles&docid=gHrTy9NnYcngHM&imgurl=http://i2.squidoocdn.com/resize/squidoo_images/590/draft_lens17568978module155803143photo_1323894138Heart_and_Ribbon_vector_c&w=500&h=500&ei=gN1zT9nDDYbMrQej_PjgDQ&zoom=1&iact=hc&vpx=1014&vpy=115&dur=1520&hovh=225&hovw=225&tx=132&ty=155&sig=115066408690274837010&page=10&tbnh=159&tbnw=159&ndsp=21&ved=1t:429,r:20,s:197