Ungkapkan yang Ada Dihatimu!

Tidak semua orang bisa mengungkapkan apa yang ada didalam hatinya. Saya adalah orang yang paling sulit mengungkapkan isi hati melalui kata-kata, apalagi bila saya harus mengungkapkannya secara lisan, itu sebabnya saya sangat suka menulis. Melalui tulisan, saya bisa mengganti susunan kalimat yang kurang tepat, atau menghapus kata-kata yang tak seharusnya diucapkan.

Mami saya adalah orang yang paling bisa memahami isi hati saya, itu sebabnya saya sangat merasa kehilangan saat Tuhan memanggil mami saya. Saat saya berkata “tidak mau“, mami saya tahu alasan saya, tanpa saya harus mengatakannya, sehingga mami saya tahu bagaimana cara memberitahukan sudut pandang yang lain, yang belum saya ketahui.

Berjalannya waktu, saya harus belajar untuk mengungkapkan isi hati saya, khususnya pada saat saya memutuskan untuk menikah. Suami saya bukan mami saya, yang hidup bersama saya sejak saya lahir, sehingga dia butuh saya bisa mengungkapkan isi hati saya, agar dia bisa memahami sudut pandang saya, dan saat suami saya juga mengungkapkan isi hatinya, maka saya bisa memahami sudut pandangnya. Selanjutnya, kita bisa saling bertukar pikiran dan saling memahami.

communicationAda begitu banyak masalah dan pertengkaran terjadi karena miss-communication, atau kurangnya komunikasi. Miss-communication seringkali dianggap orang sebagai suatu kesalahan bicara. Tetapi, menurut saya, miss-communication seringkali terjadi karena seseorang tidak mau atau tidak berani atau tidak bisa mengungkapkan isi hatinya, sehingga orang lain tidak dapat mengerti apa maksud hati seseorang itu.

Sebagai contoh, saya berkata pada suami saya “kamu tidak ingin makan roti?“, suami saya menjawab “tidak“. Padahal sebenarnya didalam hati saya sedang ingin makan roti, dan pada saat saya mendengar suami saya berkata “tidak“, maka bisa saja saya menjadi marah dan kecewa, seolah-olah suami saya melarang saya makan roti.

Seandainya saya mengungkapkan isi hati saya dengan berkata “saya ingin makan roti“, maka mungkin suami saya, yang mengerti kalau saya sedang ingin makan roti akan membelikan saya roti. Tetapi ada kalanya juga, suami saya menginginkan makanan yang lain, dan dia tidak mengatakannya, sehingga saya bisa saja menganggap respon suami saya seolah-olah dia sedang keberatan kalau saya makan roti, padahal mungkin dia sedang memikirkan ide yang lain.

Seandainya suami saya mengatakan “saya memiliki ide yang lain“, maka mungkin kita bisa mengambil jalan keluar, misalnya saja mampir ke toko roti terlebih dahulu kalau saya sedang tidak ingin dengan idenya, atau mungkin keinginan suami saya lebih menarik, sehingga saya membatalkan niat saya untuk membeli roti.

Memang benar, tidak semua hal yang ada didalam hati bisa kita ungkapkan. Tetapi, ada kalanya kita dapat mengurangi masalah, dapat mengurangi beban kita, dan juga bahkan bisa membuat diri kita berhasil mendapatkan sebuah promosi, apabila kita berani jujur mengungkapkan isi hati kita dan memberitahukan ide-ide kita.

Kita ingin orang lain memahami kita, tetapi kita tidak pernah mengungkapkan keberatan-keberatan kita. Kita ingin mendapatkan jalan keluar, tetapi kita tidak pernah mengungkapkan persoalan kita. Kita menginginkan sesuatu, tetapi kita tidak pernah mengatakannya. Lalu bagaimana orang lain dapat memahami, bagaimana orang lain dapat membantu, dan bagaimana cara kita mendapatkan yang kita inginkan?

Setiap orang memiliki sudut pandangnya masing-masing. Saat kita diam, seseorang bisa berpikir kita setuju dan seseorang yang lain bisa berpikir kita bersikap netral, padahal mungkin kita diam karena sebenarnya kita tidak setuju akan sebuah keputusan. Seandainya saja kita berani mengungkapkan isi hati kita, mungkin saja alasan kita itu justru yang bisa diterima dan membuat sebuah keputusan itu menjadi lebih baik.

Mengungkapkan isi hati, dapat menghindarkan kita dari kesalahpahaman, dapat membuat kita menemukan jalan keluar, dapat membuat kita kompak, dapat membuat orang lain belajar akan pemikiran-pemikiran yang baik dari kita, dan dapat membuat kita bisa berjalan hingga tiba di tujuan dengan selamat.

Sebaliknya, saat kita mendengar seseorang mengungkapkan isi hatinya, maka kita dapat memahami sudut pandangnya, sehingga kita bisa belajar pemikiran-pemikiran yang baik dari seseorang itu, kita bisa membantu seseorang untuk mencapai tujuannya, atau bahkan kita bisa berjalan bersama-sama seseorang itu untuk berada di sebuah tujuan.

Dan jangan lupa untuk mengungkapkan isi hati kita pada orang yang tepat dan sesuai sasaran, karena komunikasi tidak akan sampai bila kita hanya sekedar ‘curhat’ dengan orang lain, sedangkan orang yang bersangkutan tidak mengerti maksud kita.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.classesandcareers.com/education/2012/09/06/communicationskillsintheworkplace/

Iklan

Selalu Sayang

Seringkali, pada saat suami saya marah atas sebuah kesalahan yang saya perbuat, terlintas dalam pikiran saya bahwa nilai negatif saya sudah bertambah satu lagi di mata suami saya. Kemudian bila suami saya selama beberapa hari berturut-turut selalu menonton televisi, saya akan berpikir mungkin suami saya sedang tak ingin di ganggu. Dan masih ada begitu contoh lainnya, yang saya pikirkan tentang yang mungkin dipikirkan oleh suami saya.

Demikian pula sebaliknya, pada saat suami saya melakukan sebuah kesalahan, dia pikir kesalahan tersebut akan menambah nilai negatif dirinya didalam pandangan saya. Atau pada saat saya sedang serius mengerjakan sesuatu, suami saya pikir saya sedang mengabaikannya. Dan masih ada begitu banyak pemikiran suami saya yang belum tentu saya juga memikirkannya.

relationshipSampai pada suatu hari, kami berdua memutuskan untuk tetap percaya bahwa kami akan tetap saling menyayangi. Diawali dengan sebuah kalimat yang mengharukan dari suami saya, yang berkata “Aku tahu, sekali pun kamu kubuat menangis, atau kamu sedang marah denganku, atau kamu sedang diam, atau kamu sedang sibuk melakukan sesuatu, kamu akan tetap sayang sama aku“.

Selanjutnya, suami saya juga mengatakan bahwa sekali pun dia marah dengan saya, atau dia sedang diam, atau dia sedang sibuk melakukan hal yang lain, dia akan tetap sayang dengan saya. Kalimat tersebut benar-benar melekat didalam hati saya, saya menyetujuinya, saya percaya pada perkataannya, dan saya akan tetap sayang dengan suami saya.

Kemudian saya merenungkan, bila suami saya, seorang manusia biasa, bisa berkomitmen dan memiliki hati yang tetap sayang pada saya, walau pun dia dalam keadaan marah atau sibuk, maka terlebih lagi Tuhan juga sangat sayang pada kita, walau pun tampaknya Dia sedang mengacuhkan kita, atau mengijinkan masalah datang didalam hidup kita.

Seringkali kita berpikir pada saat kita melakukan kesalahan, orang lain akan merasa ‘hilang selera’ (baca: hilang feeling) terhadap kita. Seringkali kita berpikir pada saat kita marah, orang lain akan berpikir kita ini jahat, atau tidak suka dengan orang lain itu. Seringkali kita berpikir pada saat kita tertawa, orang lain akan berpikir kita ini kampungan. Seringkali kita berpikir pada saat kita menangis, orang lain akan berpikir kita ini cengeng.

Melakukan kesalahan, marah, tertawa, menangis, adalah satu paket kehidupan yang tak dapat kita hilangkan. Mungkin benar, orang lain yang melihat tingkah laku kita yang tidak baik akan membuat mereka berpikir tidak baik. Tetapi, belum tentu juga orang lain akan berpikir seperti yang kita pikirkan.

Ada orang-orang yang mungkin berpikir bahwa Tuhan sedang menghukum mereka dengan berbagai cobaan, atas kesalahan mereka yang sebelumnya, atau bahkan ada yang sudah tidak berani berdoa lagi karena mereka berpikir kesalahannya akan membuat Tuhan tidak mau mendengar doa mereka lagi.

Hari ini, saat Anda membaca tulisan ini, saya ingin memberi kabar baik, bahwa Tuhan sangat sayang dengan kita, apa pun kondisi kita, dan apa pun kesalahan yang pernah kita perbuat.

Seandainya saja, hari ini kita minta ampun atas kesalahan kita, Tuhan tentu tahu apakah kita benar-benar tidak akan mengulangi kesalahan kita itu lagi atau kita akan mengulanginya kembali di kemudian dia. Tetapi apa pun itu, Dia tetap mengasihi kita. Luar biasa kasih Tuhan itu, bukan?

Tentu saja, semua hal yang kita lakukan selalu ada konsekuensi atau balasannya. Jadi, jangan kita mengulangi kesalahan-kesalahan kita!

Satu hal yang pasti, kita akan benar-benar dapat mengasihi orang lain, kita akan benar-benar dapat mengampuni kesalahan, dan kita akan benar-benar dapat melakukan berbagai hal baik, termasuk memikirkan hal-hal yang baik, adalah pada saat kita benar-benar percaya bahwa Tuhan mengasihi kita, dan dapat merasakan, atau melihat banyaknya perbuatan ajaib yang Tuhan lakukan bagi kita, karena Dia mengasihi kita.

Tuhan memberkati!

Sempurna Di Tangan Tuhan

Ada beberapa barang yang dibutuhkan oleh suami saya, dan saya sengaja membelikannya sebagai hadiah di hari ulang tahunnya. Tetapi pada hari h saat suami saya berulang tahun, saya benar-benar tidak ingat untuk membelikannya kue tart, sebagaimana biasanya kue tart selalu ada sebagai tanda seseorang sedang berulang tahun hari itu.

Didalam hati kecil saya berharap, salah seorang saudara kami mengingatnya dan membawakannya untuk suami saya. Tetapi ternyata tak seorang pun membawakannya untuk suami saya.

Suami saya sama sekali tidak terlihat kecewa tanpa adanya kue tart di hari ulang tahunnya, sehingga saya dan suami, bersama keluarga terdekat, tetap dapat menikmati makan siang kami dengan suasana yang menyenangkan.

TartDua hari kemudian, sepulang dari kantor, tiba-tiba suami saya pulang dengan membawa kue tart. Saat saya bertanya, suami saya memberikan penjelasan bahwa dia mendapatkan kue tart itu dari kantor, tempat dia bekerja.

Saat mendengar ceritanya, didalam hati saya ada perasaan yang begitu gembira, karena menurut saya, Tuhan sudah menyempurnakan hari ulang tahun suami saya, dengan memberinya kue tart.

Kelihatannya sangat sepele dan tidak terlalu penting, hanya sekedar kue tart yang tidak harus ada saat kita berulang tahun, tetapi karena Tuhan sangat sayang kepada suami saya, maka Dia memberikan kue tart yang lezat itu di hari ulang tahun suami saya.

Inilah yang saya katakan sebagai salah satu berkat Tuhan.

Tuhan memerhatikan hal-hal kecil didalam hidup kita, yang bahkan mungkin kita sendiri tidak peduli atau tidak pernah memikirkannya, dan Tuhan membuat hidup kita menjadi sempurna.

Saat ini, cobalah lihat segala sesuatu yang sudah kita miliki! Mungkin tampaknya masih saja terlihat ada yang kurang, misalnya saja kita memiliki handphone, tetapi belum memiliki blackberry, atau belum memiliki android. Atau kita sudah memiliki yang ini dan yang itu, tetapi masih belum memiliki yang lain-lain.

Cobalah untuk tidak melihat barang-barang yang belum kita miliki! Tetapi lihatlah dari sudut pandang yang mana barang-barang yang kita miliki tersebut sudah melengkapi kebutuhan hidup kita, dan paling tidak, pikirkan bahwa sampai sejauh ini kita sudah bisa mempergunakan barang-barang yang sudah kita miliki. Kita sudah bisa berkomunikasi dengan menggunakan handphone yang kita miliki misalnya.

Cobalah lihat orang-orang terdekat yang ada di sekeliling kita! Mereka memiliki banyak kekurangan, ada yang walau pun baik hati tetapi sikapnya tidak pernah memikirkan orang lain, ada yang pintar tetapi suka merendahkan orang lain, ada yang cantik tetapi sangat suka mengatur orang lain, ada yang ganteng tetapi kelakuannya aneh, dan ada yang bahkan kita tidak tahu apa kebaikannya.

Mari kita berdiri di sudut pandang yang lain! Cobalah lihat orang-orang terdekat yang ada disekitar kita itu, mereka sudah melengkapi hidup kita. Tanpa mereka, mungkin selama ini kita tidak akan pernah tahu tempat-tempat menarik di Indonesia. Tanpa mereka, mungkin kita tidak akan mencicipi makanan-makanan yang enak. Tanpa mereka, mungkin kita tidak akan pernah mengalami kesuksesan. Dan tanpa mereka, mungkin karakter kita tidak akan menjadi lebih baik.

Kita tidak akan pernah biaa menjadi sempurna. Segala sesuatu yang kita miliki takkan pernah terlihat sempurna. Kita akan selalu bisa menemukan kekurangannya. Tetapi, cobalah belajar untuk mengijinkan Tuhan menyempurnakan segala kebutuhan dan keinginan kita!

Hal-hal yang kecil, hal-hal yang sepele, hingga hal-hal yang besar, dan hal-hal yang paling penting, yang tidak pernah kita pikirkan, selalu disediakan Tuhan, untuk menyempurnakan segala kebutuhan kita. Dan saat kita dapat melihat campur tangan Tuhan itu, maka kita akan mampu bersyukur atas kebaikan Tuhan.

Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” (I Korintus 2:9)

Bukan Kuat Dan Gagahku

Pada suatu hari Senin malam, salah seorang pimpinan sewaktu saya masih bekerja dulu mengirimkan pesan singkat kepada saya. Inti dari pesan tersebut kurang lebih ingin menginformasikan bahwa ada sebuah lowongan pekerjaan di tempat dia bekerja saat ini dan dia membutuhkan bantuan saya apabila ada teman yang mungkin sedang membutuhkannya.

Saya tidak memberikan janji tetapi saya mencoba untuk menyebarkan pesan tersebut ke beberapa orang teman, yang mungkin membutuhkan, atau mungkin mereka punya teman yang membutuhkannya. Saya tidak berharap dapat membantu banyak, karena sepengetahuan saya, kebanyakan teman memang sudah memiliki pekerjaan.

Tak disangka, seorang teman menanggapi pesan dari saya itu, karena sebenarnya beberapa waktu yang lalu dia sempat mengirimkan surat lamaran ke perusahaan yang sama, tetapi belum mendapatkan respon. Dan dia sebenarnya sudah mengajukan surat pengunduran diri karena dia tidak mendapatkan peningkatan seperti yang dijanjikan, ditambah dengan pekerjaan yang melampaui kemampuannya.

Singkat cerita, seorang teman itu menjalani proses interview pada keesokan harinya, yaitu hari Selasa, dan malam harinya seorang pimpinan yang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan saya itu mengatakan bahwa teman saya itu diterima, tetapi masih perlu menjalankan beberapa prosedur.

Seorang pimpinan itu mengatakan bahwa saya selalu dapat bekerja dan memberi respon dengan cepat. Teman saya juga senang karena dia merasa gembira dengan bantuan saya. Proses kehidupan yang saya jalani, membuat saya senang karena sebagi seorang pemercaya, saya dipercaya oleh Tuhan untuk melakukan sebuah kebaikan.

Sebenarnya, posisi yang ditawarkan oleh seorang pimpinan itu adalah salah satu posisi yang saya mimpikan. Didalam hati kecil saya berkata “sungguh beruntung teman saya mendapatkan posisi tersebut“. Tetapi saya memilih untuk bersyukur, karena saya dapat memberikan posisi bagus itu untuk seorang teman dan walau pun saya sudah tidak bekerja, saya masih dapat membantu salah seorang pimpinan saya itu.

Tidak ada sesuatu pun yang terjadi secara kebetulan. Seandainya saya tidak mengirimkan ulang pesan yang diberikan oleh seorang pimpinan itu mungkin seorang teman itu masih tetap bisa diterima di perusahaan itu dengan cara yang lain. Tetapi sungguh bersyukur bila saya yang dipilih oleh Tuhan untuk menjadi perantara dengan maksud dan tujuan yang baik.

bully_cartoonDari kisah tersebut diatas, kita dapat belajar bahwa sesungguhnya segala sesuatu yang baik yang terjadi didalam kehidupan kita ini bukanlah oleh kuat dan gagah kita, melainkan atas anugerah Tuhan. Kita dapat berubah menjadi lebih baik itu karena pertolongan Tuhan. Kita dapat melakukan kebaikan bagi sesama juga karena kesempatan yang diberikan oleh Tuhan.

Seringkali kita berpikir seseorang tidak akan mengalami keberhasilan atau keberuntungan apabila saat itu kita tidak datang untuk menolong. Padahal belum tentu juga bila kita tidak datang maka tidak ada orang lain yang dapat menolong seseorang itu. Semua orang selalu memiliki kesempatan untuk memberikan bantuan kepada orang lain. Tetapi sekali lagi, semuanya bukan karena kuat dan gagah kita.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:

Ketika Tuhan Mengijinkan

Ada sebuah grup musik yang baru saja mulai merintis berdirinya grup tersebut dan grup musik ini cukup sering mengikuti berbagai lomba. Karena memang grup musik ini memainkan lagunya dengan bagus, maka tak heran jika mereka selalu bisa menerima penghargaan minimal sebagai lima besar setiap kali perlombaan.

Sampai suatu ketika mereka mengalami kekalahan dan mereka melihat bahwa pemenang dari perlombaan pada saat itu adalah grup musik dengan jenis musik tertentu, sedangkan grup musik mereka itu menampilkan jenis musik yang berbeda jenis musiknya dengan grup musik yang menang itu.

Tentu saja, mereka mengalami kekecewaan dan mengganggap sang juri menilai dengan tidak adil, karena mereka percaya penampilan mereka jauh lebih baik dari penampilan mereka di perlombaan yang sebelum-sebelumnya.

Kisah tersebut membuat saya merenungkan mengenai perjalanan kehidupan saya selama ini. Salah satu ceritanya adalah pengalaman sewaktu saya bekerja dikantor yang pertama, sejak saya memilih pekerjaan sebagai seorang service assistant atau lebih mudahnya sebagai administration. Saya selalu berusaha untuk bekerja dengan sebaik mungkin dan saya percaya bahwa teman-teman saya tidak pernah bekerja sebaik pekerjaan yang saya lakukan.

Tetapi realitanya, diakhir penilaian, saya mendapatkan nilai yang tidak seperti yang saya harapkan. Sedangkan teman-teman saya yang mungkin bekerja dengan tidak sungguh-sungguh, justru mendapatkan nilai yang jauh lebih baik dibandingkan dengan saya. Saya mengira, oleh karena untuk kedekatan antara teman saya dengan para atasan, maka tidak heran jika dia mendapatkan nilai yang tidak seharusnya dia dapatkan.

Melalui kejadian tersebut, saya salah sekali tidak berniat untuk menurunkan kualitas kerja saya, tetapi saya menurunkan harapan saya untuk mendapatkan nilai baik dari atasan saya. Saya pikir, paling tidak Tuhan melihat dan menilai usaha saya, walau pun upah saya nanti hanya saya peroleh ketika saya sudah berada di surga.

Sekitar akhir tahun 2005 atau pada awal tahun 2006, saya lupa tepatnya kapan, kantor saya mengadakan acara besar untuk memberikan penghargaan kepada para staffnya yang berprestasi. Pada waktu itu, di akhir acara, hampir-hampir saya menyelinap untuk kembali ke hotel, karena saya sedang tidak enak badan. Tetapi tiba-tiba MC memanggil nama saya dan berkata bahwa saya adalah pemenang untuk service assistant terbaik di seluruh kantor di Indonesia dan berhak untuk mendapatkan hadiah ke Eropa.

Saya tidak percaya dengan keputusan tersebut, karena atasan saya pun terkejut ketika mengetahui bukan teman saya yang menang, melainkan saya, seorang yang biasa-biasa saja, dan mungkin selama ini hanya dipandang sebelah mata olehnya. Sedangkan penilaian tidak hanya dari atasan di kantor cabang saja, melainkan juga dari pihak kantor pusat pun ikut memberikan penilaian, sehingga saya bisa memenangkan penghargaan tersebut.

Salah satu pengalaman ini, membuat saya percaya bahwa ketika Tuhan yang menilai dan ketika Tuhan ingin memberkati, maka tidak ada seorang pun yang dapat menghalangiNYA.

Seperti ketika seorang penulis berharap agar tulisannya dapat dijadikan sebuah buku atau dimuat sebagai salah satu artikel didalam sebuat majalah atau warta gereja, tidak semua tulisan yang dibuat oleh seorang penulis itu dapat dibaca oleh semua orang, apabila tidak ada seorang auditor yang menyeleksi tulisannya dan mengijinkan tulisan itu untuk diterbitkan.

Demikian pula Tuhan terhadap kita, anak-anakNYA, tidak akan ada seorang pun yang dapat menghalangi ketika Tuhan mengijinkan sebuah masalah atau sebuah berkat itu turun bagi kita.

Jika saat ini, mungkin kita sedang mengalami sebuah masalah, mengalami sakit, atau mengalami kegagalan, dan kita sudah berdoa, tetapi seolah-olah hal buruk yang selalu kita peroleh, maka selanjutnya kita hanya bisa terus berusaha, tetap bersikap rendah hati, berusaha untuk mengerti apa yang terjadi, dan pada waktu Tuhan mengijinkan kita untuk mendapatkan jawaban doa, tidak akan ada seorang pun yang dapat menghalangiNYA.

Mungkin saja, suatu hari nanti grup musik itu mengalami kesalahan ketukan atau kesalahan lagu didalam sebuah perlombaan, tetapi ketika Tuhan mengijinkan grup musik itu untuk menang, maka kesalahan sebesar apa pun, tidak akan menghalanginya untuk menang.

Saya sangat mengerti rasanya kecewa karena sepertinya seseorang atau keadaan sedang bersikap tidak adil pada kita. Dan bersikap kecewa itu bukan sesuatu hal yang patut disalahkan. Tetapi sebenarnya tidak ada sesuatu pun terjadi atas ijinNYA.
Tuhan sayang pada kita dan Tuhan bersikap sangat adil didalam kehidupan kita. Tuhan sungguh-sungguh memperhatikan kehidupan kita setiap waktu, sampai didalam hati kita. Ketika Tuhan ingin memberikan berkat-berkatNYA bagi kita, maka tidak akan ada seorang pun yang dapat menghalangiNYA. Bahkan niat jahat pun dibuatNYA menjadi sebuah kebaikan bagi kita.

Tuhan memberkati.

Buru-Buru = Kekacauan

Beberapa kali ketika PDAM di daerah rumah kami padam dan saya sudah dapat menduganya, saya selalu berusaha untuk menyelesaikan segala pekerjaan di rumah yang sekiranya memerlukan air, agar ketika air padam, saya tidak perlu kesusahan lagi atau saya tidak perlu menggunakan air yang sudah saya simpan dalam penampungan sebelumnya.

Tetapi semakin saya terburu-buru menyelesaikan semua pekerjaan di rumah, yang biasanya dapat saya kerjakan dengan lancar, tetapi karena terburu-buru bisa membuat saya lupa harus mempersiapkan dan melakukan apa saja. Akibatnya, pekerjaannya yang seharusnya bisa saya kerjakan dengan lebih cepat dari biasanya, justru semakin jadi lebih lambat atau sama waktunya jika dibandingkan ketika saya mengerjakannya dengan kecepatan yang biasa-biasa.

Saya adalah seorang yang suka menyelesaikan segala sesuatu dengan cepat tetapi diusahakan serapi mungkin. Dan jujur saja, semua yang saya lakukan dengan sangat cepat-cepat sebagian hasilnya lebih berantakan dibandingkan apabila saya melakukannya dengan sedikit lebih hati-hati.

Firman Tuhan mengatakan agar kita jangan suka terburu-buru, agar pada akhirnya kita tidak dipermalukan (Amsal 25:8). Tidak selalu hal yang kita lakukan dengan terburu-buru itu akan mempermalukan kita, tetapi kebanyakan hal yang dikerjakan dengan terburu-buru hasilnya kurang maksimal. Bukan tidak maksimal tetapi kurang maksimal. Ini berarti mungkin hasilnya tetap baik tetapi bisa saja tidak sebaik apabila kita melakukannya dengan lebih berhati-hati.

Bagi orang-orang yang cekatan atau suka cepat-cepat, sebaiknya dapat membedakan antara bersikap hati-hati dan bertindak dengan lambat. Karena bagi orang-orang yang suka bekerja dengan cepat-cepat, mungkin dapat merasa apabila berhati-hati itu akan membuat pekerjaan menjadi lama selesainya, karena dikerjakan dengan lambat.

Dalam hal ini, berhati-hati bukan berarti menjadi lambat. Orang yang lambat, tentu juga bukannya akan menghasilkan segala sesuatunya lebih baik, melainkan mungkin justru hanya akan mempersulit. Sedangkan bertindak lebih hati-hati itu adalah tidak melakukan segala sesuatu secara asal-asalnya, atau yang penting selesai.

Kita boleh terburu-buru, tetapi sebaiknya kita melakukannya dengan lebih berhati-hati, agar pekerjaan yang ingin kita selesaikan itu bisa cepat selesai tetapi hasilnya juga baik. Apabila kita cepat menyelesaikan semuanya tetapi hasilnya tidak baik, maka kita akan menghabiskan waktu untuk mengulanginya kembali. Tentunya kita bukannya mempercepat pekerjaan, tetapi justru memperlambat apabila terburu-buru tanpa bertindak hati-hati.

Tidak hanya didalam pekerjaan, tetapi juga didalam bersikap, sebaiknya kita juga tidak terburu-buru memberikan tuduhan kepada orang lain yang belum tentu melakukan kesalahan.

Ada begitu banyak orang yang dengan cepat memberikan tuduhan kepada orang lain yang mungkin terbiasa sering melakukan kesalahan, tetapi justru hal itu hanya akan segera membuat orang lain yang belum tentu melakukan kesalahan itu merasa dirinya memang bodoh dan selalu berbuat kesalahan.

Sikap yang dengan cepat memberikan tuduhan kepada orang lain itu sebenarnya sama halnya dengan bersikap mem-bully atau sikap yang semena-mena terhadap orang yang ‘lemah’.

Sikap terburu-buru sebenarnya tidak seratus persen mutlak adalah sikap yang buruk atau hanya akan menimbulkan kekacuan, tetapi sikap terburu-buru harus didampingi dengan sikap yang tetap harus berhati-hati agar segala sesuatu yang dilakukan itu hasilnya baik.

Ketika kita berbuat jahat dan mengakui dihadapan Tuhan, Tuhan tidak pernah terburu-buru untuk marah pada kita, walau pun DIA tentu tahu bahwa kita mungkin akan mengulangi atau melakukan kesalahan yang jauh lebih fatal lagi. Tetapi bersyukur DIA adalah Tuhan yang baik dan tidak pernah terburu-buru untuk menyatakan kemarahanNYA.

Demikian pula ketika kita meminta sesuatu, DIA pun tidak terburu-buru memberikan, walau pun sebenarnya DIA ingin segera memberikan semua doa kita. Tetapi ketika DIA menjawab kita tepat pada waktuNYA, justru semuanya menjadi indah. Bukan berarti kita harus menunda pemberian kita kepada orang yang telah memintanya kepada kita, melainkan Tuhan jauh lebih tahu waktu yang tepat bagi kita mendapatkan jawabanNYA.

Tuhan memberkati.