Tidak Tunggu Sampai Hilang

Seorang Ibu berkata, “Sakit ini membuat Ibu sudah lupa rasanya menjadi sehat, sampai Ibu merasa terbiasa dengan penyakit ini“.

Seorang pemuda berkata, “Hidup dalam kemiskinan membuatku lupa bagaimana rasanya saat hidup bersama Ayahku didalam kelimpahan“.

Seorang Bapak berkata, “Aktifitasku belakangan ini membuatku lupa akan kesibukan pada saat bekerja dikantor“.

Seorang gadis berkata, “Bertahun-tahun aku hidup sendiri setelah putus dari pacarku yang pertama dan kemudian sahabat-sahabatku meninggalkanku begitu saja, membuat aku lupa bagaimana rasanya disayangi dan memiliki seorang teman“.

Seorang Ibu berkata, “Seandainya saja, Ibu mau menjaga kesehatan, maka mungkin Ibu masih sehat sekarang“.

Seorang pemuda berkata, “Seandainya saja, aku tidak menghabiskan uang warisan Ayah untuk kesenanganku, maka mungkin aku tidak hidup dalam kemiskinan“.

Seorang Bapak berkata, “Seandainya saja, aku bekerja dengan baik, maka mungkin aku tidak akan menjadi pengangguran seperti sekarang“.

Seorang gadis berkata, “Seandainya saja, aku bisa menjaga kepercayaan kekasihku dan sahabat-sahabatku, maka mungkin aku tidak akan kehilangan mereka“.

Sebuah pepatah humor mengatakan bahwa penyesalan selalu datang di akhir, kalau diawal maka disebut sebagai pendaftaran. Seringkali saat kita kehilangan sesuatu, baru kemudian kita bisa merasakan manfaat atau bisa merasakan betapa berharganya sesuatu itu.

Firman Tuhan didalam I Tesalonika 5:18 berkata, “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah didalam Kristus Yesus bagi kamu“.

Seringkali kita merasa aneh atau merasa kesulitan saat harus mengucap syukur dalam keadaan susah atau sakit, tetapi pada saat kita memiliki segalanya, kita lupa mengucap syukur.

Sikap kita yang tidak menghargai segala hal yang kita miliki, merupakan tanda bahwa kita sulit mensyukuri segala hal yang sudah kita miliki.

Saat melihat seseorang tidak perlu sekolah atau tidak perlu bekerja karena sakit, kita juga ingin bisa sakit agar tidak perlu sekolah atau bekerja. Padahal kesehatan itu akan menjadi sangat berharga bagi orang-orang yang menderita sakit.

Saat melihat seseorang mendapatkan perhatian dan bantuan pada saat tidak membutuhkan uang, kita merasa iri karena tidak mendapatkan perhatian yang serupa. Padahal bila seseorang boleh memilih, maka seseorang tentu akan lebih memilih hidup didalam kelimpahan daripada hidup didalam kekurangan.

Saat melihat seseorang bisa bermalas-malasan, mungkin kita jadi merasa kesal dengan kesibukan yang tiada henti. Padahal menjadi sibuk dan memiliki pekerjaan adalah idaman banyak orang, daripada tidak melakukan apa-apa dan merasa diri tidak berharga.

Saat seseorang terlihat menikmati kesendiriannya, kita bisa saja merasa orang-orang disekitar sungguh mengganggu hidup kita. Padahal sungguh menyenangkan saat kita bisa berbagi kasih dan perhatian dengan orang-orang disekitar kita.

Tidak semua orang bisa menikmati kehidupan mereka yang kelihatannya menyenangkan bagi kita. Mungkin ada begitu banyak orang yang ingin menikmati kehidupan yang seperti kita. Itulah sebabnya, Firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk bersyukur dalam segala keadaan.

Jika kita tidak merasa nyaman saat harus bersyukur di saat keadaan sedang tidak baik, mengapa kita tidak bersyukur saat keadaan sedang baik-baik?

Jika kita tidak suka merasa sesuatu bermanfaat atau jika kita tidak suka merasa sesuatu itu penting pada saat sesuatu itu sudah hilang, mengapa kita tidak menghargai sesuatu itu pada saat ada?

Bila kita melihat orang lain hidupnya lebih baik, mengapa kita tidak memelihara hidup kita agar menjadi lebih baik?

Semua yang terlihat selalu akan tampak lebih baik. Tetapi, kondisi didalam, seringkali hanya kita dan Tuhan yang tahu. Realitanya, pada saat kondisi didalam sudah baik, maka kita tidak akan merasa perlu iri dengan apa yang tampak diluar, yang dimiliki oleh orang lain.

Jangan tunggu sampai hilang! Jaga, pelihara, dan bersyukur dengan apa yang ada pada kita! Maka kita bisa memuliakan Tuhan dengan apa yang ada pada kita, tanpa harus merasa iri dengan yang tidak ada pada kita. Kita bisa menjadi diri sendiri tanpa mengingini kehidupan yang dimiliki oleh orang lain, karena kita tahu Tuhan sudah memberikan yang terbaik bagi kita.

Tuhan memberkati!

20131114-140659.jpg

Iklan

Strategi Bermain

Seperti yang pernah saya katakan didalam beberapa tulisan saya sebelumnya, kalau di waktu-waktu luang, kadangkala saya mengisinya dengan memainkan permainan yang ada di laptop. Demikian pula suami saya, dia juga suka mengisi beberapa waktu luangnya dengan bermain, sebagai salah satu hiburannya.

Dan didalam beberapa permainan yang kami mainkan, ada yang memerlukan sebuah strategi yang harus dipelajari, agar kami dapat memenangkan permainan tersebut, atau agar kami dapat mencapai nilai yang terbaik.

Strategi, tak hanya didalam sebuah permainan, tetapi juga didalam seluruh aspek kehidupan ini, kita harus pandai-pandai mengatur strategi agar kita dapat mencapai kata kehidupan yang maksimal, atau strategi itu berguna bagi kita untuk mencapai hal-hal yang kita harapkan atau kita inginkan terjadi.

Sebagai contoh, apabila kita ingin mempunyai banyak uang, maka selain bekerja, kita perlu mengatur strategi dengan menyisihkan sebagian uang kita untuk ditabung, lalu mencukupkan diri dengan apa yang ada, dan tidak membeli barang-barang yang tidak perlu, atau tidak sembarangan membagi-bagikan uang kepada orang lain (baca: berfoya-foya).

Contoh lainnya, apabila kita ingin memperoleh sebuah peningkatan didalam pelajaran kita disekolah, mau pun didalam kehidupan ini, dan didalam hal apa pun juga, maka kita harus mengatur sebuah strategi agar dapat mempelajari banyak hal, mengurangi sikap bermain-main, meningkatkan sikap tekun, tetap setia melakukan hal-hal kecil, dan meningkatkan berbagai hal baik yang ada didalam diri kita.

Apabila kita ingin memiliki tubuh yang sehat, maka kita harus mengatur strategi dengan memberi sedikit waktu untuk berolah raga, melatih pikiran kita untuk lebih banyak memikirkan hal-hal yang baik, dan menikmati menu makanan yang sehat, seperti sayur mayur, buah-buahan, dan lain-lain.

Didalam hal ini, saya pikir, tentunya kita semua mengerti bahwa untuk mencapai sesuatu, maka kita harus memiliki strategi yang harus dilakukan. Tetapi ada satu hal yang patut disayangkan, yaitu tidak semua orang mempunyai sebuah ide strategi yang baik.

Perputaran waktu akhir-akhir ini terasa begitu sangat cepat. Perkembangan teknologi terjadi dengan sangat cepat, terbukti dengan sebentar-sebentar kita sudah menemukan adanya teknologi yang baru lagi. Jika kita melihat orang-orang yang sudah terlebih dahulu berhasil, maka kita dapat melihat ada begitu banyak orang yang mengalami kemajuan dengan pesat. Sehingga tanpa kita sadari, rasanya kita ingin terus berlari dengan lebih cepat untuk meraih segala sesuatu yang kita harapkan terjadi.

Tetapi ketika kita sudah berlari dengan sangat cepat dan ternyata kita tidak juga mencapai hal yang kita harapkan atau inginkan, maka akhirnya kita memilih sebuah strategi ‘jalan pintas’, seperti misalnya sikut kanan kiri untuk menjatuhkan orang-orang yang sebenarnya tak bersalah atas kegagalan kita, atau menyisipkan ‘tipuan-tipuan’ kecil yang mungkin kita pikir dapat mempercepat langkah kita.

Kalau kita melihat didalam sebuah permainan, untuk mencapai sebuah nilai yang tertinggi atau untuk mengalami kemenangan, maka kita harus melalui berbagai tantangan yang sudah diatur didalamnya. Sulit bagi kita untuk bermain curang didalam sebuah permainan yang sudah diatur secara sistem. Kita juga tidak bisa marah karena hal itu hanyalah sebuah permainan yang tidak harus membuat kita sampai tertekan.

Demikian pula didalam kehidupan kita ini, apalagi jika kita sudah mengenal Firman Tuhan, dan hidup didalam kasih Tuhan, maka seharusnya kita tidak bisa menemukan strategi yang buruk, bahkan tidak seharusnya kita memikirkan sebuah rencana-rencana yang buruk hanya karena ingin mencapai sebuah keberhasilan.

Opera pernah berkata bahwa hal tersulit yang dapat kita lakukan didalam kehidupan ini adalah turut senang melihat keberhasilan orang lain. Didalam kehidupan ini, kita tidak akan pernah bisa selalu berada di posisi tertinggi setiap saat, dan pada saat ada orang lain yang dapat mencapai posisi yang lebih tinggi, maka tidak seharusnya kita membencinya, karena tidak ada salahnya mengakui keberhasilan orang lain dan turut bersuka dengannya.

Bukan berarti ketika orang lain mengalami keberhasilannya, kemudian kita merasa berhak untuk turut ‘menghabis-habiskan’ atau turut menikmati keberhasilannya sampai habis, melainkan jadikan keberhasilan orang lain itu sebagai suatu pembelajaran, untuk memperbaiki strategi kehidupan yang telah kita jalani selama ini.

Mempercepat langkah tidak sama artinya dengan memotong jalan yang harus kita lalui. Mempercepat langkah itu berarti melalui semua jalan yang harus kita lalui, tetapi dengan strategi yang baik dan cerdas.

Firman Tuhan didalam Matius 10:16b berkata “…hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati”. Tentunya Tuhan ingin kita menjadi anak-anak yang dapat menyusun strategi didalam kehidupannya untuk mencapai suatu keberhasilan, dengan cara-cara yang cerdas, cerdik (baca: tidak licik), dan hati yang tetap tulus.

Sesuatu yang diharapkan dapat selalu terjadi, tetapi tidak dengan cara memanfaatkan orang lain secara semena-mena, tidak dengan cara menipu, tidak dengan sikap yang penuh dengan kemarahan, tidak dengan cara mengintimidasi, tidak dengan cara meminta-minta atau membuat susah orang lain, tidak dengan cara mencuri, dan tidak dengan berbagai cara yang buruk.

Tetapi segala sesuatu yang kita harapkan dapat terjadi didalam kehidupan ini, apabila hati kita tulus, dan kita dapat mengatur strategi dengan cerdik (baca: cerdas), yaitu dengan sikap yang setia, tekun, mau belajar, mau berjuang, jujur, dan mengisi kehidupan ini dengan berbagai hal yang baik.

Matius 7:8 berkata “karena setiap orang yang meminta, menerima, dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan”.

Tuhan memberkati.

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+bisnis+strategi&start=84&um=1&hl=id&sa=N&biw=1280&bih=687&tbm=isch&tbnid=Tq2I6Xxs75RUvM:&imgrefurl=http://hutantropis.com/menang-dalam-persaingan-bisnis&docid=xYvXcRBI4srheM&imgurl=http://hutantropis.com/wp-content/uploads/2011/06/persaingan-bisnis1.jpg&w=400&h=300&ei=f3yGT5KxLIPRrQfp-tzEBg&zoom=1&iact=hc&vpx=187&vpy=98&dur=3592&hovh=194&hovw=259&tx=164&ty=119&sig=115066408690274837010&page=5&tbnh=146&tbnw=193&ndsp=20&ved=1t:429,r:5,s:84,i:16