Kesempatan Kedua

Beberapa bulan yang lalu, mungkin sekitar bulan April 2015, di gereja, diadakan sebuah seminar untuk pasangan yang sudah menikah (marriage seminar). Namun, karena seminar tersebut diadakan di hari Sabtu pagi, dan suami saya masih sibuk bekerja, akhirnya kami tidak dapat mengikuti seminar tersebut.

Biasanya, baik kotbah di gereja setiap hari Minggu, mau pun acara-acara seminar yang diadakan di gereja itu selalu tersedia rekamannya dan kami dapat membeli rekaman tersebut. Tetapi, rupanya untuk kali ini, acara marriage seminar tersebut tidak dijual rekamannya, karena hampir setiap minggu saya mencari, rekaman marriage seminar tersebut belum dijual.

Sampai pada awal bulan Juni 2015 ini, tiba-tiba kami melihat ada pengumuman di gereja, bahwa diadakan kembali seminar untuk pasangan yang sudah menikah (marriage seminar), dengan pembicara yang sama, dan dengan tema yang sama. Ternyata, seminar tersebut kembali diadakan, karena mendapatkan respon yang sangat bagus dan ada begitu banyak pasangan yang tidak dapat mengikutinya, sehingga pihak gereja memutuskan untuk mengulang acara seminar tersebut. Dan puji Tuhan, di bulan Juni 2015 ini, pekerjaan suami saya sudah selesai, sehingga di hari Sabtu suami saya dan saya bisa menghadiri acara seminar tersebut.

Saat saya menghadiri acara marriage seminar tersebut, didalam hati saya sangat bersyukur karena sudah mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan kembali, sesuatu yang sebenarnya sudah terlewatkan.

Saya percaya bahwa didalam kehidupan ini, tidak akan pernah ada seorang pun yang sempurna. Selama saya beribadah di sebuah gereja di Jakarta ini, saya mengagumi para istri Hamba Tuhan yang memimpin di gereja tempat saya beribadah, dan salah satunya adalah seorang pembicara di acara marriage seminar yang saya hadiri tersebut. tetapi saya tahu dia tidak sempurna, dan saya sangat ingin belajar tentang kehidupannya. Walau pun persoalannya tidak sama, namun saya percaya saya dapat memetik nilai-nilai kehidupannya. Itu sebabnya, saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui seminar tersebut.

Saat saya terlalu bersyukur didalam hati saya, saya seperti merasa diingatkan bahwa kadangkala didalam kehidupan ini, juga ada kesempatan kedua. Seolah-olah ingin menjelaskan bahwa bila sesuatu itu untuk kita, maka apa pun yang terjadi, sesuatu itu akan kita miliki.

Teringat pada saat saya masih bekerja dulu, saya sempat interview ke sebuah perusahaan dan saya sempat ragu sehingga teman saya yang akhirnya diterima di perusahaan tersebut. Namun, pada akhirnya saya menyesal karena sempat ragu, sehingga saya kembali berdoa kepada Tuhan, meminta untuk mendapatkan kesempatan kedua. Dan entah bagaimana prosesnya, teman saya akhirnya keluar dari perusahaan tersebut, dan saya yang menggantikannya.

Ada orang-orang yang mungkin tidak percaya pada kesempatan kedua, karena memang sepertinya didalam kehidupan ini jarang ada kesempatan kedua. Tentu saja, semua atas seijin Tuhan.

Kadangkala kita sengaja melewatkan sesuatu, mungkin karena kita merasa memiliki pilihan yang lebih baik atau karena kita ragu. Kadangkala kita bisa saja tidak berdaya sehingga harus melewatkan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin kita lewatkan. Tetapi, saya percaya, bahwa Tuhan itu baik, asalkan sesuatu itu baik untuk kita, dan Tuhan menghendaki kita mendapatkan sesuatu itu, maka kita pasti akan mendapatkannya. Dan seandainya, Tuhan tidak menghendaki pun, itu berarti Tuhan tahu kalau kita tidak memerlukannya, atau kita akan baik-baik saja walau tidak memilikinya, dan Tuhan pasti menyediakan yang lebih baik untuk kita.

Tuhan memberkati!

20150620-223026.jpg

Selalu Ada Kelebihan Dan Selalu Ada Kelemahan

Ada seorang teman lama yang pada suatu hari datang dari luar negeri ke Indonesia untuk berlibur. Pada saat liburan berakhir dan dia hendak kembali, teman-teman yang ada di Indonesia ingin membawakan sesuatu untuknya. Tetapi, karena bingung dan ingin membawakan sesuatu yang lebih disukai oleh seorang teman itu, maka kami menanyakan langsung. Diluar dugaan, seorang teman itu menjawab pertanyaan kami dengan jawaban “disana sudah ada semua, tidak perlu kalian membawakan sesuatu untukku“.

Jawaban tersebut mungkin dapat diterima oleh sebagian orang yang dapat mengerti kalau seorang teman itu mungkin merasa tidak enak hati kalau sampai harus merepotkan teman-temannya. Tetapi, jawaban tersebut juga mungkin tidak dapat diterima oleh sebagian orang yang berpikir bahwa mereka teman dekat, jadi tidak ada alasan untuk merasa tidak enak hati.

Realitanya, di setiap negara, selalu ada makanan atau barang yang tidak tersedia. Di negara Indonesia sendiri, masing-masing daerah dan masing-masing kota selalu memiliki ciri khas tersendiri. Sekali pun di kota-kota besar atau di Ibukota, tidak semua makanan dan tidak semua barang yang ada di kota lain itu juga tersedia atau mudah di cari.

Buktinya, saat teman-teman yang ada diluar negeri datang ke Indonesia, mereka masih mencari-cari dan berusaha menikmati sepuas-puasnya menu makanan yang hanya dapat ditemukan di Indonesia dan tidak ada di negara tempat mereka tinggal. Sekali pun menu makanan Indonesia diluar negeri mungkin banyak tersedia, namun rasanya tentu tidak senikmat yang ada di Indonesia, karena ada bahan-bahan masakan yang mungkin tidak tersedia di negara tersebut.

Ada juga menu makanan yang hanya ada di Pulau Bali, dan di Surabaya atau di Jakarta tidak dapat ditemukan. Pulau Bali yang sangat dikenal keindahan alamnya dan sering dikunjungi oleh para wisatawan dari berbagai negara, juga tidak selalu menyediakan barang-barang yang mungkin ada banyak tersedia di kota Surabaya atau di kota Jakarta.

Selama hidup ini, kita mungkin pernah menemui orang-orang yang sangat bertalenta di bidangnya, kemudian kita mengagumi mereka seolah-olah mereka bisa melakukan segalanya, pandai dalam segala hal, dan memiliki segala sesuatu. Kita akan menjadi sangat terkejut saat akhirnya kita mengetahui orang-orang yang kita kagumi itu ternyata bisa melakukan sebuah kesalahan, bisa menyakiti orang lain, bisa berbuat tidak sopan, dan bisa melakukan hal-hal yang buruk lainnya.

Saat kita memiliki seorang teman yang selalu mengagumi kita dan selalu minta nasehat pada kita, maka seorang teman itu mungkin saja bisa membuat kita akhirnya merasa memiliki banyak kelebihan. Sehingga pada saat seorang teman itu akhirnya meraih sebuah keberhasilan dan atau memberi kita sebuah masukan, kita merasa sulit untuk memberikan pujian untuk seorang teman itu dan merasa sulit menerima masukan dari seorang teman itu, karena selama ini kita pikir kita yang terbaik.

Tidak ada daerah atau kota atau negara yang sempurna. Tidak semua hal yang kita cari ada di sebuah daerah atau kota atau negara. Demikian pula didalam diri kita dan orang lain akan selalu ditemukan kelebihan dan kekurangan, kekuatan dan kelemahan.

Firman Tuhan didalam Amsal 1:20-21 berkata “Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya, di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya”, yang berarti kita bisa belajar dimana saja dan dengan siapa saja. Sekali pun mungkin ada orang-orang yang selama ini selalu minta nasehat pada kita, bukan berarti tidak ada hal yang bisa kita pelajari dari orang-orang tersebut. Kita bisa menegur, kita bisa juga mendapatkan teguran. Bahkan, ada orang-orang yang bisa memberikan kita ide walau pun mereka sebenarnya tidak pandai dalam bidang yang kita tekuni.

Kita cantik, kita tampan, kita dikagumi oleh orang lain, tetapi bukan berarti segala-galanya sudah kita miliki. Betapa mudah kita menjadi sombong hanya karena sebagian kecil yang sudah kita miliki.

Bersikap rendah hati bukan berarti kita harus lebih sering mengingat kelemahan dan kekurangan kita sehingga membuat kita akhirnya rendah diri, melainkan bersikap tidak membuat orang lain akhirnya selalu mengingat dan memerhatikan kelemahan dan kekurangannya sehingga membuatnya rendah diri di hadapan kita.

Tuhan memberkati!

20140407-182134.jpg