Anda Berhasil, Saya Berhasil

Oprah pernah berkata bahwa sudah biasa bila kita ikut bersedih saat orang lain sedang bersedih, tetapi sungguh luar biasa bila kita ikut senang saat orang lain sedang senang.

Firman Tuhan didalam Roma 12:15 juga mengajarkan kepada kita, “Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis“.

Kecenderungan seseorang menjadi iri hati saat melihat orang lain sedang senang, dan apalagi bila melihat orang lain sedang mengalami kesuksesan. Kecenderungan seseorang menjadi iri hati saat melihat orang lain menerima suatu pemberian yang baik. Kecenderungan seseorang menjadi iri hati saat mendengar orang lain mendapatkan pujian.

Tak heran apabila kemudian didalam kehidupan ini, kita menjadi orang yang enggan berbagi ilmu dengan orang lain, enggan berbagi resep atau berbagi tips dengan orang lain, enggan berbagi ide dengan orang lain, enggan berbagi waktu dengan orang lain, dan enggan mendengarkan ‘curhat’-an orang lain.

Pada akhirnya, semua berfokus pada diri kita sendiri. Kecenderungan kita ingin mendapatkan kesenangkan kita sendiri, kita ingin selalu menjadi yang paling sukses, kita ingin mendapatkan sesuatu yang baik untuk diri kita sendiri, dan kita ingin pujian selalu terarah pada diri kita.

Tetapi, sadarkah kita, bahwa dibalik kesenangan kita, kesuksesan kita, segala sesuatu yang baik yang kita terima, dan segala pujian yang mungkin kita dapatkan saat ini, ada orang lain yang sudah rela berbagi ilmu dengan kita, ada orang lain yang rela berbagi resep atau tips dengan kita, ada orang lain yang rela berbagi ide dengan kita, ada orang lain yang bersedia membagi waktunya untuk kita, dan ada orang lain yang mau mendengarkan ‘curhat’-an kita yang mungkin sudah puluhan kali kita mengulangnya?

Setiap kali saya berhasil membuat masakan yang lezat, saya selalu ingat dengan suami saya yang selama ini tidak pernah sekali pun mengeluh tentang masakan saya. Saya sadar masakan saya memiliki banyak kekurangan, tetapi suami saya rela menelannya dengan selalu berkata “masakanmu lezat, terima kasih sudah memasaknya untuk saya“. Bisa dibayangkan, bila sejak pertama kali saya belajar memasak, suami saya sikapnya menertawakan saya atau tidak mau memakannya, mungkin saya akan lebih memilih untuk berhenti memasak dan saya tidak akan pernah bisa memasak, sesederhana apa pun masakannya.

Setiap kali saya berhasil melakukan sesuatu yang menurut saya tidak mudah, saya selalu ingat dengan teman-teman saya yang selalu meluangkan waktunya untuk mendengarkan ‘curhat’-an yang mungkin sudah saya ulang puluhan kali, dan mereka tidak pernah bosan memberikan masukan yang sama, yang mungkin mereka sudah tahu bahwa sebenarnya saya sudah mengerti. Bisa dibayangkan, bila saat saya datang, teman-teman selalu menghindar dan mungkin menyuruh saya lebih baik diam, mungkin saya tidak akan pernah berhasil melakukan sesuatu yang sebenarnya bisa saya lakukan.

Keberadaan saya dan keberhasilan saya saat ini tak pernah luput dari peran orang-orang yang setia dan orang-orang yang sabar dengan segala kekurangan saya. Bahkan seandainya saya melupakan orang-orang yang ada di sekitar saya pun, tidak akan mengubahkan kenyataan bahwa kesuksesan saya adalah kesuksesan orang-orang yang sudah berperan didalam kehidupan saya.

Banyak orang menjadi kecewa karena kebaikan hatinya, idenya, dan ilmu yang sudah dibagikan pada orang lain ternyata membuat orang lain tidak ingat lagi padanya. Padahal, kenyataannya, walau pun orang lain sudah berhasil, orang lain itu takkan pernah bisa mengubahkan peran seseorang didalam hidupnya.

Seorang sahabat bercerita kepada saya bahwa ada teman-teman yang saat ini selalu menerima pujian karena dianggap hebat didalam membuat sebuah foto atau video, tetapi tak ada seorang pun yang ingat atau tak ada seorang pun yang tahu kalau ilmu membuat sebuah foto atau video itu berasal dari seorang sahabat saya ini.

Tetapi, seorang sahabat saya ini tidak pernah menyesal, karena dia tetap menjadi orang yang lebih tahu kekurangan dari foto atau video karya teman-temannya itu. Dan itu berarti, seorang sahabat yang sudah rela berbagi ilmu ini mengerti bahwa ilmunya tidak hilang, tetapi kenyataannya dia tetap lebih pandai dari teman-temannya yang dianggap orang lain lebih sukses itu.

Tak ada orang yang ingin dirugikan. Berbagi lebih sering tidak memberikan keuntungan bagi kita. Tetapi, bila kita ingin memiliki hidup yang menguntungkan, tak ada pilihan selain membuat orang lain mengalami keberhasilan didalam hidupnya, dengan cara rela berbagi, atau ikut berpartisipasti atas kehidupan seseorang.

Berbagi atau berpartisipasi tidak harus selalu dengan memberikan uang. Kita bisa berbagi ilmu saat seseorang bertanya dan ingin belajar sesuatu dari kita. Kita bisa berbagi ide untuk membuat ide orang lain menjadi lebih baik. Kita bisa berbagi waktu untuk orang-orang yang mungkin hanya sekedar ingin cerita atau ingin mengungkapkan isi hatinya pada kita. Kita bisa berbagi cerita pada orang lain untuk memberinya semangat, atau mungkin hanya sekedar membuat orang lain merasa kehadirannya diinginkan.

Saat orang lain berhasil, dan kita ikut berpartisipasi, berbagi dengan yang ada pada kita, maka keberhasilannya adalah keberhasilan kita juga.

Jangan lupakan orang yang sudah berpartisipasti didalam hidup kita! Dan jangan terus menerus mengandalkan orang yang selalu berniat baik memberikan pertolongannya bagi kita! Karena kita juga harus berjuang untuk menjadi berhasil, sehingga keberhasilan kita bisa menjadi keberhasilan bagi orang lain juga.

Tuhan memberkati!

Iklan

Tidak Tunggu Sampai Hilang

Seorang Ibu berkata, “Sakit ini membuat Ibu sudah lupa rasanya menjadi sehat, sampai Ibu merasa terbiasa dengan penyakit ini“.

Seorang pemuda berkata, “Hidup dalam kemiskinan membuatku lupa bagaimana rasanya saat hidup bersama Ayahku didalam kelimpahan“.

Seorang Bapak berkata, “Aktifitasku belakangan ini membuatku lupa akan kesibukan pada saat bekerja dikantor“.

Seorang gadis berkata, “Bertahun-tahun aku hidup sendiri setelah putus dari pacarku yang pertama dan kemudian sahabat-sahabatku meninggalkanku begitu saja, membuat aku lupa bagaimana rasanya disayangi dan memiliki seorang teman“.

Seorang Ibu berkata, “Seandainya saja, Ibu mau menjaga kesehatan, maka mungkin Ibu masih sehat sekarang“.

Seorang pemuda berkata, “Seandainya saja, aku tidak menghabiskan uang warisan Ayah untuk kesenanganku, maka mungkin aku tidak hidup dalam kemiskinan“.

Seorang Bapak berkata, “Seandainya saja, aku bekerja dengan baik, maka mungkin aku tidak akan menjadi pengangguran seperti sekarang“.

Seorang gadis berkata, “Seandainya saja, aku bisa menjaga kepercayaan kekasihku dan sahabat-sahabatku, maka mungkin aku tidak akan kehilangan mereka“.

Sebuah pepatah humor mengatakan bahwa penyesalan selalu datang di akhir, kalau diawal maka disebut sebagai pendaftaran. Seringkali saat kita kehilangan sesuatu, baru kemudian kita bisa merasakan manfaat atau bisa merasakan betapa berharganya sesuatu itu.

Firman Tuhan didalam I Tesalonika 5:18 berkata, “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah didalam Kristus Yesus bagi kamu“.

Seringkali kita merasa aneh atau merasa kesulitan saat harus mengucap syukur dalam keadaan susah atau sakit, tetapi pada saat kita memiliki segalanya, kita lupa mengucap syukur.

Sikap kita yang tidak menghargai segala hal yang kita miliki, merupakan tanda bahwa kita sulit mensyukuri segala hal yang sudah kita miliki.

Saat melihat seseorang tidak perlu sekolah atau tidak perlu bekerja karena sakit, kita juga ingin bisa sakit agar tidak perlu sekolah atau bekerja. Padahal kesehatan itu akan menjadi sangat berharga bagi orang-orang yang menderita sakit.

Saat melihat seseorang mendapatkan perhatian dan bantuan pada saat tidak membutuhkan uang, kita merasa iri karena tidak mendapatkan perhatian yang serupa. Padahal bila seseorang boleh memilih, maka seseorang tentu akan lebih memilih hidup didalam kelimpahan daripada hidup didalam kekurangan.

Saat melihat seseorang bisa bermalas-malasan, mungkin kita jadi merasa kesal dengan kesibukan yang tiada henti. Padahal menjadi sibuk dan memiliki pekerjaan adalah idaman banyak orang, daripada tidak melakukan apa-apa dan merasa diri tidak berharga.

Saat seseorang terlihat menikmati kesendiriannya, kita bisa saja merasa orang-orang disekitar sungguh mengganggu hidup kita. Padahal sungguh menyenangkan saat kita bisa berbagi kasih dan perhatian dengan orang-orang disekitar kita.

Tidak semua orang bisa menikmati kehidupan mereka yang kelihatannya menyenangkan bagi kita. Mungkin ada begitu banyak orang yang ingin menikmati kehidupan yang seperti kita. Itulah sebabnya, Firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk bersyukur dalam segala keadaan.

Jika kita tidak merasa nyaman saat harus bersyukur di saat keadaan sedang tidak baik, mengapa kita tidak bersyukur saat keadaan sedang baik-baik?

Jika kita tidak suka merasa sesuatu bermanfaat atau jika kita tidak suka merasa sesuatu itu penting pada saat sesuatu itu sudah hilang, mengapa kita tidak menghargai sesuatu itu pada saat ada?

Bila kita melihat orang lain hidupnya lebih baik, mengapa kita tidak memelihara hidup kita agar menjadi lebih baik?

Semua yang terlihat selalu akan tampak lebih baik. Tetapi, kondisi didalam, seringkali hanya kita dan Tuhan yang tahu. Realitanya, pada saat kondisi didalam sudah baik, maka kita tidak akan merasa perlu iri dengan apa yang tampak diluar, yang dimiliki oleh orang lain.

Jangan tunggu sampai hilang! Jaga, pelihara, dan bersyukur dengan apa yang ada pada kita! Maka kita bisa memuliakan Tuhan dengan apa yang ada pada kita, tanpa harus merasa iri dengan yang tidak ada pada kita. Kita bisa menjadi diri sendiri tanpa mengingini kehidupan yang dimiliki oleh orang lain, karena kita tahu Tuhan sudah memberikan yang terbaik bagi kita.

Tuhan memberkati!

20131114-140659.jpg

Sahabat

Apa arti seorang sahabat bagi Anda?

Menurut saya, seorang sahabat adalah seseorang yang dapat kita percayai untuk menjaga cerita kita, sehingga kita bisa merasa nyaman saat bercerita dengannya. Seorang sahabat adalah seseorang yang dapat menerima kita apa adanya dengan segala kekurangan kita, jadi tidak hanya baik pada saat semua sedang baik-baik saja, tetapi juga tetap bisa baik kembali pada saat terjadi pertengkaran atau salah paham. Seorang sahabat mampu bersikap bijaksana, berani menegur, dan juga mau membela.

Seorang sahabat tidak pernah mengatakan hal buruk dibelakang kita. Seorang sahabat tidak harus selalu bersama, tetapi pada saat bertemu ada keakraban yang bisa dirasakan oleh masing-masing pihak, karena rasa sayang dan sikap yang mau menerima dalam kondisi apa adanya tidak membuat seseorang merasa canggung satu dengan yang lain.

Dan menurut saya, sebutan ‘sahabat’ akan terjadi, bila masing-masing pihak memiliki hati sebagai seorang sahabat. Sahabat tidak akan terjadi bila seseorang yang satu hanya merasa sebagai seorang teman saja dan seseorang yang lain yang merasa menjadi seorang sahabat.

Seandainya, seseorang yang satu hanya merasa sebagai teman saja, maka pada saat terjadi kesalahpahaman, hubungan akan sangat cepat menjadi renggang. Sedangkan, pada saat kedua belah pihak atau lebih merasa bahwa mereka adalah sahabat, maka hubungan mereka akan menjadi jauh lebih dekat daripada hubungan hanya sebagai seorang teman biasa. Bahkan, ada begitu banyak sahabat yang menyebut sahabatnya sebagai saudaranya.

Seorang teman mengatakan kepada saya bahwa seseorang itu akan selalu bisa merasakan apakah kasih yang diterimanya dari orang lain itu tulus atau tidak. Apalagi bila kita seorang wanita, maka dengan mudahnya kita dapat membedakan sikap seseorang itu tulus atau tidak.

Ellena memiliki seorang teman yang disebutnya sebagai seorang sahabat bagi Ellena. Tetapi, teman Ellena itu hanya menganggap Ellena sebagai teman saja, karena dia belum merasa nyaman dengan Ellena, diketahuinya beberapa cerita justru diceritakan ke teman-teman yang lain oleh Ellena. Mungkin mereka memiliki hubungan yang cukup dekat, tetapi mereka tidak dapat dikatakan sebagai sahabat. Suatu hari nanti mungkin mereka bisa benar-benar menjadi sahabat, atau hubungan mereka mungkin menjadi renggang karena teman Ellena bisa saja mengambil keputusan untuk menjaga jarak.

Di kisah yang lain, Neilla memiliki seorang teman yang menyebut dirinya sebagai sahabat. Teman Neilla sangat memercayai Neilla, sehingga ada begitu banyak hal diceritakannya pada Neilla. Namun sayangnya Neilla tak dapat menyebutnya sebagai sahabat karena berbagai hal pemikiran Neilla mengenai kepribadian temannya itu. Setiap kali teman Neilla mengatakan “I love you dear Neilla”, Neilla tidak pernah membalasnya karena Neilla tidak menyayangi temannya itu sebagai sahabatnya. Cepat atau lambat, teman Neilla akan merasakan bahwa Neilla tidak benar-benar mengasihi dia sebagai seorang sahabat.

Yohanes 15:15 mengatakan “Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Aku dengar dari Bapa-Ku”, yang berarti didalam Perjanjian Baru, Tuhan tidak ingin menyebut kita sebagai hamba, tetapi kita ini dianggapNya sebagai sahabatNya.

Sahabat menunjukkan hubungan yang lebih karib bila dibandingkan seorang hamba. Tuhan menyebut kita sebagai sahabatNya dengan alasan yang jelas, bahwa Tuhan sudah menceritakan berbagai rahasiaNya kepada kita. Seperti yang tersebut diatas bahwa seorang sahabat dapat dipercayai dan dapat mengetahui rahasia.

Di sisi lain, Yohanes 15:14 mengatakan “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu”. Jadi, jika kita menganggap Tuhan juga sebagai sahabat, maka kita akan melakukan yang Tuhan perintahkan pada kita.

Persahabatan tidak akan terjadi apabila hanya ada satu pihak yang bersedia menjadi seorang sahabat dan pihak yang lain hanya sebagai teman biasa. Dan seseorang bisa merasakan apakah kasih sahabatnya itu benar-benar tulus atau tidak.

Tuhan sudah mengatakan bahwa kita adalah sahabatNya, tetapi hubungan persahabatan kita dengan Tuhan tergantung pada ketaatan kita. Bila kita menganggapNya sebagai sahabat, maka kita harus memilih untuk taat padaNya. Dan kasih kita pada Tuhan akan diketahuiNya. Itu sebabnya, sebaiknya kasih kita padaNya tulus, bukan hanya karena kita selalu membutuhkanNya, melainkan karena Dia Allah, yang sudah terlebih dahulu menganggap kita sebagai sahabat dan sudah mengasihi kita dengan tulus.

Demikian pula, bila kita mengasihi teman-teman kita sebagai sahabat, maka kasihilah sahabat kita itu dengan tulus, jangan hanya karena kita sedang membutuhkannya saja!

Tuhan memberkati.

**picture taken from:
http://withfriendship.com/user/boss/friendship.php

20131028-204506.jpg

Bukan Kuat Dan Gagahku

Pada suatu hari Senin malam, salah seorang pimpinan sewaktu saya masih bekerja dulu mengirimkan pesan singkat kepada saya. Inti dari pesan tersebut kurang lebih ingin menginformasikan bahwa ada sebuah lowongan pekerjaan di tempat dia bekerja saat ini dan dia membutuhkan bantuan saya apabila ada teman yang mungkin sedang membutuhkannya.

Saya tidak memberikan janji tetapi saya mencoba untuk menyebarkan pesan tersebut ke beberapa orang teman, yang mungkin membutuhkan, atau mungkin mereka punya teman yang membutuhkannya. Saya tidak berharap dapat membantu banyak, karena sepengetahuan saya, kebanyakan teman memang sudah memiliki pekerjaan.

Tak disangka, seorang teman menanggapi pesan dari saya itu, karena sebenarnya beberapa waktu yang lalu dia sempat mengirimkan surat lamaran ke perusahaan yang sama, tetapi belum mendapatkan respon. Dan dia sebenarnya sudah mengajukan surat pengunduran diri karena dia tidak mendapatkan peningkatan seperti yang dijanjikan, ditambah dengan pekerjaan yang melampaui kemampuannya.

Singkat cerita, seorang teman itu menjalani proses interview pada keesokan harinya, yaitu hari Selasa, dan malam harinya seorang pimpinan yang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan saya itu mengatakan bahwa teman saya itu diterima, tetapi masih perlu menjalankan beberapa prosedur.

Seorang pimpinan itu mengatakan bahwa saya selalu dapat bekerja dan memberi respon dengan cepat. Teman saya juga senang karena dia merasa gembira dengan bantuan saya. Proses kehidupan yang saya jalani, membuat saya senang karena sebagi seorang pemercaya, saya dipercaya oleh Tuhan untuk melakukan sebuah kebaikan.

Sebenarnya, posisi yang ditawarkan oleh seorang pimpinan itu adalah salah satu posisi yang saya mimpikan. Didalam hati kecil saya berkata “sungguh beruntung teman saya mendapatkan posisi tersebut“. Tetapi saya memilih untuk bersyukur, karena saya dapat memberikan posisi bagus itu untuk seorang teman dan walau pun saya sudah tidak bekerja, saya masih dapat membantu salah seorang pimpinan saya itu.

Tidak ada sesuatu pun yang terjadi secara kebetulan. Seandainya saya tidak mengirimkan ulang pesan yang diberikan oleh seorang pimpinan itu mungkin seorang teman itu masih tetap bisa diterima di perusahaan itu dengan cara yang lain. Tetapi sungguh bersyukur bila saya yang dipilih oleh Tuhan untuk menjadi perantara dengan maksud dan tujuan yang baik.

bully_cartoonDari kisah tersebut diatas, kita dapat belajar bahwa sesungguhnya segala sesuatu yang baik yang terjadi didalam kehidupan kita ini bukanlah oleh kuat dan gagah kita, melainkan atas anugerah Tuhan. Kita dapat berubah menjadi lebih baik itu karena pertolongan Tuhan. Kita dapat melakukan kebaikan bagi sesama juga karena kesempatan yang diberikan oleh Tuhan.

Seringkali kita berpikir seseorang tidak akan mengalami keberhasilan atau keberuntungan apabila saat itu kita tidak datang untuk menolong. Padahal belum tentu juga bila kita tidak datang maka tidak ada orang lain yang dapat menolong seseorang itu. Semua orang selalu memiliki kesempatan untuk memberikan bantuan kepada orang lain. Tetapi sekali lagi, semuanya bukan karena kuat dan gagah kita.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:

Hidup Adalah Pilihan (Part II)

partySebuah cerita dari seorang teman yang sedang berulang tahun. Seorang teman ini mengajak teman-teman kantornya untuk makan malam bersama di sebuah restaurant Italia. Retha adalah salah seorang yang terundang untuk acara makan malam tersebut. Seorang teman ini ingin teman-temannya dapat menikmati menu makanan kesukaannya masing-masing, sehingga seorang teman ini meminta teman-temannya untuk memilih sendiri menu makanan yang diinginkan.

Saat teman-teman yang lain memilih menu makanan yang disukai, Retha justru memilih menu makanan dan minuman yang paling mahal di restaurant tersebut. Singkat cerita, menu makanan dan minuman yang dipesan oleh Retha memang yang paling special dan menarik cara penyajiannya, tetapi sayangnya tidak sesuai dengan selera Retha. Sehingga Retha tidak dapat menghabiskannya dan mengeluh karena merasa tidak puas dengan menu makan malam pilihannya sendiri.

Seorang teman yang berulang tahun sebenarnya bukan orang yang kaya raya, melainkan hanya berusaha untuk menjadikan hari ulang tahunnya sebagai hari yang istimewa bersama rekan-rekan kerja yang selama ini dianggapnya telah memberikan dukungan dalam pekerjaannya. Jadi sebenarnya, saat melihat Retha ternyata tidak menghabiskan menu makanan yang mahal dan justru mengeluh karena merasa tidak puas, justru membuat perasaan seorang teman ini menjadi kecewa.

Tidak semua orang dapat kita senangkan dan tidak semua orang dapat menyenangkan hati kita. Tetapi sebenarnya kita memiliki pilihan untuk tidak peduli pada orang lain dan tidak peduli pada diri sendiri, atau peduli pada orang lain dan peduli pada diri sendiri, atau bila kita bingung, maka paling tidak kita bisa memilih untuk tidak peduli pada orang lain dan peduli pada diri sendiri.

Pilihan yang kita tentukan didalam kehidupan ini pasti berkaitan dengan diri kita sendiri. Tetapi juga akan berkaitan dengan orang lain saat kita harus membuat pilihan yang ada hubungannya dengan orang lain. Bila kita membuat pihan yang ada hubungannya dengan orang lain, maka kebanyakan orang akan terlebih dahulu memikirkan keuntungan untuk dirinya sendiri. Alangkah baik bila bisa menguntungkan orang lain juga. Tetapi bila salah satu dirugikan maka biasanya orang akan berpikir untuk mengorbankan orang lain saja.

Sayangnya, saat kita memilih agar orang lain yang dirugikan, maka biasanya seringkali kita yang justru akan dirugikan atau bernasib sial (Amsal 26:27 “siapa menggali lobang akan jatuh ke dalamnya, dan siapa menggelindingkan batu, batu itu akan kembali menimpa dia“). Itu sebabnya, ada kalanya kita perlu menentukan pilihan dengan memikirkan kondisi orang lain terlebih dahulu.

Seperti didalam cerita tersebut diatas, mengapa kita harus memilih yang berharga mahal hanya karena ada seorang teman yang rela membayarkan untuk kita? Saat kita tidak menyukai menu makanan tersebut, justru kita yang dirugikan karena tidak dapat menikmatinya. Atau mungkin ada juga orang yang bersikap memilih berbagai menu makanan agar dikenyangkan, tetapi realitanya menjadi sangat kekenyangan dan perut mungkin akan terasa sakit.

Pilihan untuk menjadi serakah mungkin akan merugikan orang lain yang sudah dengan rela hati mau memberikan untuk kita, tetapi percayalah bahwa keserakahan hanya akan membuat kita sengsara dan malu. Berbeda saat kita memilih untuk kebutuhan maka kita akan tercukupi.

Hidup adalah pilihan. Setiap sikap kita adalah hasil dari pilihan kita, termasuk bersikap egois juga merupakan pilihan. Sikap yang sudah kita pilih akan menentukan sikap kita didalam memperlakukan orang lain. Saat kita mau memilih untuk bersikap memahami kondisi orang lain dan memilih untuk bersikap menghargai orang lain, maka paling tidak kita dapat memilih untuk bersikap baik dan wajar didalam memperlakukan orang lain.

Tetapi saat kita memilih untuk mendahulukan diri kita sendiri dan berharap orang lain akan selalu menghormati kita, sehingga kita bersikap berpura-pura baik (tidak tulus), selalu mengambil keuntungan, dan bersikap berlebihan terhadap orang lain, maka kita tak perlu heran bila akhirnya seseorang takkan pernah mampu bersikap untuk menghormati kita (Amsal 26:27 “walaupun kebenciannya diselubungi tipu daya, kejahatannya akan nyata dalam jemaah“).

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/search?q=cartoon+picture+of+respect&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ei=zlA9UbWiHNGIrAfmxYHQDA&ved=0CCsQsAQ&biw=1280&bih=707#tbm=isch&sa=1&q=cartoon+picture+of+party&oq=cartoon+picture+of+party&gs_l=img.3…10605.11141.0.11399.5.5.0.0.0.0.0.0..0.0…0.0…1c.1.5.img.N3arpoMpsIo&bav=on.2,or.r_qf.&bvm=bv.43287494,d.bmk&fp=e2185caf1f41a762&biw=1280&bih=707&imgrc=nww6yj_kKl-xfM%3A%3BsvPJ13hNmuaYjM%3Bhttp%253A%252F%252Fbeauxandbelles.net%252Fwp-content%252Fuploads%252F2012%252F12%252Fbd-party2-cartoon.jpg%3Bhttp%253A%252F%252Fbeauxandbelles.net%252Fhow-to-enjoy-your-own-party%252F%3B360%3B279